Majalah People; Kevin Shin – “Tentang Kris Wu”

tumblr_inline_o58w31fBlZ1rpb2f5_500

“Orang-orang menyukaiku akan bagaimana diriku sebenarnya.

Jika kamu tidak suka, kamu tidak perlu memaksakannya.”

Inilah yang Kris katakan padaku.

Tentang Kevin

Lahir di Chicago, Korean-American, Kevin Shin bergabung dengan SM pada tahun 2006 setelah melalui audisi di Amerika. Di tahun 2007, Kris Wu juga menjadi trainee di SM setelah melalui audisi di Kanada. Dengan latar berlakang yang mirip dan mereka yang sebaya, saat mereka pertama kali bertemu, mereka langsung akrab. Kris dan Kevin berlatih bersama-sama dari subuh hingga malam selama 3 tahun. “Kami berlatih tiap hari, bertemu tiap hari, dan tinggal bersama.”, dengan harapan dapat debut bersama dan berdiri di atas panggung yang sama.

Pada tahun 2010, karena konfliknya dengan SM, “Aku tidak ingin menjadi idol.”, ia memutuskan untuk meninggalkan SM dan mengembangkan karirnya sendiri. Saat ia pergi, Kris menangis. Ia bilang, “Kita sepakat akan debut bersama, menjalani hari-hari yang berat bersama, jadi kenapa kamu pergi duluan?” …….. Aku merasa dia akan segera debut, dan kubilang, “Kenapa kamu harus pergi sekarang? Aku sangat sedih.” Kris Wu bertanya padanya 3 kali, ‘apakah kamu yakin akan pergi?’ Kevin bilang ‘ya’. “Baiklah, jika kamu yakin, aku berharap kamu baik-baik… di masa depan, aku pasti, pasti akan membantumu.”, kata Kris.

Setelah Kevin meninggalkan SM untuk membuat musiknya sendiri, ia harus melwati masa-masa yang sulit. Kemudian, Kris Wu debut sebagai member EXO, dan menjadi terkenal. Meski begitu, mereka berdua tetap saling kontak tiap hari. Meski SM tidak memperbolehkan Kris untuk kontak dengan mantan trainee, ia sering pergi diam-diam untuk menemui Kevin.

Berdua, mereka membuat lagu <Lullaby>, yang berisi rasa bersalah keduanya terhadap ibu mereka. Di liriknya tersebut, “I’m sorry Mom, these years have been tough. Don’t wanna see you cry, just sing me a lullaby.”

Pada tahun 2014, Kris Wu melampirkan penghentian kontraknya dengan SM, dan kembali ke Cina untuk mengembangkan karirnya. Satu di Cina, satu di Korea Selatan, meski terpisah, pertemanan Kris dan Kevin tidak memudar. Di waktu terpuruknya, Kris masih bilang ke Kevin, “Apapun yang terjadi, jangan pernah merubah dirimu dari dirimu yang sesungguhnya.” Ia benar-benar ingin memberi Kevin banyak-banyak semangat. “Aku selalu bilang padanya, tidak perlu khawatir, apapun yang terjadi, kamu masih punya aku sebagai temanmu. Jika hal-hal tidak berjalan sesuai rencana, datanglah ke Beijing dan tinggal bersamaku, kita buat musik bersama-sama.”

Setelah bekerja keras, Kevin akhirnya bergabung dengan perusahaan CHITWN MUSIC di Korea Selatan, dan akhirnya mendapat kebebasan membuat musik hip hop yang ia sukai.

Pada tanggal 6 November 2015, Kris Wu mengadakan acara temu fans pada hari ulangtahunnya, dan Kris berdiri bersama Kevin di atas panggung di Stadium Beijing Workers, menyanyikan lagu <Lullaby>. Kevin menyatakan ke <Majalah People> bahwa baginya, saat ia berdiri bersama Kris di panggung itu, adalah momen di mana mimpinya menjadi kenyataan.

Saat wawancara, Kris Wu berulang kali berkata pada <Majalah People> bahwa Kevin adalah sahabat baiknya, saudaranya, dan teman seperjuangannya. Wartawan <Majalah People> melakukan wawancara melalui telepon dengan Kevin yang sekarang berada di Korea Selatan. Kevin berkata bahwa Kris Wu adalah teman dekatnya, dan mereka menjalani waktu trainee bersama-sama. Dalam waktu itu, Kris Wu benar-benar menghargai dan bertekad untuk melanjutkan pertemanannya bersama Kevin, yang sesungguhnya sangat mengejutkan bagi Kevin. Continue reading

Advertisements

[Bahasa Trans] Wu Yifan untuk GRAZIA Februari 2016

1602 Grazia8Saat kami melangkah masuk ke tampat pemotretan – lapangan basket indoor di Shanghai, seorang pemuda berbusana putih berlari, lalu berhenti tepat di luar perimeter 3-point, mengarahkan  lemparannya, dengan luwes mengangkat kedua tangannya dan melakukan jump-shot, masuk dengan halus. Reaksi pertama para penonton  itu satu – “Siapa itu? Sangat bersemangat.” Siapa lagi? Tentu Kris Wu.

Saat pemotretan, kami mengetahui bahwa Kris Wu sangat mencintai basket. Meskipun ia berbusana tuxedo rapi ataupun trench coat, ia terlihat apik di kamera sambil men-dribble bola, dari tangan kiri ke tangan kanan dengan mudahnya, menyelesaikan pemotretan untuk tiap set tak lebih dari 10 menit, sungguh mencerminkan pesona dan kemampuannya. Tak hanya tangannya yang tak meninggalkan bola selama pemotretan, saat wawancara tentang basket, ia dengan spontan menjawab layaknya seorang juru bicara, “Basket menguatkan tubuh, meningkatkan rasa percaya diri, dan menumbuhkan kemampuan bekerja sama, tidakkah itu luar biasa?” Pada hari itu pula, ia membuat sebuah peraturan; setelah selesai pemotreatan untuk satu set, ia harus memsaukkkan satu basket, baru berganti baju untuk set selanjutnya… “Meski sudah malam, selama ada waktu senjang saat bekerja, aku akan membawa bola basket untuk berlatih, akan kubawa kemanapun pergi, dan menaruhnya di samping tempat tidurku saat aku tidur.”

Ia mengerahkan segala yang ia punya, karena tak lama setelah wawancara, Kris Wu akan bertolak ke Toronto untuk ikut berpartisipasi di NBA All Star Weekend Celebrity Game, dengan tracy McGrady dan Rick Fox dalam timnya. Tentang pertandingan ini, Kris Wu terlihat sangat senang, “Mampu pergi ke NBA untuk bermain kali ini benar-benar adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Aku tidak pernah terbayang dengan menjadi aktor dan penyanyi, aku bisa mewujudkan mimpiku tentang basket yang telah kumiliki sejak lama, dan aku merasa sangat, sangat senang.” Pertandingan tersebut berkenaan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, yang berarti ia tidak bisa kembali bertemu dengan keluarganya. Meskipun begitu, ia melihat sisi positifnya, “Untuk aku mampu menyempatkan waktu untuk basket itu cukup berarti. Keluarga, teman-teman dan timku, semuanya senang karenanya!” Seberapa senangnya ia, ia tetap merasa ada tekanan. “Ada banyak bintang-bintang NBA, mereka semua sangat terlatih. Dan ada perasaan bahwa aku mewakilkan kami, orang-orang Tiongkok, aku merasa aku harus bekerja lebih keras.”

Grazia bisa menjamin bahwa Kris Wu tidaklah membual, karena sejak awal Desember lalu, demi melatih kemampuan basketnya, ia menaikkan berat badannya sebanyak 10 kg, agar ia tidak terpental keluar lapangan, tidak peduli dengan imejnya. Ia juga meningkatkan latihannya, “Sudah lama aku tidak latihan, jadi kemampuanku banyak merosot. Kadang aku juga melatih kekuatanku di gym.” Lalu tentang semua basket yang ia capai, “Insting tentang bola itu sangat penting di pertandingan. Untuk sekarang, aku akan latihan shooting kapanpun aku bisa, hahaha.” Apakah ia merasa ia harus menang jika ia sebegitu kerasnya berlatih? “Bukan itu intinya, menang atau kalah itu tidak penting. Tentu, menang itu lebih baik. Aku berharap pelatih  akan memberiku waktu di lapangan lebih lama, atau aku bisa memberi Tracy McGrady lebih banyak assist, agar ia bisa mencetak poin lebih banyak.” Jadi, sudahkah ia ngobrol denganorang-orang di timnya? “Tidak ada waktu untuk itu, semuanya sibuk, tapi sebelum pertandingan akan ada waktu pemanasan, untuk kami mengenal satu sama lain. Terkecuali beberapa selebriti, aku lebih familiar dengan gaya bermain Tracy McGrady dan bintang-bintang basket lainnya.”

Bulan lalu, Kris Wu menyatakan ia memiliki projek amal tentang basket, Extraordinary Honor Court, yang bertujuan untuk memberi anak-anak kurang mampu yang menyukai basket lapangan-lapangan basket yang lebih baik. Saat berbicara tentang hal ini, ia sangat-sangat serius. “Melakukan projek amal adalah hal yang sudah lama aku rencanakan, sebagai figur publik, aku harus melakukan yang terbaik untuk membantu lebih banyak orang. Ada banyak anak-anak kurang mampu yang ingin lapangan basket yang lebih baik, yang ingin kondisi bermain yang lebih baik pula, dan inilah bantuan yang mereka butuhkan.” Dan alasan mengapa ia memilih basket di langkah pertamanya melakukan amal itu sangat sederhana – Passion. “Aku mencintai basket dengan sangat, jadi aku percaya aku bisa bekerja keras di bidang ini, dan aku sangat antusias untuk bisa melaksanakannya dengan baik.”

Passion” – Kata ini telah diangkat oleh Kris Wu tak hanya sekali hari itu. “Musik adalah ekspresiku. Aku bertekad untuk bernyanyi di panggung dan berinteraksi denga fans, aku sangat antusias dengan hal itu.” “Menjadi aktor juga adalah bentuk ekspresiku. Terutama saat berusaha membentuk karakter, lalu saat karakter tersebut berhasil untuk dibawa ke dunia nyata di layar lebar, ada perasaan bangga atas hal itu.” “Melakukan hal-hal berkaitan dengan fesyen adalah keinginanku sendiri. Misalnya, untuk mendapat teman-teman baru, atau memperlihatkan berbagai sisi yang kupunya.” Ia bahkan mengatakan seluruh kekuatannya telah tertuju padanya, “Sebenarnya ada banyak hal yang sedang kukerjakan, jadwalku sampai sudah sanga padat. Jujur, akan ada saat di mana aku sangat lelah, dan tanpa passion, tentu akan sangat sulit untuk terus maju. Tapi, jika aku benar-benar menyukainya, aku bisa bilang pada diriku sendiri untuk terus berusaha.”

“Tapi aku tidak sebegitu suka mencanangkan gol spesifik untukku, misalnya mendapatkan suatu penghargaan atau semacamnya. Ada banyak hal yang ingin aku lakukan dan jika aku seperti itu, aku menyulitkan diriku sendiri, aku takut hal itu akan merusak antusismeku. Aku hanya berharap untuk bisa selalu menjalani tugas-tugas harianku sebaik yang kubisa, mengerahkan 100%-ku untuk setiap hal yang kulakukan.” Ya. Dan hasil jerih payahnya telah tiba – kami beritahu sebuah rahasia, Kris Wu bilang hal yang paling membuatnya bahagia akhir-akhir ini adalah “Ada orang-orang yang menjadi fans karena lakonku, karena Xiao Fei. Benar, aku juga mendapat surat dari orang-orang yang mengatakan bahwa mereka menyukai cara berpakaianku.” Hingga saat ini, ia tiba-tiba berganti persona jadi 4D, memukul pahanya dan tertawa, “Lihat, sekarang aku punya fans untuk musikku, fans untuk film-filmku, fans faseyn-ku, dan fans untuk kemampuan basketku.”

Tentang fokusnya untuk tahun baru, ia mengernyitkan alisnya, “Sekarang aku punya banyak identitias, penyanyi, aktor, model, bekerja untuk projek amal…” setelah berpikir setelah beberapa saat, ia meneruskan, “Di waktu yang akan datang, aku masih belum tahu apalagi yang akan kulakukan, mungkin akan ada kejutan lainnya, bahkan hal-hal yang belum pernah kupikirkan sebelumnya, karena ada kemungkinan yang tidak berujung di masa depan. Tidak ada yang bisa yakin. Suatu hari aku mungkin jadi seorang director, siapa tahu?”

Sebagai penutup, ia mengatakan sebuah kalimat penuh dengan kebijaksanaan, “Ambil semua kesempatan saat kamu muda dan penuh tenaga untuk melakukan hal-hal yang kamu sukai, jangan berikan dirimu kesempatan untuk menyesal!” Continue reading

Pop Star Kris Wu on Kobe Bryant, Burberry, and Upping His Style Game

1602119 Vogue

Pop stars have an unquestionable influence on fashion, but only a select few have the impact of Kris Wu, the Chinese-Canadian idol whose every move is watched by legions of fans around the globe. Known for his adventurous taste in streetwear and uncanny ability to spark a trend, Wu has spent 2016 cementing his status as an international name to watch. From appearing on the runway for Burberry’s menswear show to playing on Drake’s team during the NBA All-Star Celebrity game, Wu has been seemingly everywhere of late—and he’s just been cast in the action film xXx: The Return of Xander Cage. On the heels of the All-Star weekend in Toronto, we caught up with the affable star, who talked with us about his love of Kobe Bryant, how he keeps ahead of the fashion game, and why basketball remains his number one style influence.

When did you first become interested in fashion?

When I was in my teens, I spent all my energy playing basketball, and sportswear was the main focus in my closet. Afterward, I became selective about finding and wearing clothing that fit my style. That is what gradually grew my enthusiasm for fashion. My style is “Kris style.” I don’t think it is necessary to create it deliberately; I just let it form naturally. I keep looking for what suits me, experimenting and being bold about trying out what I like.

You’re very ahead of the curve; how do you feel about the “trendsetter” label?

I feel grateful. Everybody has his or her own style; anyone can be a trendsetter. I know there are many who imitate what I wear, and it makes me feel both happy and honored, because it is [a sign of] approval to me.

What was it like taking to the runway for the first time at Burberry?

To be given the opportunity was unexpected but thrilling. I love Burberry’s collections, so doing the show was very special.

You also played in your first NBA All-Star Celebrity game—how was that?

Super-cool! When I was 15, I dreamed that one day I could stand on the stage of the NBA, but physical reasons stopped me from becoming a professional basketball player. Being able to participate in the All-Star game and team up with Mr. [Tracy] McGrady made me feel like I was living a dream. I was a bit nervous in the game, but I did my best to score six points. Initially, I felt a bit disappointed about it, but on the other hand, it makes me even more driven to participate in the All-Star game again next year.

As a basketball fan, was there a part of the experience that was especially exciting for you?

Seeing Kobe, of course, because he is my all-time idol. This was his last All-Star game, which is extremely monumental! Being able to witness his performance on court is meaningful to all of Kobe’s fans. He is one of the NBA ’96 golden generation, and growing up, I remember watching him, so his retirement has made me feel that my youth has gone as well.

But there were so many great moments. Tracy McGrady was taking care of me like a brother, and we made a tacit team together. I used to play as center or forward, but in this game I played as guard, and he kept encouraging me to break through my own limits during the game. The Skills Challenge excited me as well. And the Slam Dunk Contest; [Zach] LaVine and [Aaron] Gordon were literally flying, and it was fascinating. Then I discussed several topics concerning charity with [former Houston Rockets player] Yao Ming. I felt very grateful to him for sharing his insight and experience with me. I chatted with David Shoemaker, CEO of NBA China; he is very kind, and I told him I would like to return next year. Of course, the most important thing for me was seeing Kobe.

What’s next for you?

I will be mainly focused on shooting The Return of Xander Cage, and then I will hopefully do more in music, fashion, basketball, and charity.

Source Vogue

Reposted by Tara Lee

Kris Wu Di Balik Lampu Sorot; Kelelahan dan Kelahiran Kembali Seorang Idola

151224 OEU41

Read the English translation here

Kris Wu Behind the Flashing Lights; An Idol’s Weariness and Rebirth Gallery

19 Desember 2015. Setelah menghabiskan bayak hari dan berdiskusi yang sulit, Orange Entertainment berhasil mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Kris Wu dan merekamnya terus-menerus. Laporan ini adalah hasilnya. Ini adalah kali pertama kegiatan sehari-hari Kris Wu, bintang yang paling diikuti tahun ini di industri hiburan Cina, dibuka kepada publik.

Ketika pertama kali bertemu dengan Kris Wu, dia jelas terlihat lelah. Seminggu yang lalu ia bangun jam 3 pagi untuk mencukur rambut yang terakhir kali untuk perannya di film Journey to the West: Demon Chapter. Beberapa hari kemudian Kris Wu mulai bergabung dengan tim untuk promosi film Mr. Six keliling kota, berkeliling 9 kota hanya dalam waktu 11 hari. Dua hari yang lalu, ia rekaman program variety show di Changsha dan Makau yang nyaris menghabiskan waktu 12 jam setiap hari untuk rekaman. Dan hari ini dia muncul di Beijing sekali lagi.

1:30-3:30pm Mencuri waktu untuk tidur ketika di-make-up

Pada pukul 1:30 siang, Kris Wu tiba di studionya Feng Xiaogang dari airport. Dia ada wawancara di sini pada pulul 3:00, sementara staff disekelilingnya sedang makan, Kris Wu malah tidur. Dibandingkan dengan makan, mencuri waktu untuk tidur lebih penting untuknya. Sekitar pukul 2:00 siang seorang staf membangunkannya untuk make-up… tapi sepertinya dia belum sepenuhnya bangun.

Setelah beberapa saat di-make-up, Kris Wu terlihat lebih ‘sadar’, kami pun mendekati dan menjelaskan maksud kedatangan kami, pada saat yang bersamaan kami memperlihatkan padanya beberapa contoh foto dokumentar. Dia melihat sekilas dan berkata; “Aku suka gaya ini.” Seorang di sampingnya menambahkan; “Ini bisa menunjukkan perbedaan, sisimu yang elegan (fengcai).” Kris Wu medorong mundur kursinya, menyilangkan kaki dan berkata; “Aku sudah menunjukkan sisi ‘gila’-ku (feng), yang kurang hanyalah menunjukkan sisi ‘talenta’-ku!”

Setelah make-up nya selesai, Kris Wu akhirnya punya waktu untuk makan siang. Tak lama setelah ia mulai makan, terdengar suara bising dari luar ruang make-up, menandakan kedatangan awak media. Ketika staf bertanya mengenai apakah dia sudah siap atau belum, bahkan mengatakan bahwa ia bisa menghabiskan makan siangnya sebelum memberi awak media waktu untuk wawancara, dia berkata; “Tidak masalah, aku bisa makan kapan saja.”

Melepas jaketnya, Kris Wu mulai memakai baju yang akan dipakai hari itu. Dari titik ini, kita bisa merasakan seorang artis yang akan memulai pekerjaannya, Kris Wu yang sekarang mulai menunjukkan wajah yang serius.

Ada bekas luka kecil di belakang kepala Kris Wu, ia mendapat luka itu tahun lalu ketika ia terbentukr pintu mobil. Seperti imejnya di poster Mr. Six, Kris Wu memilih untuk menunjukkan kepalanya yang botak, tanpa topi atau wig.

3:15-7:35 malam 4 jam, 8 media outlet, 10 menit istirahat, 20 menit wawancara

Pada pukul 3:00, Kris Wu memasuki ruang wawancara.

Sore itu, ia membagi waktu antara 20 menit dan 10 menit. 20 menit untuk wawancara dan 10 menit istirahat, di antara waktu wawancara. Selama wawancara Kris Wu jarang menyilangkan kaki; ketika yang lain sedang merespon kata-katanya kebanyakan ia menundukkan kepala, melihat ke tangannya, sangat pendiam.

Menghadapi beberapa permintaan dari media, Kris Wu sangat cepat dalam memahaminya membuat mereka jarang mengulang permintaan mereka. Namun Kris Wu sangat jarang dengan sengaja mengekspresikan sesuatu, cara bicara dan emosinya hanya berdasarkan permintaan dari wartawan, membuatmu merasa bahwa dia menyimpan sesuatu sebagai misteri.

Mr Six adalah filmnya yang kedua, setelah kembali ke Cina selama 18 bulan, dia sudah syuting 7 film. Pertama kali, dia adalah ayah tunggal, dan kali ini ia memerankan antagonis yang akhirnya bertobat. Sutradara Guan Hu mengatakan pada reporter; “Di film, dia bertransformasi dari anak laki-laki menjadi pria dewasa.”

Hari itu, praktis setiap media bertanya padanya pertanyaan ini: bagaimana perasaanmu saat berakting dengan Feng Xiaogang? Kris Wu berkata, untuk beberapa waktu aku tidak bisa melihat Feng Xiaogang langsung di matanya. Namun pada kenyataannya di film dia bisa melakukannya. Ketika ia masih muda, mimpinya adalah menjadi seperti Kobe Bryant, kemudian ia menjadi cowok metroseksual ketika menginjak usia 17 tahun. Namun yang masih tinggal di hatinya adalah mimpinya di industri film untuk bisa menjadi seperti Feng Xiaogang karena ia ingin menjadi seorang aktor.

Karena banyaknya awak media, ruang studio Feng Xiaogang yang menjadi ruang wawancara sementara menjadi panas. Ketika wantu istirahat yang paling banyak dilakukan make-up artis adalah memberi Kris Wu tetes mata. Asistennya, pria yang agak gemuk dan dengan janggut pendek yang terus memberinya air, selalu membawa tas punggung yang besar, tidak pernah menaruhnya sekalipun.

Staf yang lain di tempat itu tampak lebih sibuk dari Kris Wu sendiri. Mereka selalu mempertimbangkan sesuatu dan memastikan semua yang mungkin terjadi atau mungkin terjadi secara tiba-tiba dan sangat cemas. Di kehidupan nyata, Kris Wu bukanlah pusat perhatian semua orang.

Ketika waktu menunjukkan pukul 4:30 sore, Kris Wu sudah menerima wawancara dari 8 media. Di antara waktu-waktu itu Kris Wu hanya mempunyai satu permintaan; bahwa seperti yang tertulis in wawancara di mana pencahayaan dan [merekam] video tidak boleh dilakukan di ruang istirahat, karena dengan begitu ia merasa lebih nyaman. Namun staf tetap menasehatinya untuk kembai ke studio, karena fokusnya memang di sana. Kris Wu menerimanya meski demikian dia masih bisa tertawa gembira di ruang wawancara. Itu adalah wawancara terakhir untuknya hari itu.

Tidak berbicara apapun di van

Semua wawancara berakhir pada pukul 7:35. Dia masuk ke van untuk pergi ke beberapa bioskop. Di dalam van dia hanya melakukan satu hal, menarik tudung jaketnya dan tidur.

8:20-11:00pm 6 bioskop, 15 menit

Di bioskop, MC bertanya kepada penonton peran apa yang mereka inginkan untuk Kris Wu ambil di masa depan. Mereka menjawab dengan serempak: psikopat. Aku tidak bisa menjamin bahwa pada saat itu adalah tawa Kris Wu yang paling gembira pada hari itu.

Pada pukul 9:00 malam, kami berhenti mengikutinya. Belakangan kami baru tahu kalau jadwal hari itu berakhir pada pukul 11:00 malam. Malam itu, dia mengunjungi 6 bioskop dan menghabiskan sekitar 15 menit di setiap bioskopnya.

11:00 malam kegiatan berakhir

Dalam satu hari jadwal kerjanya, kapanpun dia tidak sedang bekerja dia akan mencuri waktu untuk tidur. Dia tidak sering menggunakan ponselnya dan jarang berinisiatif untuk memulai percakapan dengan orang di sekitarnya dan bahkan hanya membuat sedikit permintaan. Selama waktu istirahat Kris Wu lebih dari gembira untuk tidur, menutup matanya untuk mengistirahatkan mereka sejenak. Kau benar-benar tidak bisa menahan atau berpikir untuk menganggunya. Atau mungkin dia benar-benar terlalu lelah. Ketika menghadapi media dan fans, dia sekali lagi malu, rendah hati dan kehilangan kata-kata. Yang paling mengejutkan adalah, dari awal sampai akhir dia tidak menguap walau hanya sekali. Hari itu, di belakang kamera, dia adalah pria dewasa, dan depan kamera, dia adalah anak-anak.

Refleksi

Setelah mengikuti Kris Wu selama sehari, tiba-tiba kami tidak punya keinginan untuk bertanya, namun ketika akan berakhir, aku tiba-tiba berpikir akan satu pertanyaan: “Apa sih sebenarnya esensi sebagai idola?”

Sangat sulit seorang selebriti untuk tidak terpengaruh, karena selalu ada pendapat lain yang cukup menghalagi pendapatnya sendiri untuk didengar, namun Kris Wu mungkin bisa mengubahnya. Kami dapat membayangkan kekuatan mental orang ini—kegembiraan yang ekstrem, kesulitan, kelelahan, dan kompromi. Meski ia memiliki talenta alami dan wajah tampan, dia mengesampingkan ekspektasi yang lain dan fantasi fans untuk bisa menjadi dirinya sendiri, sebuah tugas yang tidak semudah yang terlihat. Belakangan ini bekarja tanpa istirahat, lelah karena bekerja dari siang sampai malam, semua pekerjaan yang dijalaninya bukanlah pekerjaan berlevel biasa. Ini, untuknya, tidak bisa dipungkiri adalah kelahiran kembali. Di kehidupan semua orang, mungkin mereka semua mengalami masa-masa seperti ini, di mana kauharus mengambil resiko yang diragukan oleh semuanya. Yang kau perlukan hanyalah mengerjakan yang terbaik jadi tidak akan menyesal di kemudian hari.

“Rumput tetangga selalu lebih hijau.” Setiap tahun, orang di industri hiburan akan selalu ingin mengulangi keajaiban yang dicapai Kris Wu. Semua ‘daging segar (T/N: artis baru yang populer)” produksi masal yang menyerahkan hidupnya untuk fans, perusahaan menejemen, yang usianya selalu bertambah seiring waktu. Tidak bisa dipungkiri Kris Wu itu beruntung, setidaknya, ia masih punya kuasa atas dirinya sendiri (T/N: tidak hanya mengandalkan keberuntungannya untuk mencapai apa yang dimilikinya sekarang).

Source Orange Ent

English Bahasa Trans and Posted by Tara Lee

Kris Wu In Orange Entertainment Weibo Update

151224 OEU3

Finally we are able to post this. 2 months of planning, 9 hours of interview time, all around 360 degrees records. This Saturday on Orange Entertainment 橘子娱乐 App you will be able to see for the first time, Xiao Ye behind the flashing light – Kris Wu.

We continuously filmed him for 9 hours, finally at 2:30 PM, did he have time to eat? But it was not long before media personnel early arrived, when staff asked him whether he was prepared he replied; “It’s alright, I can skip meals anytime.

When the media arrived, he said it was no problem, he could skip meals anytime. when other responded, he kept his head down quietly. He rarely sat with one leg crossed over he other, hardly played with his phone, and we never saw him yawn once. When he was on the van, he did just one thing-pushed back the hood of his down jacket and went to sleep.

Source Orange Ent Weibo

Trans by Becca

Retyped and Posted by Tara Lee

 

Wu Yifan is People Magazine’s Idol of the Year

2015 DP1

*See also Wu Yifan People Magazine Gallery

People Magazine’s reason for selecting Kris Wu Yi Fan as Idol of the Year:

In this era where everyone just goes with the flow, Wu Yi Fan is a person who is in full control of where he wants to go in life. From start till finish, he fully sticks to his own intent, and out of his own strong will, time and time again continuously makes his own choices, showing to his numerous young fans how a mature person should take responsibility for leading his own life. On the journey to find himself, Wu Yi Fan has evolved from a popular idol to a celebrity on the path to becoming a household name.

Alasan Majalah People memilih Wu Yifan sebagai idola tahun ini

Di era sekarang, siapapun bisa mengikuti arus perkembangan jaman, Wu Yifan adalah orang yang penuh control untuk tujuan hidupnya. Dari awal hingga akhir dia hanya menjalankan tujuan awalnya dengan penuh kegigihan, dari waktu ke waktu secara terus-menerus membuat pilihannya sendiri, memperlihatkan pada fans-nya yang lebih muda bagaimana orang dewasa seharusnya memikul tanggung jawab untuk menjalani hidup. Dalam perjalanan untuk menemukan dirinya sendiri, Wu Yifan telah berevolusi dari seorang idola menjadi selebriti (seniman) yang terkenal dengan hasil karnyanya daripada sekedar ‘nama seorang idola’.

2015 DP4

Source WeChat

English Trans by Becca

Bahasa Trans by Tara Lee