[Trans-Bahasa] Kris Wu x Se Weekly Interview

Interview Kris Wu bersama Majalah Se Weekly

“Aku tidak akan berhenti melakukan sesuatu hanya jika penggemarku tidak menyukainya”

Di kehidupan nyatamu, apakah kau adalah seseorang dengan gaya hip hop dalam kesehariannya?

Ya, aku selalu menyukai Hip Hop. Tapi jika itu menyangkut pakaian yang digunakan, maka akan menyesuaikan. Ketika aku kecil, aku akan memakai celana dan atasan yang lebih besar dari tubuhku, karena itu gaya rapper yang sedang ngetren, tapi sekarang gaya mereka sudah berubah dengan menggunakan sesuatu yang mana menggabungkan banyak elemen. Contohnya, di masa lalu, kau mungkin berpikir jika jaket kulit adalah gaya khas seorang rocker, dan memakai kaos adalah gaya untuk anak hip hop. Tapi sekarang, tidak ada perbedaan yang mencolok diantara keduanya.

Kau pernah mengatakan sebelumnya jika kau memiliki jiwa R&B, bisakah kau menjelaskannya?\

Hahaha, sebenarnya aku sedang setengah bercanda. Apa yang aku maksud adalah aku sangat menyukai genre musik yang seperti ini, sangat menyukai budayanya, dan mungkin aku pikir ini cocok sekali denganku, dan cocok dengan seleraku. Selama pembuatan genre musik ini, aku seperti ikan di dalam air, karena dalam waktu yang singkat, aku bisa menghasilkan banyak karya yang aku rasa cukup bagus.

Banyak orang yang merasa jika budaya Hip Hop itu identik dengan pemberontakan dan kemarahan. Apa kau punya rasa pemberontak sekarang ini? Apakah kau juga perlu mengeluarkan ekspresi seperti itu?

Aku pikir punya rasa pemberontak itu tidak apa-apa, dalam hal ini seseorang bisa menyampaikan pikirannya secara lebih langsung. Namun ada satu poin yang ingin aku ulas kembali, [yang mana] banyak orang telah salah kira dengan hip hop. Mereka merasa jika hip hop itu sangat agresif dan sedikit berisik, jadinya mereka merasakan aura negatif dari musik itu, padahal sebenarnya bukan seperti itu. Ini hanyalah salah satu dari gaya hip hop, yang mana tidak pernah menjadi gaya yang umum. Sering kali, menyanyikan lagu bernuansa rap itu seperti sedang membaca puisi. Ini semua tentang ritme, mengekspresikan banyak frasa yang indah dan cerita bermakna yang terkandung dalamnya. Pendengar umum harus memberikan kesempatan lain untuk musik hip hop, dan hal ini membutuhkan gabungan kerja keras dari orang banyak.

Maukah kau membuat lagu untuk seseorang atau suatu grup?

Untuk sekarang ini belum, tapi karena aku berpartisipasi dalam acara ini, aku secara pribadi akan menulis lagu untuk para kontestan, untuk Tim yang aku pilih.

Tahun ini kau terlibat dalam banyak program variety, menurutmu kemampuan varietymu meningkat?

Tidak, aku selalu menjadi diriku sendiri.

Sebelumnya kau mengatakan jika hip hop memiliki pendengar yang lebih sempit. Apakah kau khawatir jika penggemarmu tidak menyukainya?

Tentu saja tidak, karena aku sangat menyukai budaya ini, tidak hanya musiknya. Alasan mengapa itu tidak umum adalah karena banyak orang salah paham tentang budaya hip hop. Jika mereka penggemar yang menyukaiku, aku juga berharap jika mereka akan menyukai budaya dan jenis musik seperti ini. Sebaliknya, aku tidak akan berhenti melakukan apa yang aku sukai hanya karena penggemarku tidak menyukainya. Itu adalah sesuatu yang tidak akan membuatku senang.


Lirik lagumu yang paling favorit?

Tidak bisa memikirkannya saat ini, ada banyak sekali, mungkin satu atau dua baris dalam setiap lagu.

Penyanyi favorit?

Aku rasa masih sama, Drake.

Aktor favorit?

Leonardo DiCaprio

Menurutmu apa bagian terbaik darimu?

Keseluruhan diriku itu tampan

Bahkan jika kau sedang diet, makanan apa yang haru tetap kau konsumsi?

Nasi!

Dimana tempat yang paling mungkin untuk bisa bertemu denganmu?

Lapangan basket

Apa yang biasanya kau lakukan untuk mengurangi stress?

Mendengarkan musik, bermain game di rumah.

Jika kau mempunyai kekuatan super, kemampuan apa yang ingin kau miliki?

Terbang

Kenapa?

Aku rasa jika akan ada banyak kebebasan, aku bisa terbang kemana saja.

Kata paling lucu yang ingin kau sampaikan pada penggemarmu?

Tidak ada~

translate

china – eng : @wu_yi_fan

eng- bahasa : yohana

 

[Bahasa] Kris Wu x GQ : Hidup Untuk Diri Sendiri

img-b5960d02472db14bc6d8ab2906dcc251

Masuk ke industri hiburan pada umur 17 tahun, debut di umur 22 dan kembali ke China pada umur 24 untuk mengembangkan karirnya lebih jauh. Setelah dua tahun Kris Wu berdiri lagi di titik lain kehidupannya. Memutuskan keluar, mengambil jalan yang luas didepan; melihat kembali, dia tampak seolah tidak seperti orang yang tanpa petunjuk seperti dirinya pada saat awalnya yang bagai kanvas kosong.

Dia selalu mengatakan bahwa kemenangan pertama dalam hidupnya adalah ketika dia selangkah lebih maju untuk menjadi seorang pemain basket professional; dan kekalahan pertama dalam hidupnya adalah ketika ia tahu bahwa mimpinya untuk menjadi pemain basket pupus sudah. Kerasnya persaingan dalam olahraga membuatnya masuk dalam dunia hiburan, mengambil tantangan, mengubah, menghadapi kesulitan, dan seperti olahraga, ia pun perlu untuk menghadapi mereka juga.

Apakah dia terkenal atau tidak, itu tidak jarang ditanyakan. Menjadi baik atau buruk, mempertahankan peringkatnya hingga menghadapi kegagalan. “Dalam ndustry ini , persaingan pasif agaknya berlebihan”. Kris Wu mengatakan “Orang – orang harus hidup untuk dirinya sendiri”.

img-5ef169154db6ad65a42cabd8c48ea27e

Kris Wu memberikan dirinya liburan yang panjang. Bersama teman baiknya di luar industri hiburan; Kevin, mereka pergi ke Los Angeles selama 15 hari. Dia menemukan bahwa terdapat beberapa perubahan di kota ini ; pejalan kaki semuanya menundukan kepala, fokus pada ponsel mereka, benar – benar terpesona dengan permainan pada ponselnya.

Dia berkendara ke tepi pantai Los Angeles, dimana ada rollercoaster dan kincir raksasa dengan rencana bergabung di dalam pesta yang meriah. Ketika ia memberhentikan mobilnya, sekelompok orang dengan rusuh bergegas melewati mereka menuju ke pantai. Kris awalnya berpikir bahwa superstar tiba tiba muncul tetapi pada akhirnya menemukan bahwa itu karena pokemon langka yang tiba tiba muncul. Mengingat kejadian ini, sulit bagi Kris Wu untuk mnyembunyikan kegembiraannya. “Ketika aku menyaksikan itu secara pribadi, hal itu benar benar mengejutkan, aku bahkan merekam kejadian tersebut dengan ponselku”. Kris Wu merasa bahwa jenis permainan ini adalah jenis fenomena di dalam masyarakat, dimana dalam kurun waktu singkat, semua orang dan segala hal tidak akan mampu mengganggunya . Dia kemudian bersemangat menceritakan sebuah insiden, Justin Bieber juga merupakan pemain aktif dari permainan ini, dan suatu hari ketika dia berada di luar, itu hanya kebetulan ada pokemon langka di daerah itu dan dengan semangat yang meledak dia langsung melesat kearah kerumunan, berjuang bersama sekelompok orang asing. Orang – orang di sekitar tidak menyadari dia, tetapi setelah mereka menangkap pokemon tersebut barulah mereka bertanya tanya “Apakah orang itu Justin Bieber?”.

Memikirkan kembali perjalanannya. Kris Wu menilai perjalanannya berjalan dengan bahagia, santai, dan memuaskan. Menurutnya ketika orang yang lewat di sekitar kita benar – benar tenggelam dalam permainan, menyebabkan dia memiliki perjalanan tanpa hambatan, karena akan sangat kecil kemungkinan dia terkena masalah akibat penggemar yang mengenalinya. Menjadi tidak dikenali dalam kehidupan sehari hari, selebriti popular ini kembali mengungkapkan bahwa itu keinginan terpendamnya, dia menunggu saatnya untuk memiliki momen kebebasan dimana ketika dia berjalan di luar rumah dia tidak akan diperhatikan, dan berharap jari – hari kemudian akan datang kejadian yang lebih banyak seperti ini.


“ Tidak memiliki kebebasan adalah hal yang sangat mengerikan”

Setelah seharian pengambilan gambar untuk GQ, Kris Wu segera  berganti pakaian yang nyaman, kaus yang longgar, masuk ke bagian belakang mobil, tubuhnya yang tinggi bersandar ke posisi yang nyaman, lalu ia mengulurkan kakinya yang panjang dan mengistirahatkan kakinya di bangku depan, masuk ke posisi yang nyaman. Dia menarik kerah bajunya terbuka, menyematkan alat perekam di tempat sebelah tulang selangka, dan menepuk – nepuk kursi di sampingnya, berpaling ke arah wartawan dan berkata “Mari kita mulai”.

Dia selalu mengatakan bahwa kepribadiannya itu “Sulit ketika menemukan momen yang harus dihadapi tanpa kebebasan”. Oleh karena itu, tidak peduli betapa gugupnya dia selama bekerja, ia benar – benar harus memiliki pemutar musik di sisinya, menggunakan musik untuk merubah lingkungan kerjanya. Bertahun- tahunn tinggal di luar negri telah menyebabkan dia menjadi terpikat dengan budaya hip – hop. Ketika menekan sebuah tombol, kemudian musik dijalankan, setiap otot segera bergerak mengikuti irama, merubah keseluruhan sikap yang telah dipertahankannya sepanjang hari.

img-89877d717e1ddfb3666628d56728d04c

Setelah kembali ke China selama lebih dari dua tahun, perubahan terbesar yang telah terjadi ini adalah ketika berusia 26 tahun yaitu – inisiatif. “Hanya ketika kau memperlakukan kru film sebagai keluargamu, maka Kau akan bisa bekerja dengan baik”. Ini adalah apa yang seorang sutradara telah memberitahu Kris sebelumnya, dan telah menjadi keyakinannya di tempat kerja. Hal yang sama berlaku untuk wawancara, seolah – olah ia menerima tamu di ruang tamu sendiri, dan sebagai tuan rumah, ia mengambil inisisatif untuk membuka topik, mengungkapkan umpan balik, dan mengontrol seluruh percakapan.

Dari 2014 – 2016 ia mengambil 8 film tanpa henti. Sepeerti artis top lainnya, setiap menit dihitung. Waktunya dihitung per jam, didorong oleh efisiensi, ia bergerak dengan cepat dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Sehari sebelum melakukan pemotretan untuk GQ, ia berada di Shanghai untuk acara sebuah produk alkohol, dan setelah menyelesaikan pemotretan untuk majalah lain di tengah malam, dan masih harus buru – buru pergi mengepas kostum untuk karakter film yang lainnya. Ada dua puluh set pakaian, dan ia praktis tidak tidur sepanjang malam. Hari berikutnya adalah hari yang dipenuhi dengan pemotretan majalah. Sebelum ada kamera, ia tampak bercahaya, bahkan saat itu ia hanya sedang duduk didalam mobil, apakah dia menunjukan jejak kelelahan yang terlihat? Meskipun demikian, ia mempertahankan sikap professionalnya dan menjawab pertanyaan dengan cepat tanpa penundaan.


 “Apa sih rasanya menjadi sibuk?”

Kris Wu berhenti , dan menjawab tiba – tiba. “Kebal, aku hanya merasa mati rasa terhadap persepsi waktu”.

Sebagai akibatnya, hal ini memicu tentang bagaimana mengelola kehidupan sebagai artis yang sibuk bekerja sepanjang jam. “Setelah sekian lama bekerja di industri ini, hal itu masih membuatku sedikit sedih, aku tidak punya begitu banyak teman. Perlahan – lahan aku menjauh dan lebih jauh dari kehidupan nyata, jauh dan sangat berjarak”.

Setelah kembali ke China selama dua tahun, ia disambut hangat dan banyak yang tertarik kepadanya. Seiring waktu, jumlah teman temannya di industri hiburan telah meningkat. Teman yang ia banyak dengar kabarnya namun belum bertemu juga , setelah pertemuan awal yang hangat ia akan mengatur untuk bertemu lagi untuk mengobrol, tapi kebenaran dari masalah ini adalah bahwa, ini biasanya akan terjadi setahun kemudian. Dalam industri hiburan, “See you next time” secara bertahap akan diartikan tidak pernah memelihat orang itu lagi, bahkan tidak memiliki kesempatan untuk berpapasan satu sama lain di bandara.

“Ini bukanlah yang aku harap ingin menikmati dan memiliki waktu yang baik, hanya saja rentang waktu yang sangat aku inginkan telah berlalu sejak lama”. Kris Wu mengatakan ketika ia berusia delapan belas tahun, sama seperti teman – temannya yang seusianya dan menikmati kebahagiaan hidup, dia sendirian di Korea, berlatih keras dan terus menerus untuk mendapatkan kesempatan debut sebagai anggota grup idola.

Kemudian Kris yang sekarang bahkan lebih banyak membutuhkan pikiran yang tenang. “Berhenti, dan menunggu waktu yang tepat”.

Tapi, siapa yang bisa berheti pertama?

img-b3bbc5598dd06023d6894b8cc762f637

“Siapapun yang pertama melarikan diri dari ini, untuk menyelesaikan tugas ini, siapapun yang pertama mengatakan bahwa , aku tidak akan melakukan ini lagi, aku harus istirahat, aku ingin menetap, aku ingin bersantai, aku ingin menikmati hidup, aku ingin belajar…. Tapi siapa yang akan mampu? Sulit, sangat sulit. Satu hal ini, jika hal itu sederhana dan menguntungkan, semua orang akan melakukannya. Tapi, persaingan di indutri hiburan ini sangat keras, apakah kau berpikir tentang hal itu atau tidak, akan selalu ada berbagai macam perbandingan dan persaingan”|. Dia mengakui dalam hatinya, ada juga rasa cemas yang menyebar. “Ini adalah masalah yang sangat nyata, tidak ada yang akan tahu bagaimana hari berikutnya akan menjadi seperti apa, sehingga setiap orang akan lebih bertindak saat ini, bukannya melihat masa depan”. Selama wawancara ini , film baru Kris Wu <Sweet Sixtee> baru tayang di bioskop – bioskop. Dia telah merencanakan untuk menonton di bioskop secara sembunyi – sembunyi, tapi setelah pertimbangan, akhirnya menyerah karena tinggi badannya yang hampir 1,9 m, bahkan di teater bisokop yang gelap, itu akan sulit untuk tidak menimbulkan perhatian. Dia lebih suka untuk tinggal di rumah dan bermain game online.

“Kebebasan adalah apa yang sangat orang orang dambakan, tidak memiliki kebebasan sangatlah menakutkan”. Dari perspektif ini, ia merasa dalam hidupnya tidak ada rasa iri. Namun, ia mengakui bahwa untuk tingkat tertentu, ini adil., seperti ketika ada keuntungan akan ada pula kerugian. “Sejak aku memilih jalan ini, aku harus memikul tanggung jawab, aku tidak bisa menjadi seperti ini satu hari, dan kemudian ingin memilikinya dengan caraku kemudian, maka pasti ada yang salah kan? Bagaimana bisa? Bukankah begitu? Maka akan lebih baik jika tidak mulai sama sekali”.

“Yang paling aku takuti adalah bahwa hidup aku akan benar benar dihabiskan untuk bekerja, takut bahwa aku akan terus ada tapi tidak tahu alasan untuk apa aku hidup”. Di jalan raya, mobil terus mengemudi tidak terlalu cepat tidak terlalu lambat. Kris Wu juga melanjutkan tanpa tergesa – gesa. “Jadi itu sebabnya sekarang, aku memiliki keinginan yang kuat untuk mendapatkan kembali apa yang aku rasakan ketika aku muncul di awal, perasaan bermain basket dengan  teman – teman, bermain game bersama sama, dan berpergian bersama – sama”.


 “Hanya ketika karyaku benar – benar baik, aku akan memiliki hak untuk bicara”

Pada lapangan basket indoor sebuah universitas di Shanghai, Kris Wu menyelesaikan syuting untuk cover special majalah GQ. 1 lapanagan basket, 21 bola basket, 46 base ketiga, anak – anak keempat kelas juga muncul pada saat pemotretan.

Anak – anak muda ini tahu siap Kris Wu, sehingga membuat proses syuting lebih keras dan lebih rumit, sambil menunggu anak – anak berbaris berturut – turut, berdiri di bagian penonton di lantai kedua, berteriak jelas dalam suara kekanakan mereka, benar – benar tidak malu sedikit pun, berkata pada Kris Wu yang berada di lapangan. “Kris Wu lemparlah bolamu kearah sini”.

Ketika pencahayaan sedang diperbaiki, semua anak – anak menempel padanya, beberapa menyambar telinganya, memegang pakaiannya. Seperti orang tua, Kris Wu terus tersenyum memanjakan, dan selama istirahat ia mengenakan celana panjang yang longgar dan bermain basket dengan anak – anak kecil.

Kris Wu melihat dirinya ketika ia muda pada anak – anak kecil tersebut. Kris yang berusia 11 – 12 tahun  tinggal di Guangzhou, setelah itu pergi ke kanada dengan ibunya. Saat itu ia baru saja mulai bermain basket, pernah berpikir kedepan, bahkan pernah bermimpi untuk tumbuh lebih tinggi – tetapi dengan usianya yg masih muda, tangan tidak terlatihnya, kurang dalam keterampilan, tidak peduli bagaimana ia melemparkan , ia tidak mampu membuat lemparan ke ring manapun.

img-9ef490216f24c8c158a6c1b814ed2225

Basket adalah mimpi pertama Kris Wu, hingga hari ini, dia sellau terlihat bangga setiap berbicara tentang semua kemenangannya di lapangan, tapi selalu berakhir dengan kata – kata yang rendah hati. “Tentu saja , jika pemotretan hari ini akan memungkinkan anak – anak untuk mulai menyukai basket, itu akan sangat berarti bagiku”.

­­­Orang seperti apa sih Kris Wu? Semua orang yang telah bekerja dnegan dia sebelumnya memujinya karena dia seorang yang professional.

Aktor seperti apakah Kris Wu? Ini adalah pertanyaan yang jawabannya masih dalam proses.

“Ketika kau meminta  untuk menilai aktingku, aku merasa bahwa itu sangat sulit untuk dijawab. Aku selalu berkata pada diriku sendiri, akting adalah profesi untuk seumur hidup, jika aku berbicara tentang hal ini sekarang, itu semua terlalu dini. Aku masih memiliki jalan yang panjang untuk menjadi aktor yang baik”,ujarnya.

Setelah kembali ke China selama dua tahun , baik itu kepuasan atau kekecewaan terhadap karya filmnya, Kris Wu telah mengalami itu semua.

Mengubah topik, ia mulai menguraikan dirinya sendiri: “Barang siapa yang bekerja untuk suatu karya, maka dialah yang harus menghadapi hasilnya”. “ Kau tidak dapat menjamin bahwa setiap bagian dari pekerjaanmu akan memuaskan. Paling tidak, aku bisa katakan dengan hati nurani yang jelas, bahwa aku telah melakukan yang terbaik dalam setiap perkejaanku. Aku akan selalu menempatkan karyaku di tempat teratas hal yang sangat penting, ini bisa kau percayai, aku tidak akan pernah berubah dalam aspek ini, karena tanpa karya segala sesuatu yang lain hanyalah omong kosong. Hanya ketika karyamu baik, Kau akan memiliki hak untuk berbicara”.

“Aku benar benar terbiasa untuk menerima bahwa akan ada penilaian positif dan negative”. Memiliki reaksi yang berbeda terhadap film ini hanya sesuatu kecil yang dan biasa. “Masyarakat itu sangat keras, diperlukan usaha darimu dengan standar mutlak yang terbaik. Jika anda tidak dapat melakukannya, anda akan selamanya harus tetap memanjat keatas (karir)”.

Selama percakapan kami, Kris berbagi sebanyak mungkin, dia akan menggunakan teori akting untuk meningkatkan penampilannya. Ia bersedia mengakui bahwa menjadi seorang aktor yang tidak menerima pelatihan professional, aktingnya akan mengandalkan intuisi bukan pengalaman.

Di akhir dari film <Sweet Sixteen>, ketika pemeran utama Xiamu berdiri di belakang jeruji penjara ketika ia mengaku pada orang yang dicintainya, ia tidak pernah memberi penjelasan lebih tentang berapa banyak waktu  yang ia ambil untuk masuk ke dalam karakternya, karena dari apa yang ia ingat, setelah membaca naskah ia terjaga sepanjang malam, bahkan tidak  bercukur, sebelum langsung berangkat syuting. “Aku hanya merasa bahwa, saat sutradara berteriak ‘Action’, Aku langsung berubah menjadi Xiamu, saat sutradara berteriak ‘Action’ Aku akan berubah menjadi Cheng Zheng, itu saja”.

img-dec19c0ab0fa9a08088e9bdbf127cf82

Ketika datang ke musik, Kris Wu akan memeritahu siapa saja yang berkolaborasi dengan dia, dan siapa saja yang memberinya arahan dengan kalimat ini, “Maaf ini adalah musikku, itu harus berjalan sesuai dengan rencanaku”. Ketika menyangkut masalah mode (fashion), dia adalah anak yang keras kepala, setiap potong pakaian yang terlihat bagus, caranya untuk mencocokan pakaian, semuanya ditentukan berdasarkan keputusannya sendiri. Pengecualian hanya untuk film, Aku harus belajar dengan pikiran terbuka”.

Tidak menjadi seorang yang percaya diri dalam bidang ini, Kris Wu memutuskan untuk menyerahkan pilihan kepada sutradara, karena film adalah seni individu dari seorang sutradara. “Bahkan jika penonton tidak berpikir bahwa karakter tidak harus seperti itu, tapi setidaknya sebagai aktor, aku sudah diberitahu apa yang diinginkan sutradara”.

Karena ketergantungan seperti ini, telah menyebabkan Kris Wu merasa bahwa sebagai seorang aktor, kecemasan dan perasaan tidak memiliki banyak perkembangan “artistic” telah menyebabkan dia menjadi aktor yang bisa masuk dan keluar dari karakter secara cepat. “Karena aku merasa bahwa , ketika akting untuk peran ini telah diselesaikan, aku harus melakukan sesuatu, aku tidak bisa membiarkanku tinggal  di satu karakter terlalu lama. Aku tahu bahwa aku bukan orang dalam peran itu, aku ini aku sendiri, aku memiliki rasa kesadaran diri yang tinggi, dan merasa bahwa aku akan dapat dengan jelas membedakan masing – masing dan setiap karkater dari Kris Wu sendiri”.

Jadi, baik itu menjadi Xiamu di <Sweet Sixtee>  Cheng Zheng di <Never Gone>, biksu Tang Sen di <jouney To The West> atau Dj di <xXx : Return of Xander Cage> yang mampu menggunakan berbagai benda sebagai senjata, mereka semua adalah dia, dan juga bukan dia. Setiap naskah yang dipilih olehnya, dan selama itu merupakan ulangan karakter sebelumnya, ia akan segera menolaknya, tapi ia merasa bahwa jenis penolakan itu bukan karena dia secara khusu ingin melakukan sesuatu yang berbeda. “Ketika satu saat mengarah ke kehidupan yang memuaskan, kehidupan yang benar – benar baik, maka menjadi bertanggung jawablah untuk diri sendiri”.


“Kehilangan popularitas adalah hal yang sangat wajar”

Dalam kegelapan malam, wawancara dan pemotretan sudah akan berakhir. Sopir Kris Wu sudah berada dalam perjalanan menuju kota Shanghai.

Di luar jendela, lampu neon The Bund dan garis batas Oriental Pearl Tower, semua tampak begitu dekat dalam jangkauan, namun tujuan mereka masih jauh. Pada titik ini, ia mengambil inisiatif untuk berbicara. “Kau dapat mengajukan pertanyaan apapun, aku tidak ingin staf untuk menyesal”.

“Ada pertanyaan?”

”Ya, pertanyaan apapun“.

“Apa pendapatmu jika para penggemar meninggalkanmu?”

“Ini adalah era yang serba cepat sekarang, bahkan lebih lagi untuk industri hiburan. Hari ini kau menyukai seseorang, besok kau akan menyukai orang lain, ini benar – benar  umum. Terutama ketika orang yang kau suka adalah seseorang yang sangat jauh, sebenarnya kau memiliki lapisan pelindung, dan dapat mengontrol situasi yang seperti ini. Akan selalu ada fans yang pergi dan ada juga ada orang biasa yang tiba tiba berubah jadi penggemar. Orang – orang terus berubah dalam berbagai sisi, dan aku tidak akan pernah bisa cocok untuk semua orang”.

“Maka apakah kamu takut bahwa akan ada hari dimana kau tidak populer lagi?” pertanyaan itu diajukan tiba – tiba.

“Mengapa aku harus takut bahwa suatu hari tidak akan popular lagi?” jawabannya datang sama – sama cepat.

img-48299bc4f6c736816154b8c508199364

Dimatanya, dalam hidupnya ia telah pernah mengalami kehilangan puncak dari karir basketnya yang ia anggap sebagai pencapaian tertinggi secara pribadi. “Setelah kehilangan sesuatu, tidak ada yang lebih dari itu tapi dua emosi. ‘Aku sebelumnya memiliki itu , bagaimana aku bisa kehilangannya, atau ‘Itu sudah pergi, dan itu sangat normal”…. Aku  akan bersedia memilih untuk mejadi yang terakhir”.

Dulu basket adalah tempat dimana Kris mendapat prestasi tingkat tertingginya. Sejak mulai bermain basket pada usia 11, setiap hari selama 24 jam, dia tidak bisa menunggu untuk memeluk bola basketnya saat tidur. Dia tidak akan melakukan olah raga lainnya, ia spenuh hati menenmpatkan semuan ke dalam mimpi – mimpinya untuk menjadi pemain basket professional.

“Waktu telah berubah”. Inilah yang terus menerus dikatakn Kris Wu. Dia ingat bahwa untuk generasi ibunya, tuntutan konsumen masih sangat dangkal. Pada saat itu idola nasional adalah Andy Lau, banyak penggemar yang akan membeli tiket konsernya dan bahkan harus diadakan di kota mereka bagi  mereka yang menghadirinya, karena akan nyaman berpergian dengan kereta api ke kota – kota lain.

Dan untuk tahun masa kecilnya, era ketika komputer dan ponsel belum menjadi populer, satu – satunya hiburan adalah untuk pergi ke pusat game dan bermain game street fighter. Tak satu pun dari keluarganya yang tertarik dalam industri hiburan, dan ia sendiri tidak pernah menyukai selebriti sebelumnya – dulu hidupnya hanya terdiri dari basket.

Tetapi bagi generasi diatas 1995 – 2000an, kondisi keluarga mereka menjadi lebih baik dan lebih baik, praktis bisa menggunakan ipads dan ponsel dari saat lahir. Dengan sifat konsumerisme, ini menyebabkan kekuatan penggemar menjadi yang paling terdepan, bersama – sama dengan perkembangan internet, ini mengakibatkan jarak antara artis dan penggemar  yang semakin dekat. Dia tahu bahwa dia telah diuntungkan sebagi akibat dari perubahan baik yang terjadi. “ekonomi telah bergantung pada sumbernya, dan ketika daya beli fans meningkat, penggemar akan secara alami menjadi kekuatan terbesar untuk orang yang mereka sukai.

Kris Wu mendapatkan keuntungan dari sistem idol ini. Tapi ini tidak berarti bahwa ia akan berkompromi pada posisinya sebagai idola. Pada kenyataanya langkah demi langkah dalam proses memahami tempatnya sendiri di industri, Kris Wu telah menjadi lawan terbesar untuk dirinya sendiri.

“Sekarang Aku tidak muda lagi, sampai datang suatu hari ketika aku tidak seperti apa yang aku terlihat sekarang, ketika aku tidak lagi populer, itu akan benar – benar normal”, katanya.

“Kobe Bryant juga memiliki masa puncaknya, setelah kehilangan itu, bagaimana ? itu berarti kerugian, kerugian selamanya. Jadi jika ada datang suatu hari ketika aku tidak lagi popular, jika aku mengatakan bahwa aku tidak akan berpikir kembali ke hari – hari dimana aku masih populer ,pasti itu tidak akan mungkin. Tapi setelah berpikir kembali, lalu apa? Aku akan sedih dan melakukan segala sesuatu yang bisa aku lakukan untuk menjadi popular lagi? Jika itu terjadi, sekarang aku masih akan bermain basket tanpa henti, tanpa rasa siang atau malam hari”.

img-047fd823d5e08dcc35b59c0791175986

Dimatanya, orang akan melakukan hal yang berbeda pada setiap tahap dalam hidup. Sebagai contoh, selama masa muda mereka mungkin melakukan beberapa hal gila. Sangat menyukai seseorang, ataupun idola. Ketika ia masih muda, ia menyukai Kobe Bryant, hingga ia berada di titik dimana dia ingin menonton salah satu pertandingannya. Mimpi terbesarnya adalah saat dimana Kobe memberikat bola basket yang sudah ditandatangani untuknya, dan dia berharap bahwa suatu hari, dia dapat menjadi seperti Kobe Bryant. Namun pemikiran pada saat masa mudanya akan berubah seiring dia bertambah dewasa.

“10 tahun kemudian, aku akan berusia 26 tahun. Penggemarku juga akan lebih tua 10 tahun dari mereka sekarang, dan akan menikah, menetap dan punya anak. Pada saat itu akankah mereka melakukan hal hal yang mereka lakukan seperti sekarang? Mungkinkah? Jawabannya mungkin tidak ada. Oleh karena itu, bahkan jika suatu hari aku tidak lagi popular, aku masih akan hidup, dan akan hidup untuk diri aku sendiri”. Jawabannya, seperti biasa pendek dan sederhana; dan ekspreksi di wajahnya tak tergoyahkan.


credit to :

China – Eng trans : Becca

Eng – Bahasa trans : yohanayos

[Bahasa] Suara Kris untuk Vogue Me Bag.1

img-2e1daf97660cc5baabe7d0b3eda0d3dc

Apakah ada saat dimana Kau merasa tidak dapat dapat terus membuat musik?

Perlunya untuk memiliki  penyesuaian yang terus menerus dan terbuka terhadap hal baru. Jika Kau tidak memiliki terlalu banyak hal baru, mungkin kau tidak akan mendapat inspirasi untuk menulis. Aku percaya bahwa ada banyak orang di industri musik ini yang memiliki kesulitan. Untuk saat ini aku masih baik baik saja, sekarang aku menghabiskan sebagian besar waktuku untuk syuting film, dan sebagai hasilnya telah mengumpulkan energi yang kreatif. Aku merasa bahwa diriku sendiri akan meledak. Meskipun sekarang aku tidak punya waktu untuk melakukannya, namun pikiranku sudah terbayang jelas tentang jenis musik apa yang aku inginkan. Bagiku, musik adalah cara untuk menikmati dan melepaskan, aku tidak benar benar merasa lelah. Di masa depan aku berharap untuk dapat lebih menyeimbangkan antara musik dan film.

Apakah Kau ingin bekerja dengan musisi luar negri?

Aku selalu merasa bahwa kesempatan untuk bekerja dengan musisi luar tergantung pada takdir. Aku berharap bahwa selama kerja sama tersebut, kita dapat saling memberikan pengakuan satu sama lain, dapat berkomunikasi, baik itu tentang musik maupun tentang kita sendiri, sebuah kolaborasi tetap; bahkan lebih, dan bukan hanya kolaborasi berdasarkan pekerjaan saja.

Apa yang kau pikirkan tentang karir aktingmu?

Aku harap dapat mengambil tantangan karakter yang berbeda, karakter yang memiliki terobosan terbaru. Aku harap bisa mencoba hal hal yang baru dan berbeda. Aku sangat berpikiran terbuka, dan berharap bahwa di masa depan aku akan dapat menemukan peran yang lebih menantang. Namun naskah yang seperti itu sulit sekali untuk dihadapi, itu bukan hanya tantangan yang besar untuk aktor, namun merupakan tantangan juga bagi seluruh tim produksi. Ada banyak peran yang ingin aku coba, tetapi beberapa tidak bisa disaksikan oleh sebagian besar penonton, mungkin mereka lebih menuju ke sastra dan seni film. Ketika aku belum menemukan karya yang bagus,pertama tama aku akan berpegang pada pemikiran seperti ini.

Bagaimana perasaanmu ketika bekerja dengan Luc Besson untuk pertama kalinya?

Luc Besson adalah juru kameranya sendriri, ia adalah penulis naskah, sutradara, dan juru kamera. Ini mengapa proses pengambilan gambar dapat dapat berjalan lebih cepat, karena dia sangat jelas tentang bagaimana saja yang dia inginkan., sehingga hal ini dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan juru kamera. Hal ini menyebabkan proses syuting berjalan sesuai jadwal. Aku berpikir bahwa dia sangat menakjubkan.

img-97214295f96c72413a2b31b12eaa8bf4

Bagaimana perasaanmu tentang pepatah yang berbunyi “Harga kebebasan kadang kadang justru seharga sebuah ketidakbebasan”?

Sebenarnya aku telah mendapatkan banyak hal dalam karir, aku bisa syuting film yang aku inginkan, membuat musik sendiri, mendapatkan dukungan dari banyak penggemar, bisa melakukan apa yang aku inginkan. Ini adalah kebebasanku, tapi mungkin aku bisa kehilangan beberapa jenis kebebasan yang lain. Kau tidak dapat memiliki kue dan memakannya juga, hanya memiliki sikap yang normal akan baik baik saja. Aku sudah terbiasa dengan gaya hidup seperti ini, memiliki jiwa yang bebas itu sudah cukup untukku.

Menurutmu apa yang paling penting di dalam persahabatan?

Sebagai seorang teman, hal yang paling mendasar adalah agar memperlakukanku layaknya seoarang saudaranya, dan aku akan melakukan apa saja untuknya. Karena aku adalah seseorang yang akan mendukung teman-temanku sampai akhir. Ketika masih muda, aku menganggap bahwa teman –temanku akan melakukan hal yang sama untukku. Jika aku berdiri untukmu, mengapa kau tidak berdiri juga untukku? Aku telah merasa seperti ini sejak masih muda, tapi nyatanya orang- orang tidak berpikir demikian. Mereka tidak akan melakukan hal yang sama seperti apa yang telah aku lakukan pada mereka. Perlahan lahan kemudian aku mulai melihat siapakah teman sejatiku. Perlahan hatiku dapat mengerti itu semua. Ketika aku menjadi lebih tua, aku sudah tidak lagi memiliki permintaan seperti itu, namun tidak akan sedih juga, sebab berharap mereka dapat berdiri untukmu adalah sesuatu yang sebenarnya kamu harapkan lebih dari dirimu sendiri, jadi janganlah meningkatkan harapanmu.  Jika kamu ingin membantu teman, maka kau harus membantunya, dan jika kemudian mereka tidak membantumu balik, maka itu hak mereka.

Keterampilan apa yang ingin kau pilih?

Saat ini  kemampuanku semuanya digunakan dengan baik, tapi semua itu belum dimanfaatkan sepenuhnya, seperti seorang pemimpi, aku ingin memberikan tanda pada semua orang. Namun setiap poin harus mempunyai tempat untuk perbaikan. Dalam hal ini, usaha yang banyak sangat dibutuhkan. Untuk keterampilan baruku, aku tidak akan berharap untuk memberikan diriku terlalu banyak tekanan.

Apa itu mode (fashion) ?

Memakai sesuatu yang mencirikan dirimu. Mode adalah sesuatu yang mana menyatu denganmu, menggambarkan sikap dan auramu. Pada saat yang sama, itu erat kaitannya dengan musikku. Seorang yang membuat musik hip-hop akan memakai pakaian yang membuatnya nyaman.

Apakah kamu suka mengubah banyak jenis gaya rambut?

Aku suka warna rambut yang berbeda , hanya memikirkannya seperti aku sangat menyukai semuanya. Ketika gaya rambutku bisa mendapatkan pengakuan, atau disukai oleh orang, maka itu adalah hal yang bagus, dan mungkin inilah bagian dari mode yang mana menarik orang lain. Ketika masih muda, kau harus mencoba banyak hal. Hal seperti potonganku sebelumnya, memakai anting dan sebagainya, semua itu adalah mode, ini adalah bahasa yang umum.

 

credit to :

China – Eng Trans : Becca

Eng – Bahasa Trans : yohanayos

 

Yoho!Girl – Kris Wu : Kebebasan yang Berbeda

img-2c19dc4fbff0511297ce196de8f2702c

Kris Wu tidak pernah berpikir dirinya itu seorang idola. Dia hanya mengatakan bahwa Ia berprofesi sebagai penyanyi dan juga aktor, dan baginya pada saat ini karir adalah segalanya. Dia menyerap seperti spons, dan juga mengeluarkan dirinya seperti itu juga , menemukan suka cita meskipun kebebasannya terbatasi, untuk mencapai kemungkinan hasil yang terbesar dalam kehidupan.

Saat itu pukul setengah sebelas malam, di tempat parkir sebuah hotel bintang lima di Shanghai. Tiga puluh hingga empat puluh pria dan wanita muda berdiri tertib di depan sebuah van Mercedes. Sebagian besar usianya dibawah dua puluh, mereka memegang handphone atau kamera, memfokuskan pandangan mereka pada pintu darurat dalam kegembiraan. Ada perasaan senang yang tebentuk di udara basement yang pengap, mengantisipasi untuk dilepaskan.

Tiba-tiba beberapa gadis mulai berteriak, tapi tidak secara rusuh melainkan masih berbaris dengan tertib. Kris Wu telah tiba. “Mengenakan atasan putih dan celana hitam serta mengenakan kupluk wol hitam?”. Seorang gadis bertanya dengan lantang. “Saya tidak merasa panas”. Kris Wu menjawab dengan sopan. Setelah saling sapa secara sederhana, Ia membuka pintu van. “Aku pergi sekarang, bye bye”. Para fans melambaikan tangan serempak padanya, enggan untuk melihat dia pergi.


Setelah berada dalam mobil, Kris Wu melepas kacamata hitamnya, kelelahan jelas terlihat di wajah tanpa riasannya. Dia telah bekerja sepanjang hari dari hari sebelumnya, menyelesaikannya hingga pukul dua dini hari. Hari ini merupakan hari lainnya yang didedikasikan sepenuhnya untuk bekerja.. “Sehari sebelum itu seperti ini juga, dan kemarinnya juga seperti itu … Saya selalu sibuk seperti ini, Saya sudah terbiasa untuk itu, namun tidak keberatan sama sekali, karena itu pekerjaan saya, itu bagian dari rasa sakit dan kebahagiaan” .

img-6521b33109c06c97c96e2e2b4c18c382

Sebuah daftar merangkum pencapaian Kris Wu – pada akhir tahun lalu, setelah kembali ke China selama dua tahun, ia telah bermain di total 9 film, menyanyikan 5 lagu, menandatangani kerja sama dengan 20 merek, dan melakukan pemotretan untuk 15 sampul majalah. Selain itu, ia juga telah membuat daftar beberapa “pertama kalinya” – menjadi selebriti pria Asia pertama yang diundang oleh label fashion Burberry untuk berjalan di catwalk dan juga menutup pegelaran mereka, menjadi selebriti Cina pertama yang bermain di NBA All Star Celebrity Game, serta 13 ‘pengalaman pertama’ lainnya, indikasi yang jelas dari popularitas dan upaya kerja kerasnya. Setelah setengah 2016 berlalu, Ia telah menyelesaikan syuting untuk 3 film, dua di antaranya adalah produksi besar Hollywood – <xXx: The Return of Xander Cage˃, yang dibintangi Vin Diessel, dan <Valerian and the City of Thousand Planets˃, yang disutradarai oleh Luc Besson.

Selama di set pada hari pertama syuting untuk – <xXx: The Return of Xander Cage˃, Kris Wu merasa sangat gugup. “Pertama, seluruh naskah dalam bahasa Inggris, meskipun bahasa bukan kendala, tapi bagi Saya itu adalah pengalaman yang benar-benar baru. Kedua, adegan pertama adalah adegan grup dengan Vin Diesel sendiri, dimana Ia terus memberi Saya lebih banyak percakapan. Aku benar-benar mengalami apa itu yang disebut seperti memiliki ‘gunung stres’”. Tapi dengan sangat cepat, Ia melakukannya sangat baik dengan seluruh tim. Sutradara  DJ Caruso mengunggah gambar Kris Wu di Twitter, dan Luc Besson bahkan menambahkan dua bintang di kerah kostum untuk <Valerian and the City of Thousand Planets˃ dan berkata kepadanya, “Ini adalah hadiahmu untuk belajar dengan baik”

Menurut mereka yang bekerja di industri ini, di barisan ‘fresh meat – aktor muda’ industri entertaintment Cina, untuk mempertahankan nilai dan menonjol dari yang lain, yang pertama harus bergantung pada hasil pekerjaan yang baik, dan kedua tergantung pada hubungan baik. Ini bukti bahwa Kris Wu tidak kurang dalam keduanya. Dimulai dari karya pertamanya <Somewhere Only We Know˃, Kris Wu telah ‘mengumpulkan’ daftar sutradara: Xu Jinglei, Guan Hu, Feng Xiaogang, Stephen Chow, Tsui Hark … Semua dari mereka melihat dia berpotensi. Tahun lalu pada hari ulang tahunnya, ‘setengah dari industri hiburan’ mengirimkan ucapan dan doa untuknya. Dia mengatakan bahwa dia telah menyadari nilai kunci saat bekerja. “Memperlakukan para pemain dan kru sebagai keluarga saya, dan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman. Sekarang ini, nilai kunci itu adalah ketika saya bekerja dengan santai maka saya memiliki hasil terbaik. “

Mereka yang telah bekerja dengan Kris Wu sebelumnya, semua memiliki kesan yang mendalam akan kesopanannya dan juga sikap profesionalnya. Suatu hari disaat proses syuting, studio tersebut ditempuh dalam 40 menit berkendara. Setelah hampir setengah jam, asistennya, duduk di kursi penumpang depan, diam-diam menyebutkan bahwa Kris Wu belum sarapan, dan apakah boleh jika dia makan sambil diwawancara. Bagaimana rupa sarapan bintang besar ini? Hanya roti sosis yang biasa dibeli dari toko. Tidak lama setelah makan, Kris Wu tiba-tiba menunjuk sebuah mobil barang yang sedang melaju, dan mengeluarkan ekspresi seperti anak kecil. “Wow, ‘mie daging babi dengan lada putih’, terlihat cukup enak”.


Setelah tiba di studio, makeup, styling, fotografi dan wawancara semua dimulai dalam dengan serentak. Kami melirik jadwal, dan jadwalnya berakhir tertulis pada tengah malam. Di lokasi, Kris Wu tidak berbicara banyak, setelah pemotretan dengan satu set pakaian dia akan berganti ke baju berikutnya, berpose lagi dengan tatapannya yang tajam. Sutradara Guan Hu sebelumnya telah memuji Kris Wu karena memiliki “sebuah sisi keras kepala di tulangnya, sisi dirinya yang tidak dapat dikendalikan”. “Ini, adalah apa yang saya alami sejak lahir. Ketika saya masih muda, Saya mempunyai rasa bseperti superior yang tidak dapat dijelaskan, haha  “. Kris Wu berkata sambil tersenyum, “Mungkin itu juga karena pengaruh dari budaya Barat, dan juga, karena menjadi si Scorpio yang misterius dan menyendiri”

Ketika dia tidak bekerja – meskipun kasus tersebut jarang, Ia menikmati bermain game di ponsel, bermain basket, atau tinggal di rumah. Jika dia ingin menonton filmnya sendiri, Ia tidak memiliki cara untuk menonton seperti biasanya orang di bioskop-bioskop. “Saya akan memesan seluruh bioskop dan menonton dengan beberapa teman”. Di mana ia tidak dapat memiliki kebebasan sementara dalam hidupnya, dia bekerja keras dalam karirnya. Dalam film <Journey To The West: Bab Iblis˃, ia memainkan peran Tang Sen, dan itu adalah pertama kalinya ia mencukur habis rambutnya hingga botak. Pada suatu waktu, timnya agak tidak yakin, dan menyarankan kepadanya untuk memakai wig kepala palsu. “Itu tidak akan terlihat baik, Saya perlu benar benar mencukur habis”, kata Kris Wu. Untuk waktu yang  sangat lama, dia akan selalu memakai topi untuk datang ke sebuah acara. “Kau akan menemukan banyak orang yang akan memberitahumu bahwa ‘ini mungkin tidak baik’, ‘Bagaimana jika itu’. Ketika Kau mulai mendengarkan mereka, Kau akan kehilangan kepribadianmu sendiri. Saya seseorang yang sangat percaya individualitas. Ketika saya merasa bahwa sesuatu itu benar, saya pasti akan melakukannya. Semua orang secara bertahap akan terbiasa dengan gaya saya bekerja “.

Bukan orang yang mengikuti massa, Kris Wu hanya menerima pekerjaan yang menarik baginya. “Jika tidak ada tantangan, itu bukan sesuatu yang layak dilakukan, dan saya tidak akan melakukannya”. Kris Wu mengambil peran Xiao Fei di <Mr.Six˃ karena dia tidak pernah mengalami gaya hidup mewah sebagai pemuda dari generasi kedua yang kaya; dan untuk <L.O.R.D˃, itu karena syuting yang dilakukan dengan cara yang sangat khusus. “Tidak ada apapun di set lokasi, segala sesuatu harus bergantung pada imajinasi seseorang, yang mana benar-benar ujian untuk seorang aktor”. Adapun Tang Sen, “Peran ini sangat berbeda dari yang sebelumnya telah saya mainkan, itu benar-benar layak untuk  dinantikan”.

img-78f382dd0de92f74b29d261395bab911

Sutradara film Jepang Hirokazu Koreeda pernah berkata, “Kreator bukanlah orang yang menguasai dunia, tetapi itu adalah orang pertama yang sangat sadar dalam menerima bahwa tidak ada kebebasan yang ada di dunia, dan memperlakukan batas kebebasan sebagai elemen yang ‘menarik’”. Ketika datang waktu untuk bekerja, Kris Wu juga dengan gembira menyerap berbagai elemen baru. “Saya ingin menemukan lebih banyak cara untuk meningkatkan kemampuan, selama aku merasa bahwa itu menarik, saya akan bersedia untuk belajar dan memahami.” Ketika ia syuting dengan Luc Besson, ia melihat gaya pengambilan gambar yang sama sekali baru. “Setiap hari kita akan selesai lebih awal, dengan efisiensi yang luar biasa tinggi, dan Kami bahkan mampu untuk melakukan syuting dua hingga tiga adegan lain yang sebelumnya tidak direncanakan. Sebanyak itu, sehingga hal ini membuatnya benar-benar tertarik. Kris Wu menyadari bahwa di set, Luc Besson bukan hanya sutradara, tetapi juga juru kamera. “Saya bertanya-tanya, apakah itu hanya Sutradara Luc yang seperti itu, atau apakah mereka semua seperti itu di Prancis? Mereka mengatakan kepada saya bahwa hal itu sangat umum di Perancis. Benar-benar luar biasa”. Dia berharap bahwa akan ada hari di mana ia sendiri akan bisa menjadi seniman yang terampil. “Setiap karyamu akan menjadi karya seni, itu adalah sesuatu yang inovatif, signifikan, dan bermakna”. “Saya tidak pernah berpikir diri saya sebagai idola, dan tidak ingin menjadi idola. Menjadi idola bukan hal baik, seseorang harus menjadi teladan bagi orang lain. Saya hanya ingin menyajikan karya yang baik dan membawa positif bagi mereka yang menyukai saya. Saya hanya bekerja sebagai penyanyi, dan aktor. Di luar pekerjaan, tidak ada yang saya pikirkan. Aku hanya peduli tentang karya saya. “

Baru-baru ini, apa yang membuat Kris Wu sangat senang adalah pengakuan luar yang ia terima dalam perannya di . “Sebagian besar itu …. haha, mengapa begitu aneh ketika saya mengatakan itu? Adapun yang lain ‘menjadi tampan dan mampu berakting dengan baik adalah hal yang menakutkan, sekarang yang paling menakutkan di sini’”. Membaca komentar seperti itu membuat saya sangat senang, walaupun saya tidak merasa seperti itu. “Baik itu menyanyi, akting atau mengatur gaya berbusana, mampu melakukan seperti yang saya inginkan dan mendapatkan pengakuan dari para penonton adalah sesuatu yang Kris Wu merasa sangat memuaskan, dan seperti semua kerja keras yang telah dilakukan akhirnya terbayar sudah.
Dan hari itu kami menyelesaikannya hampir pada pukul tiga dini hari…

 

Q & A – Dibalik tampang yang dingin dan keren

 

Apakah Kau menyadari seberapa populernya dirimu?

Biasa saja. Baik jika aku popular atau tidak bukan tempatku untuk berbicara. Jika orang-orang berkata bahwa aku popular maka aku popular, jika tidak ya berarti aku tidak.

Kali ini jika melihat kembali ke film yang pertama <Something Only We Know> apakah Kau sudah tumbuh dan berkembang banyak?

Pada saat itu, aku benar benar tidak tahu apa-apa. Itu adalah film pertamaku, dan jujur Aku tidak tahu apapun. Ketika Aku datang ke lokasi, Aku bahkan tidak tahu bagaimana pergerakan kamera dan perspektif pengambilan gambar. Ketika Kau membicarakannya, itu membuatku benar- benar ingin menontonnya kembali, untuk melihat bagaimana aku saat masih pemula. Setelah semuanya, Aku hanya seperti ini sekali, haha.

Apakah Kau akan menonton film yang dibintangi dirimu sendiri? Apa yang akan Kamu pikir ketika melihatnya? Mengoreksi kesalahanmu?

Tentu, Aku akan menempatkan diriku sebagai penonton, melihat seluruh film dengan sudut pandang tidak berpihak dan melakukan penilaian.

Menurutmu bagaimana cara untuk mengembangkan kemampuan akting?

Waktu, pengalaman, dan tetap stabil. Aktor yang baik tidak mendapatkan kemampuannya berdasarkan belajar, namun berdasarkan pengalaman hidupnya. Aku suka metode berakting ini, dan inilah yang apa sutradara ingin aku tetap jaga.

Peran apakah yang kamu rasa sangat ketagihan untuk diperankan?

Xiao Fei, Tang Sen. Saat ini Aku tidak dapat mengatakan terlalu banyak tentang Tang Sen. Aku sangat menyukai karakter Xiao Fei, yang mana akan bisa Aku perankan dengan baik.

Bagaimana perasaan setelah bekerja dengan banyak sutradara terkenal?

Memikirkan hal itu sekarang, itu seperti mimpi. Sejak kecil,aku tumbuh dengan menonton film-filmnya Stephen Chow, dan itu tidak pernah terbayangkan sebelumnya di hidupku jika Aku bisa mempunyai kesempatan untuk membuat film dengannya. Hidup memang seperti ini, beberapa hal terjadi sangat cepat, bahkan sebelum proses berjalan, itu sudah terjadi. Merasakan hal seperti ini benar benar membuatku merasa luar biasa beruntung.

Rencana apakah yang Kau punya untuk Hollywood?

Tidak banyak rencana, biarlah berjalan secara alami, dan itu juga bergantung pada takdir. Aku hanya mengambil dua film itu karena Aku pikir keduanya itu bermakna, bukan karena aku ingin “Terjun ke Hollywood”

Peran apakah yang ingin Kau coba kedepannya?

Mungkin, aku ingin mencoba peran sebagai psiko (punya gangguan jiwa).

Kau sangat suka mengambil tantangan, tapi apa yang Kau lakukan jika gagal?

Tentang ini? Aku tidak tahu bagaimana Kau akan menentukan apakah kegagalan itu, Aku rasa selama Kau bekerja keras dan menyelesaikan tantangan, tidak akan yang disebut kegagalan. Dalam industri ini, tidak peduli apa yang Kau lakukan pasti selalu akan ada yang suka dan tidak.

Kapan Kau akan mengeluarkan lagu baru?

Aku akan membuatnya dengan segera. Sulit untuk seimbang antara berakting dan bernyanyi. Karena ketika sedang focus pada satu pekerjaan, tidak akan ada waktu dan energi untuk hal lain. Kali ini aku harap untuk menempatkan focus lebih besar pada music.

Menurutmu apakah kepribadianmu termasuk terbuka atau tertutup?

Sebelumnya Aku sangat tertutup, yang mana itu bagus dan juga tidak. Saat ini aku setengah tertutup dan setengah terbuka. Menjadi seorang yang tertutup itu bagus, yang mana itu memberikanmu lapisan pelindung tambahan.

Apakah Kau lucu?

Aku ini perasa humor yang lemah (telat mikir). Biarkan aku katakan, itu benar benar! Sangat parah! Ketika aku merasa lama berpikir, itu benar-benar…. Tapi pada akhirnya Aku bisa membuatmu tertawa, itulah dimana kemampuanku berada.

 

Source : Yoho!Girl weibo

China – English Trans : Becca

English – Bahasa : Yohana

People Magazine: PORTRAIT – KRIS WU Part 3: Kembali ke Cina

Kembali ke Cina

Menentukan Nasib di Tangan Sendiri

Di dunia ini ada dua macam orang yang percaya jika nasib mereka berada di tangan mereka sendiri. Yang pertama adalah mereka yang terlahir dengan sendok perak di mulutnya [T/N: idiom untuk orang yang terlahir dengan keluarga kaya] yaitu mereka yang tidak pernah bergulat dengan nasib itu sendiri. Yang kedua adalah mereka yang bertarung dengan nasib dan menjadi pemenang. Kris Wu adalah tipe orang yang kedua.

Tidak peduli itu meninggalkan Ibunya ataupun meninggalkan SM setelah perjuangan berat selama 7 tahun, Kris Wu membuat keputusannya sendiri dengan berani dan berbuat sesuatu untuk itu. Akhirnya keluar menjadi pemenang, hasil yang mengikutinya juga sangat banyak dan dari situ Kris Wu menjadi semakin kuat dan percaya diri.

Continue reading

People Magazine: PORTRAIT – KRIS WU Part 2: Kehidupan di Korea

Kehidupan di Korea

Kevin, Seorang Sahabat

“Aktingmu semakin baik sekarang, kau tahu kenapa? Karena kau sudah memperlakukan tempat ini sebagai rumahmu.” Tahun lalu ketika syuting Never Gone, Kris Wu ingat apa yang dikatakan oleh kameramen. Di film itu Kris Wu berperan sebagai pemeran utama pria. Anehnya, suatu waktu ia akan merasa sangat nyaman berakting tapi suatu kali ia akan merasa sedikit gugup. Setelah Kris Wu mengenal pemain yang lain dengan lebih baik, ia bisa lebih terbuka dan kemudian ia menerima evaluasi ini. Hal ini menyadarkannya jika; ‘mendapatkan pujian ini hanya ketika seorang aktor mampu menganggap pemeran yang lain sebagai keluarga daripada membatasi diri.… hanya dengan itu kau bisa berakting di posisi terbaikmu.’

Selama wawancara, Kris Wu beberapa kali berkata jika ia berharap bisa mendapat dukungan yang mirip seperti dukungan dari keluarga, dan apakah pekerjaannya bisa mencapai standar yang ia tetapkan untuk dirinya sendiri atau tidak. Setelah kembali ke Cina dan mendirikan studionya sendiri, Kris Wu juga berharap jika hubungan dengan staff di studionya bisa seperti keluarga. Kris Wu percaya bahwa ikatan keluarga dibangun dari kepercayaan, dukungan dan pertemanan.

Continue reading

People Magazine: PORTRAIT- KRIS WU Part 1: Kehidupan di Kanada

Jiwa yang muda namun rentan, mencari kebahagiaan di kelam tipuan akan kebebasan berekspresi tanpa batas dan di dalam hari-hari yang sulit, akhirnya meraih rasa memiliki yang telah ditunggu selama ini.

Kehidupan di Kanada

Bocah yang Sunyi

Pada tahun 2007, setelah berangsur-angsur terbiasa untuk hidup di Richmond, Vancouver, ibu Kris Wu merasa nyaman dan puas untuk pertama kalinya. Beliau dapat membayangkan kehidupan selanjutnya; anak laki-lakinya yang berumur 17 tahun akan masuk ke universitas tahun depan, membaur dengan komunitas, dan mengikuti keinginannya untuk ia menjadi dokter, menikah, dan memulai sebuah keluarga, dan tugasnya menjadi seorang ibu akan selesai sudah. Dengan lega ia berkata, “Kita akan bisa memiliki hidup yang nyaman seperti ini.”

Kadang Kris mengitari jalan kecil di sekitar rumahnya. Saat ia merasa tertekan, hal itu menenangkannya. “Ada saat di mana aku menjadi pemberontak, dan meninggalkan rumah.” Kris Wu mengatakan bahwa ia telah ‘pergi dari rumah’ namun ibunya tidak dapat mengingat anak itu melakukannya, dan saat mendengarnya dari <Majalah People> bertahun-tahun kemudian, beliau sedikit terkejut. Menaggaapinya, ia berkata, “Mungkin ia merasa ia meninggalkan rumah, tapi sebenarnya ia hanya berjalan mengitari rumah.”

Saat hari ujian masuk universitas terus mendekat, bingung akan apa yang harus dilakukan, muncul perselisihan di antara Kris Wu dan ibunya.

Kris merasa hubungan antar dirinya dan ibunya mulai runtuh. “Itu bukanlah rumah yang bisa kutempati lagi. Mengenangnya, ia berkata pada <Majalah People>, “Aku merasa aku harus melakukan sesuatu demi keluarga ini, dan aku punya keinginan yang sangat kuat untuk melakukannya, karena aku satu-satunya laki-laki di rumah ini, dan aku harus bergegas.”

Sejak lahir hingga sekarang, sebagian besar waktu Kris Wu adalah bersama ibunya, dibesarkan sendiri olehnya. Saat beliau bercerai di tahun 2000, ibunya yang berumur 30-an memutuskan untuk memberi anaknya nama marganya dan bertekad untuk membesarkannya sendiri. Continue reading

Majalah People; Kevin Shin – “Tentang Kris Wu”

tumblr_inline_o58w31fBlZ1rpb2f5_500

“Orang-orang menyukaiku akan bagaimana diriku sebenarnya.

Jika kamu tidak suka, kamu tidak perlu memaksakannya.”

Inilah yang Kris katakan padaku.

Tentang Kevin

Lahir di Chicago, Korean-American, Kevin Shin bergabung dengan SM pada tahun 2006 setelah melalui audisi di Amerika. Di tahun 2007, Kris Wu juga menjadi trainee di SM setelah melalui audisi di Kanada. Dengan latar berlakang yang mirip dan mereka yang sebaya, saat mereka pertama kali bertemu, mereka langsung akrab. Kris dan Kevin berlatih bersama-sama dari subuh hingga malam selama 3 tahun. “Kami berlatih tiap hari, bertemu tiap hari, dan tinggal bersama.”, dengan harapan dapat debut bersama dan berdiri di atas panggung yang sama.

Pada tahun 2010, karena konfliknya dengan SM, “Aku tidak ingin menjadi idol.”, ia memutuskan untuk meninggalkan SM dan mengembangkan karirnya sendiri. Saat ia pergi, Kris menangis. Ia bilang, “Kita sepakat akan debut bersama, menjalani hari-hari yang berat bersama, jadi kenapa kamu pergi duluan?” …….. Aku merasa dia akan segera debut, dan kubilang, “Kenapa kamu harus pergi sekarang? Aku sangat sedih.” Kris Wu bertanya padanya 3 kali, ‘apakah kamu yakin akan pergi?’ Kevin bilang ‘ya’. “Baiklah, jika kamu yakin, aku berharap kamu baik-baik… di masa depan, aku pasti, pasti akan membantumu.”, kata Kris.

Setelah Kevin meninggalkan SM untuk membuat musiknya sendiri, ia harus melwati masa-masa yang sulit. Kemudian, Kris Wu debut sebagai member EXO, dan menjadi terkenal. Meski begitu, mereka berdua tetap saling kontak tiap hari. Meski SM tidak memperbolehkan Kris untuk kontak dengan mantan trainee, ia sering pergi diam-diam untuk menemui Kevin.

Berdua, mereka membuat lagu <Lullaby>, yang berisi rasa bersalah keduanya terhadap ibu mereka. Di liriknya tersebut, “I’m sorry Mom, these years have been tough. Don’t wanna see you cry, just sing me a lullaby.”

Pada tahun 2014, Kris Wu melampirkan penghentian kontraknya dengan SM, dan kembali ke Cina untuk mengembangkan karirnya. Satu di Cina, satu di Korea Selatan, meski terpisah, pertemanan Kris dan Kevin tidak memudar. Di waktu terpuruknya, Kris masih bilang ke Kevin, “Apapun yang terjadi, jangan pernah merubah dirimu dari dirimu yang sesungguhnya.” Ia benar-benar ingin memberi Kevin banyak-banyak semangat. “Aku selalu bilang padanya, tidak perlu khawatir, apapun yang terjadi, kamu masih punya aku sebagai temanmu. Jika hal-hal tidak berjalan sesuai rencana, datanglah ke Beijing dan tinggal bersamaku, kita buat musik bersama-sama.”

Setelah bekerja keras, Kevin akhirnya bergabung dengan perusahaan CHITWN MUSIC di Korea Selatan, dan akhirnya mendapat kebebasan membuat musik hip hop yang ia sukai.

Pada tanggal 6 November 2015, Kris Wu mengadakan acara temu fans pada hari ulangtahunnya, dan Kris berdiri bersama Kevin di atas panggung di Stadium Beijing Workers, menyanyikan lagu <Lullaby>. Kevin menyatakan ke <Majalah People> bahwa baginya, saat ia berdiri bersama Kris di panggung itu, adalah momen di mana mimpinya menjadi kenyataan.

Saat wawancara, Kris Wu berulang kali berkata pada <Majalah People> bahwa Kevin adalah sahabat baiknya, saudaranya, dan teman seperjuangannya. Wartawan <Majalah People> melakukan wawancara melalui telepon dengan Kevin yang sekarang berada di Korea Selatan. Kevin berkata bahwa Kris Wu adalah teman dekatnya, dan mereka menjalani waktu trainee bersama-sama. Dalam waktu itu, Kris Wu benar-benar menghargai dan bertekad untuk melanjutkan pertemanannya bersama Kevin, yang sesungguhnya sangat mengejutkan bagi Kevin. Continue reading

[Bahasa Trans] Wu Yifan untuk GRAZIA Februari 2016

1602 Grazia8Saat kami melangkah masuk ke tampat pemotretan – lapangan basket indoor di Shanghai, seorang pemuda berbusana putih berlari, lalu berhenti tepat di luar perimeter 3-point, mengarahkan  lemparannya, dengan luwes mengangkat kedua tangannya dan melakukan jump-shot, masuk dengan halus. Reaksi pertama para penonton  itu satu – “Siapa itu? Sangat bersemangat.” Siapa lagi? Tentu Kris Wu.

Saat pemotretan, kami mengetahui bahwa Kris Wu sangat mencintai basket. Meskipun ia berbusana tuxedo rapi ataupun trench coat, ia terlihat apik di kamera sambil men-dribble bola, dari tangan kiri ke tangan kanan dengan mudahnya, menyelesaikan pemotretan untuk tiap set tak lebih dari 10 menit, sungguh mencerminkan pesona dan kemampuannya. Tak hanya tangannya yang tak meninggalkan bola selama pemotretan, saat wawancara tentang basket, ia dengan spontan menjawab layaknya seorang juru bicara, “Basket menguatkan tubuh, meningkatkan rasa percaya diri, dan menumbuhkan kemampuan bekerja sama, tidakkah itu luar biasa?” Pada hari itu pula, ia membuat sebuah peraturan; setelah selesai pemotreatan untuk satu set, ia harus memsaukkkan satu basket, baru berganti baju untuk set selanjutnya… “Meski sudah malam, selama ada waktu senjang saat bekerja, aku akan membawa bola basket untuk berlatih, akan kubawa kemanapun pergi, dan menaruhnya di samping tempat tidurku saat aku tidur.”

Ia mengerahkan segala yang ia punya, karena tak lama setelah wawancara, Kris Wu akan bertolak ke Toronto untuk ikut berpartisipasi di NBA All Star Weekend Celebrity Game, dengan tracy McGrady dan Rick Fox dalam timnya. Tentang pertandingan ini, Kris Wu terlihat sangat senang, “Mampu pergi ke NBA untuk bermain kali ini benar-benar adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Aku tidak pernah terbayang dengan menjadi aktor dan penyanyi, aku bisa mewujudkan mimpiku tentang basket yang telah kumiliki sejak lama, dan aku merasa sangat, sangat senang.” Pertandingan tersebut berkenaan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, yang berarti ia tidak bisa kembali bertemu dengan keluarganya. Meskipun begitu, ia melihat sisi positifnya, “Untuk aku mampu menyempatkan waktu untuk basket itu cukup berarti. Keluarga, teman-teman dan timku, semuanya senang karenanya!” Seberapa senangnya ia, ia tetap merasa ada tekanan. “Ada banyak bintang-bintang NBA, mereka semua sangat terlatih. Dan ada perasaan bahwa aku mewakilkan kami, orang-orang Tiongkok, aku merasa aku harus bekerja lebih keras.”

Grazia bisa menjamin bahwa Kris Wu tidaklah membual, karena sejak awal Desember lalu, demi melatih kemampuan basketnya, ia menaikkan berat badannya sebanyak 10 kg, agar ia tidak terpental keluar lapangan, tidak peduli dengan imejnya. Ia juga meningkatkan latihannya, “Sudah lama aku tidak latihan, jadi kemampuanku banyak merosot. Kadang aku juga melatih kekuatanku di gym.” Lalu tentang semua basket yang ia capai, “Insting tentang bola itu sangat penting di pertandingan. Untuk sekarang, aku akan latihan shooting kapanpun aku bisa, hahaha.” Apakah ia merasa ia harus menang jika ia sebegitu kerasnya berlatih? “Bukan itu intinya, menang atau kalah itu tidak penting. Tentu, menang itu lebih baik. Aku berharap pelatih  akan memberiku waktu di lapangan lebih lama, atau aku bisa memberi Tracy McGrady lebih banyak assist, agar ia bisa mencetak poin lebih banyak.” Jadi, sudahkah ia ngobrol denganorang-orang di timnya? “Tidak ada waktu untuk itu, semuanya sibuk, tapi sebelum pertandingan akan ada waktu pemanasan, untuk kami mengenal satu sama lain. Terkecuali beberapa selebriti, aku lebih familiar dengan gaya bermain Tracy McGrady dan bintang-bintang basket lainnya.”

Bulan lalu, Kris Wu menyatakan ia memiliki projek amal tentang basket, Extraordinary Honor Court, yang bertujuan untuk memberi anak-anak kurang mampu yang menyukai basket lapangan-lapangan basket yang lebih baik. Saat berbicara tentang hal ini, ia sangat-sangat serius. “Melakukan projek amal adalah hal yang sudah lama aku rencanakan, sebagai figur publik, aku harus melakukan yang terbaik untuk membantu lebih banyak orang. Ada banyak anak-anak kurang mampu yang ingin lapangan basket yang lebih baik, yang ingin kondisi bermain yang lebih baik pula, dan inilah bantuan yang mereka butuhkan.” Dan alasan mengapa ia memilih basket di langkah pertamanya melakukan amal itu sangat sederhana – Passion. “Aku mencintai basket dengan sangat, jadi aku percaya aku bisa bekerja keras di bidang ini, dan aku sangat antusias untuk bisa melaksanakannya dengan baik.”

Passion” – Kata ini telah diangkat oleh Kris Wu tak hanya sekali hari itu. “Musik adalah ekspresiku. Aku bertekad untuk bernyanyi di panggung dan berinteraksi denga fans, aku sangat antusias dengan hal itu.” “Menjadi aktor juga adalah bentuk ekspresiku. Terutama saat berusaha membentuk karakter, lalu saat karakter tersebut berhasil untuk dibawa ke dunia nyata di layar lebar, ada perasaan bangga atas hal itu.” “Melakukan hal-hal berkaitan dengan fesyen adalah keinginanku sendiri. Misalnya, untuk mendapat teman-teman baru, atau memperlihatkan berbagai sisi yang kupunya.” Ia bahkan mengatakan seluruh kekuatannya telah tertuju padanya, “Sebenarnya ada banyak hal yang sedang kukerjakan, jadwalku sampai sudah sanga padat. Jujur, akan ada saat di mana aku sangat lelah, dan tanpa passion, tentu akan sangat sulit untuk terus maju. Tapi, jika aku benar-benar menyukainya, aku bisa bilang pada diriku sendiri untuk terus berusaha.”

“Tapi aku tidak sebegitu suka mencanangkan gol spesifik untukku, misalnya mendapatkan suatu penghargaan atau semacamnya. Ada banyak hal yang ingin aku lakukan dan jika aku seperti itu, aku menyulitkan diriku sendiri, aku takut hal itu akan merusak antusismeku. Aku hanya berharap untuk bisa selalu menjalani tugas-tugas harianku sebaik yang kubisa, mengerahkan 100%-ku untuk setiap hal yang kulakukan.” Ya. Dan hasil jerih payahnya telah tiba – kami beritahu sebuah rahasia, Kris Wu bilang hal yang paling membuatnya bahagia akhir-akhir ini adalah “Ada orang-orang yang menjadi fans karena lakonku, karena Xiao Fei. Benar, aku juga mendapat surat dari orang-orang yang mengatakan bahwa mereka menyukai cara berpakaianku.” Hingga saat ini, ia tiba-tiba berganti persona jadi 4D, memukul pahanya dan tertawa, “Lihat, sekarang aku punya fans untuk musikku, fans untuk film-filmku, fans faseyn-ku, dan fans untuk kemampuan basketku.”

Tentang fokusnya untuk tahun baru, ia mengernyitkan alisnya, “Sekarang aku punya banyak identitias, penyanyi, aktor, model, bekerja untuk projek amal…” setelah berpikir setelah beberapa saat, ia meneruskan, “Di waktu yang akan datang, aku masih belum tahu apalagi yang akan kulakukan, mungkin akan ada kejutan lainnya, bahkan hal-hal yang belum pernah kupikirkan sebelumnya, karena ada kemungkinan yang tidak berujung di masa depan. Tidak ada yang bisa yakin. Suatu hari aku mungkin jadi seorang director, siapa tahu?”

Sebagai penutup, ia mengatakan sebuah kalimat penuh dengan kebijaksanaan, “Ambil semua kesempatan saat kamu muda dan penuh tenaga untuk melakukan hal-hal yang kamu sukai, jangan berikan dirimu kesempatan untuk menyesal!” Continue reading

Pop Star Kris Wu on Kobe Bryant, Burberry, and Upping His Style Game

1602119 Vogue

Pop stars have an unquestionable influence on fashion, but only a select few have the impact of Kris Wu, the Chinese-Canadian idol whose every move is watched by legions of fans around the globe. Known for his adventurous taste in streetwear and uncanny ability to spark a trend, Wu has spent 2016 cementing his status as an international name to watch. From appearing on the runway for Burberry’s menswear show to playing on Drake’s team during the NBA All-Star Celebrity game, Wu has been seemingly everywhere of late—and he’s just been cast in the action film xXx: The Return of Xander Cage. On the heels of the All-Star weekend in Toronto, we caught up with the affable star, who talked with us about his love of Kobe Bryant, how he keeps ahead of the fashion game, and why basketball remains his number one style influence.

When did you first become interested in fashion?

When I was in my teens, I spent all my energy playing basketball, and sportswear was the main focus in my closet. Afterward, I became selective about finding and wearing clothing that fit my style. That is what gradually grew my enthusiasm for fashion. My style is “Kris style.” I don’t think it is necessary to create it deliberately; I just let it form naturally. I keep looking for what suits me, experimenting and being bold about trying out what I like.

You’re very ahead of the curve; how do you feel about the “trendsetter” label?

I feel grateful. Everybody has his or her own style; anyone can be a trendsetter. I know there are many who imitate what I wear, and it makes me feel both happy and honored, because it is [a sign of] approval to me.

What was it like taking to the runway for the first time at Burberry?

To be given the opportunity was unexpected but thrilling. I love Burberry’s collections, so doing the show was very special.

You also played in your first NBA All-Star Celebrity game—how was that?

Super-cool! When I was 15, I dreamed that one day I could stand on the stage of the NBA, but physical reasons stopped me from becoming a professional basketball player. Being able to participate in the All-Star game and team up with Mr. [Tracy] McGrady made me feel like I was living a dream. I was a bit nervous in the game, but I did my best to score six points. Initially, I felt a bit disappointed about it, but on the other hand, it makes me even more driven to participate in the All-Star game again next year.

As a basketball fan, was there a part of the experience that was especially exciting for you?

Seeing Kobe, of course, because he is my all-time idol. This was his last All-Star game, which is extremely monumental! Being able to witness his performance on court is meaningful to all of Kobe’s fans. He is one of the NBA ’96 golden generation, and growing up, I remember watching him, so his retirement has made me feel that my youth has gone as well.

But there were so many great moments. Tracy McGrady was taking care of me like a brother, and we made a tacit team together. I used to play as center or forward, but in this game I played as guard, and he kept encouraging me to break through my own limits during the game. The Skills Challenge excited me as well. And the Slam Dunk Contest; [Zach] LaVine and [Aaron] Gordon were literally flying, and it was fascinating. Then I discussed several topics concerning charity with [former Houston Rockets player] Yao Ming. I felt very grateful to him for sharing his insight and experience with me. I chatted with David Shoemaker, CEO of NBA China; he is very kind, and I told him I would like to return next year. Of course, the most important thing for me was seeing Kobe.

What’s next for you?

I will be mainly focused on shooting The Return of Xander Cage, and then I will hopefully do more in music, fashion, basketball, and charity.

Source Vogue

Reposted by Tara Lee