Kris Wu Untuk Vogue Me Edisi Juni 2018

 

Belakangan ini, Kris Wu sedang dalam proses untuk menyiapkan album pertamanya di Los Angeles. Ia baru saja menyelesaikan syuting MV untuk lagu barunya [Like That], yang dijadwalkan akan dirilis di seluruh dunia pada tanggal 18 Mei. Bintang utama wanita MV tersebut adalah bintang sampul kita, supermodel Stella Maxwell. Album ini digadang-gadang sebagai salah satu tonggak sejarah dalam karirnya di dunia hiburan, dan juga merupakan fokus dalam perkembangan hidupnya secara pribadi. Dibandingkan dua tahun yang lalu, Kris Wu yang sekarang terlihat lebih dewasa. Kris Wu cukup percaya diri di albumnya ini dan hatinya pun lebih tenang.

‘Aku sudah ingin merilis album ini sejak lama, dan sudah mempersiapkannya sejak dua, atau tiga tahun yang lalu. Kalian tahu, aku sangat pemilih ketika memilih lagu, karena itulah memerlukan waktu yang sangat lama (untuk album ini akhirnya dirilis). Keseluruhan album ini seperti sedang menceritakan sebuah cerita, jika kalian mendengarkan lagu-lagunya secara berurutan, kalian akan benar-benar mengerti siapa aku yang sebenarnya.’

Kris Wu menuturkan saat ia masuk industri hiburan, ia telah bekerja keras untuk pemirsa internasional, dan ia berharap jika kerja kerasnya bisa mendapat pengakuan global. Saat ini, ia telah telah memiliki fans dari seluruh dunia. Pada tahun 2017, lagunya [Deserve] yang berkolaborasi dengan Travis Scott mendapatkan respon yang luar biasa di Amerika Serikat

Kris Wu mengekspresikan harapannya terhadap album baru ini;

‘Musik yang masuk di album ini seluruhnya adalah representasi dari diriku. Mencakup Urban, Hip-Hop, Pop, R&B dan masih banyak lagi elemen dari berbagai genre yang berbeda. Bahkan ada lagu yang menggabungkan melodi pop Cina dan rap. Aku barharap musik yang kubuat bisa disukai pendengar di Cina dan seluruh dunia juga. Kami bekerja keras untuk mencoba beberapa hal yang keren!’

Tidak peduli di Cina ataupun di luar itu, saat ini adalah era sosial media, selebritis berbondong-bondong mengekspos sisi realistis dari diri mereka. Mungkin ini tidak cukup untuk menunjukkan masa depan Kris Wu, tapi ia dengan jelas berkata;

‘Aku tidak suka setiap saat harus memakai topeng selebritris. Ini bukan diriku yang sebenarnya.’ Kebebasan Kris dalam berekspresi ini juga bisa dilihat di dalam proses pembuatan musiknya. ‘Caraku membuat musik sangatlah unik. Pertama, aku akan mendengarkan beat tanpa melodi apapun. Aku akan membiarkan sound engineer memainkan sebuah lagu, kemudian aku akan ke studio rekaman dan menulis melodi pembuka. Setelah mendapatkan ide kasar, barulah menulis lirik. Inilah proses kreatifku. Insting natural, sebuah kemampuan mendengarkan dengan hati.’

Kris Wu meluapkan kekagumannya pada musisi lain tanpa malu-malu, dan menanti kesempatan di mana ia bisa sanggup berada di level yang sama dengan mereka dengan kerja kerasnya sendiri. Sebenarnya, tahun lalu, Kris Wu berkolaborasi dengan  Pharrell Williams untuk sebuah lagu, mereka berdua bahkan tampil bersama di Cina, dengan bersemangat Kris Wu menuturkan. ‘Pharrell dan aku akan segera mempunyai beberapa kolaborasi. Aku mendengarkan lagu-lagunya saat aku remaja, dan dia adalah penyanyi pertama yang kudengarkan (lagunya)!’ apakah kalian mendengarkan [Frontin], duetnya dengan Jay-Z? bahkan hingga sekarang, sesekali aku masih mendengarkannya!’

Tahun ini, salah satu film aksi yang dibintangi Kris Wu akan dirilis yaitu [Europe Rider]. Saat syuting ilm tersebut, ia mendapat luar biasa banyak training untuk adegan aksi. Ia diwajibkan untuk mengambil gambar beberapa adegan aksi, sering ditali di kawat bantu, dan dapatkah kalian bayangkan betapa melelahkannya keseluruhan proses tersebut?

‘Aku merasa sangat beruntung bisa mendapatkan banyak pengalaman berharga selama syuting, tapi pada saat yang bersamaan, aku juga merasa bisa sedikit beristirahat adalah hal yang bagus juga. Bagaimanapun juga, harapan karir sebagai aktor lebih lama daripada penyanyi (t/n: sebagai aktor, untuk mendapatkan reaksi penonton harus menunggu berbulan-bulan ketika film dirilis. Sedangkan penyanyi, reaksi bisa didapatkan di tempat ketika sang penyanyi tampil di atas panggung.). saat ini aku tidak menerima peran apapun, karena aku berniat untuk fokus membuat musik.’

Kris Wu ingin publik mengenalnya sebagai siapa dirinya yang sebenarnya dan bukan sebagai figur idola yang diimpikan publik. Cara terbaik untuk mengekspresikan dirinya adalah melalui musik.

‘Ketika aku tidak berada di bawah kamera, aku hanyalah orang biasa.’ Kata Kris ia mendeskripsikan gaya berbusananya sebagai sangat street, jins dan jumper, sangat santai. Tentu, sebagai duta global Burberry, dia juga sering memakai busana dari merek tersebut.

‘Sejujurnya, aku tidak benar-benar punya aturan. Yeah…. Kecuali untuk mobil.’

Ketika menyebutkan mobil sport, matanya berbinar—membeli mobil, membicarakan tentang mobil, model mobil impian, saling mengenal sesame penikmat mobil dan sebagainya. Berbicara mengenai Mercedes Benz 2014 SLS AMG, dia hampir tidak bisa menahan diri.

‘Mobil ini mempunyai pintu gunting! Harganya sekitar $500,000 USD. Sangat mahal!’ kata Kris. ‘Sejak kecil aku suka dengan mobil tapi saat itu aku belum punya uang untuk membelinya. Sekarang aku sudah punya uang jadi bisa dibilang hampir setiap hari aku pergi ke dealer mobil untuk melakukan hampir segala macam penyetelan atau modifikasi, dan aku menikmatinya!’

Kris Wu memiliki mobil baik di Beijing ataupun di Los Angeles, tapi di Cina dirinya tidak menyetir sendiri.

‘Jika aku keluar dan menyetir sendiri, aku akan dikerumuni (oleh fans).’ Di Amerika, jumlah orang yang mengenalinya lebih sedikit. ‘Ini cocok untukku dan memberiku kesempatan untuk kembali ke realita (sebagai seorang biasa). Aku adalah pengemudi yang bertanggung jawab, aku tidak akan mencari sensasi ngebut. Aku tahu bagaimana menghargai nilai dan pesona dari mobil sport, jadi seperti membeli sebuah karya seni, aku membeli mobil bukan untuk dipamerkan.’

‘Di tempat-tempat di mana orang tidak mengenalku, aku suka bergabung dengan sesame penyuka mobil, dan hal tersebut sangat menarik. Bahkan, aku diam-diam mengikuti berita-berita yang mereka posting di Instagram, bertemu di lokasi acara bersama pemillik mobil lain, dan bicara dengan mereka mengenai mobil…. Di sana, aku merasa seperti orang biasa.’

Dengan begitu, keseimbangan bisa didapat. Baik dalam kehidupan pribadi ataupun di jalan, hanya seperti di Los Angeles hari ini, Kris Wu sudah puas dan juga berharap jika semuanya bisa melambat dan berkembang dengan stabil. Sedangkan dalam kehidupan karirnya, ia sudah siap dengan dobrakannya, semua telah disiapkan dengan kecepatan penuh.

 

–Bonus–

 

Vogue Me dan Kris Wu sepertinya telah ditakdirkan untuk bertemu di Los Angeles. Di sini, ia memancarkan tipe cool yang tidak seperti pada hari-hari biasa. Meski Stella Maxwell melakukan permotretan terlebih dulu, Kris datang satu jam lebih awal, menunjukkan keramahan dan sisi dirinya yang cute. Tentu saja dari waktu ke waktu, fotografer bertalenta kita mampu menangkap ketampanannya, bahkan Stella memujinya;

‘Kris Wu ini terlalu cool, tidak heran jika dia adalah bintang, aku bahkan pernah mendengar nama Kris Wu sebelumnya. Jika ada kesempatan lagi, aku benar-benar ingin bekerja sama kembali!’

Trans Indonesian by Tara Lee
Trans English by Becca
Photo courtesy Vogue Me Weibo and Instagram

Advertisements

[Trans-Bahasa] Kris Wu x Se Weekly Interview

Interview Kris Wu bersama Majalah Se Weekly

“Aku tidak akan berhenti melakukan sesuatu hanya jika penggemarku tidak menyukainya”

Di kehidupan nyatamu, apakah kau adalah seseorang dengan gaya hip hop dalam kesehariannya?

Ya, aku selalu menyukai Hip Hop. Tapi jika itu menyangkut pakaian yang digunakan, maka akan menyesuaikan. Ketika aku kecil, aku akan memakai celana dan atasan yang lebih besar dari tubuhku, karena itu gaya rapper yang sedang ngetren, tapi sekarang gaya mereka sudah berubah dengan menggunakan sesuatu yang mana menggabungkan banyak elemen. Contohnya, di masa lalu, kau mungkin berpikir jika jaket kulit adalah gaya khas seorang rocker, dan memakai kaos adalah gaya untuk anak hip hop. Tapi sekarang, tidak ada perbedaan yang mencolok diantara keduanya.

Kau pernah mengatakan sebelumnya jika kau memiliki jiwa R&B, bisakah kau menjelaskannya?\

Hahaha, sebenarnya aku sedang setengah bercanda. Apa yang aku maksud adalah aku sangat menyukai genre musik yang seperti ini, sangat menyukai budayanya, dan mungkin aku pikir ini cocok sekali denganku, dan cocok dengan seleraku. Selama pembuatan genre musik ini, aku seperti ikan di dalam air, karena dalam waktu yang singkat, aku bisa menghasilkan banyak karya yang aku rasa cukup bagus.

Banyak orang yang merasa jika budaya Hip Hop itu identik dengan pemberontakan dan kemarahan. Apa kau punya rasa pemberontak sekarang ini? Apakah kau juga perlu mengeluarkan ekspresi seperti itu?

Aku pikir punya rasa pemberontak itu tidak apa-apa, dalam hal ini seseorang bisa menyampaikan pikirannya secara lebih langsung. Namun ada satu poin yang ingin aku ulas kembali, [yang mana] banyak orang telah salah kira dengan hip hop. Mereka merasa jika hip hop itu sangat agresif dan sedikit berisik, jadinya mereka merasakan aura negatif dari musik itu, padahal sebenarnya bukan seperti itu. Ini hanyalah salah satu dari gaya hip hop, yang mana tidak pernah menjadi gaya yang umum. Sering kali, menyanyikan lagu bernuansa rap itu seperti sedang membaca puisi. Ini semua tentang ritme, mengekspresikan banyak frasa yang indah dan cerita bermakna yang terkandung dalamnya. Pendengar umum harus memberikan kesempatan lain untuk musik hip hop, dan hal ini membutuhkan gabungan kerja keras dari orang banyak.

Maukah kau membuat lagu untuk seseorang atau suatu grup?

Untuk sekarang ini belum, tapi karena aku berpartisipasi dalam acara ini, aku secara pribadi akan menulis lagu untuk para kontestan, untuk Tim yang aku pilih.

Tahun ini kau terlibat dalam banyak program variety, menurutmu kemampuan varietymu meningkat?

Tidak, aku selalu menjadi diriku sendiri.

Sebelumnya kau mengatakan jika hip hop memiliki pendengar yang lebih sempit. Apakah kau khawatir jika penggemarmu tidak menyukainya?

Tentu saja tidak, karena aku sangat menyukai budaya ini, tidak hanya musiknya. Alasan mengapa itu tidak umum adalah karena banyak orang salah paham tentang budaya hip hop. Jika mereka penggemar yang menyukaiku, aku juga berharap jika mereka akan menyukai budaya dan jenis musik seperti ini. Sebaliknya, aku tidak akan berhenti melakukan apa yang aku sukai hanya karena penggemarku tidak menyukainya. Itu adalah sesuatu yang tidak akan membuatku senang.


Lirik lagumu yang paling favorit?

Tidak bisa memikirkannya saat ini, ada banyak sekali, mungkin satu atau dua baris dalam setiap lagu.

Penyanyi favorit?

Aku rasa masih sama, Drake.

Aktor favorit?

Leonardo DiCaprio

Menurutmu apa bagian terbaik darimu?

Keseluruhan diriku itu tampan

Bahkan jika kau sedang diet, makanan apa yang haru tetap kau konsumsi?

Nasi!

Dimana tempat yang paling mungkin untuk bisa bertemu denganmu?

Lapangan basket

Apa yang biasanya kau lakukan untuk mengurangi stress?

Mendengarkan musik, bermain game di rumah.

Jika kau mempunyai kekuatan super, kemampuan apa yang ingin kau miliki?

Terbang

Kenapa?

Aku rasa jika akan ada banyak kebebasan, aku bisa terbang kemana saja.

Kata paling lucu yang ingin kau sampaikan pada penggemarmu?

Tidak ada~

translate

china – eng : @wu_yi_fan

eng- bahasa : yohana

 

Kris Wu; “Lebih banyak anak muda yang ingin terjun ke musik hip hop adalah suatu hal yang bagus.”

Pada tanggal 2 Mei, di konferensi pers untuk pembukaan ajang pencarian bakat Chinese Hip-Hop ‘The Rap of China’ yang diselenggarakan di Beijing. Dihadiri oleh tiga grup selebriti produser, Kris Wu, Chang Chenyue & MC HotDog dan Wilber Pan. Setelah konferensi pers, produser Kris Wu menerima wawancara dari reporter iFeng.

Selama wawancara, Kris Wu berbagi pandangan dan pemahamnya yang unik mengenai musik hip hop. Kris Wu menyatakan, meski ia merupakan yang paling junior diantara ketiga grup produser, pemahamannya mengenai musik merupakan poin yang paling mencolok.

Bagaimana kamu mendefinisikan hip-hop?

Yang pertama, pengertian hip-hop sendiri luas, sangat luas, karena hip-hop tidak hanya melulu musik, hip-hop adalah kebudayaan, seperti halnya olahraga. Hip-hop terdiri dari berbagai elemen yang yang berbeda. Kurasa ini tergantung pemahaman setiap individu. Aku merasa jika salah satu poin utama hip-hop adalah keinginan untuk mengekspresikan sikap tertentu. Yang berikutnya adalah metode pengekspresian, banyak orang mengekspresikan melalalui rap namun sebenarnya ada banyak metode yang berbeda. Contohnya sub-sub genre musik yang juga masih termasuk dalam lingkaran hip-hop. Contohnya sekarang, yang menjadi tren adalah EDM yang berbasis hip-hop dan ada lebih banyak orang lagi yang menyukai trap hip-hop. Semuanya ini berbeda genre muskc, jadi sedikit sulit untuk mendefinisikan hip-hop.

Seperti yang baru saya kamu sebutkan, belakangan ini semakin banyak orang yang mendengarkan musik trap dan lebih sedikit yang mendengarkan music 90-an ataupun lawas. Bagaimana menurutmu mengenai hal ini?

Aku rasa hal ini tidak terhindarkan namun yang ingin kukatakan adalah tren musik trap juga akan berakhir suatu hari nanti. Ini adalah sesuatu yang paling ingin kukatakan pada kontestan karena aku percaya bahwa berdasarkan pengalamanku dan melihat tren hip-hop di china sekarang ini, ada banyak kontestan, mungkin 70%, 80% mempunyai pemahaman yang lebih baik mengenai musik trap dan lebih memilih musik trap juga, yang tentu saja ini tidak terhindarkan karena musik inilah yang sedang menjadi tren terpanas. Tapi juga ini merupakan masalah, jika kau melakukan sesuatu yang sedang tren, ketika tren-nya berakhir, hal yang sama juga akan terjadi padamu. Jadi kau harus tahu dimana akar dari passion-mu. Aku tidak bilang kau harus menyukai musik lawas, tapi kau harus mendengarnya. Seperti yang kubilang, di tahun 90-an musik boombab sangat populer, jadi kau harus mengerti era kejayaan hip-hop sebagai salah satu genre musik juga. Dan tidak hanya itu tapi juga mengerti berbagai tipe genre music yang berbeda , misalnya mengenai jazz hip-hop. Itu akan sangat menguntungkan untuk pengembanganmu sendiri. Begitulah sebagian pandanganku.

Saat ini rapper Asia banyak yang bermunculan seperti [Rich] Chigga yang masuk level internasional. Apa kamu punya harapan tersendiri terhadap perkembangan hip-hop di Asia?  

Aku merasa ini adalah hal yang bagus, untuk setiap orang mulai menyukai musik hip-hop, menurutku cool. Ada banyak anak muda yang ingin masuk ke industri ini, meski hip-hop memiliki sedikit penggemar karena memang tidak banyak kesempatan yang tersedia. Contohnya, program acara seperti ini belum ada di China sebelumnya. Ini menjadi program acara pertama dan ini juga kenapa aku merasa jika program ini lebih berarti. Aku berharap aku bisa berpartisipasi karena menurutku ini bisa menjadi platform yang bagus untuk mencapai lebih banyak penggemar yang menyukai musik. Pun begitu, budaya ini memang memiliki penggemar yang sedikit dan di China pasti ada banyak dan lebih banyak lagi orang yang mendengarkan ballad daripada hip-hop, jadi untuk membuat hip-hop lebih mainstream lagi, sudah pasti kita perlu lebih banyak orang.

Jadi, kontestan seperti apa yang paling kamu harapkan di ‘The Rap of China’?

Aku berharap bertemu kontestan yang lebih menguasai semuanya, karena seperti yang kubilang, ada banyak orang yang merasa bahwa hip-hop tidak lebih dari sekedar rap, namun sebenarnya bukan seperti itu, ada banyak cara untuk mengekspresikan diri. Meski sekarang ada banyak melodi yang dibuat berdasarkan genre hip-hop, rap bernada dimana sebuah lagu yang terdengar seperti kita sedang bernyanyi yang sebenarnya (bukan rap), mereka-mereka ini sebenarnya adalah sub-genre dari hip-hop. Ada banyak dan lebih banyak (lagu-lagu seperti itu yang telah diproduksi), contoh yang merepresentasikan genre ini adalah Drake. Banyak yang bertanya-tanya apakah ia adalah seorang rapper atau penyanyi. Jadi ketika aku menyeleksi kontestan, aku berharap melihat basis teknik menyanyinya dan elemen yang lain dan apakah mereka bisa membawakan nada dengan baik, bagaimana menyanyikan reff nya dan bagaimana rap-nya juga. Ada banyak kontestan yang kuharapkan punya kemampuan yang beragam.

Saat ini Kendrick Lamer sangatlah populer dan MV lagu barunya Be Humble bukanlah sesuatu yang musisi lain pernah mencobanya. Bagimana menurutmu?

Aku merasa jika ia luar biasa berbakat. Apapun yang dilakukannya selalu menjadi tren. aku merasa jika mereka yang menyukai hip-hop bisa mencoba untuk mendengarkan musiknya, karena itu akan sangat membantu.

Umumnya, rapper yang menyukai musik hip-hop akan melakukan freestyle atau battle, jadi, apa kamu biasanya melakukan hal itu di waktu senggangmu?

Kadang aku akan melakukannya, tergantung, jika aku punya lawan aku akan mencoba

Dari yang kami lihat dari weibo, kamu sangat menyukai basket. Kamu biasanya bermain di posisi apa?

Dulu aku bermain di posisi point guard namun sekarang aku lebih sering di center forward.

Di NBA Celebrity Game, kau bilang jika kau mengidolakan Kobe Bryant. Sekarang adalah peringatan pertama setahun setelah ia pension, apa yang kau rasakan mengeenai hal itu?

Setelah ia pensiun, aku lebih jarang mengikuti berita NBA.

Apa kamu seorang fans yang loyal padanya?

Iya, aku merasa jika aku kehilangan sesuatu yang berharga untuk ditonton. Jadi sekarang aku tidak benar-benar menonton final dan aku masih sedikit merasa sedih.

Chinese-English by Becca

English-Bahasa by Tara Lee

Kris Wu weibo : ps-maybe this is fanservice

170131 Kris Wu weibo update:

“Vacation ended! Continuing the Journey to the West☺️ See y’all in cinemas today

ps: Probably this is the fanservice “

“Liburan sudah berakhir! Lanjutin perjalanan ke barat (Journey To The West: film terbaru kris) ☺ sampai jumpa di bioskop hari ini.

Ps: mungkin inilah fanservice”


Engtrans : wu_yi_fan

Bahasa: yohana

 

 

[Trans ENG/BAHASA] Kris Wu at Tokyo International Film Festival

img-6bee3c7481679750226497056813686f

Kris Wu at 29th Tokyo International Film Festival 

Interview on stage

Q : Is there any similarities between you and your character in Sweet Sixteen?
WYF : It’s very similar to my childhood. Me on my childhood was quiet and introvert just like the character. When I received the script of this movie, I thought that myself and the character itself has a lot of things in common. So, I was very interested.

Q : Do you have any of your own impressive scene in the movie?
WYF : It’s the ending scene. Because I want to express the realistic feel of the scene, I thought that I should really has the feel of it, so I didn’t sleep at night and make myself grow a beard. That’s the most impressive scene.

Q : Is there any other thing that’s fun on the set?
WYF : It was a scene when I play basketball, I really like to play basketball, so it was so much fun to play basketball on the movie. I was very pleased that I can play my favorite sport in the movie.

Q : There’s an original novel with the same name “Sweet Sixteen”, have you read that?
WYF : Yes, I’ve read (in Chinese). How to say that “I’ve read” in Japanese? (asking the MC) … “Yes, I’ve read, thank you” (in Japanese).

Q : Does a character from a novel difficult?
WYF : Since it’s a novel character, of course it’s described in detail. The book itself and the character also has a lot of fans, so to be able to represented the character more specifically from the fiction itself is difficult. So, as an actor I must read it many times, the whole story of the novel.

Q : What kind of role that you want to challenge in the future?
WYF : I think I want to challenge a role as a murderer. And also, I’m interested in studying Japanese, and also to have a role in Japanese movie.

29th Tokyo International Film Festival Gold Crane Awards Ceremony (TIFFJAPAN), Wu Yi Fan won the Best Actor Award with Sweet Sixteen movie – Winning speech

Hello, I’m Kris. First of all, I feel very grateful to be able to win such an award, and also the organizers who have recognized me. I’m very happy to be able to participate in China Film Week in Tokyo International Film Festival. I think the opportunity of such a cross-cultural exchange is so great. So, I hope people from all over the world can see and like Chinese movies more. I’ll try and continue to work hard in the future. And also, I feel grateful to the shooting team that was doing “Sweet Sixteen” movie, the staff, director, the writers. Thank you for supporting me. And especially I want to thanked the director, too. A director as my teacher, and support a lot of in terms of acting. Thank you everyone. I’ll do my best in the future.

Trans JP-ENG by alvianashin


img-c914b2c5bcc7de3cac66be5b932e3b1d

Kris Wu di Acara Tokyo International Film Festival ke-29 di Jepang

Wawancara di atas panggung

Q: Apakah ada kesamaan antara Anda dan karakter Anda di Sweet Sixteen?

WYF: Ya ada, hal ini sangat mirip dengan masa kecil saya. Saat kecil saya itu tenang dan pendiam sama seperti karakter Xiamu. Ketika saya menerima naskah film ini, saya berpikir bahwa saya dan karakter Xiamu memiliki banyak kesamaan. Jadi, saya sangat tertarik.

Q: Apakah Anda memiliki adegan yang  mengesankan dalam film ini?

WYF: Ya ada, itu saat adegan terakhir. Karena saya ingin mengungkapkan nuansa realistis adegan tersebut, saya berpikir bahwa saya harus benar-benar memiliki nuansa itu, jadi saya tidak tidur di malam hari dan itu membuat jenggot saya tumbuh. Itulah adegan yang paling mengesankan.

Q: Apakah ada hal lain yang menyenangkan di set/lokasi?

WYF: Ya, itu adalah adegan ketika saya bermain basket, saya benar-benar suka bermain basket, jadi itu sangat menyenangkan untuk bermain basket di film. Saya sangat senang bahwa saya bisa memainkan olahraga favorit saya di film.

Q: Terdapat novel asli yang berjudul sama “Sweet Sixteen”, sudahkah Anda membacanya?

WYF: Ya, saya sudah membaca (dalam bahasa Cina). Bagaimana untuk mengatakan bahwa “Saya sudah membaca” dalam bahasa Jepang? (dia bertanya pada MC) … “Ya, saya sudah membaca, terima kasih” (dalam bahasa Jepang).

Q: Apakah karakter dari novel itu sulit?

WYF: Karena itu karakter dalam novel, pastilah dia digambarkan secara rinci. Buku itu sendiri dan karakternya juga memiliki banyak penggemar, jadi untuk mewakili karakter tersebut secara khusus dari sebuah fiksi itu sendiri sulit. Jadi, sebagai aktor aku harus membacanya berkali-kali, seluruh cerita novel.

Q: Apa jenis peran yang ingin Anda coba tantang di masa depan?

WYF: Saya pikir saya ingin mencoba peran sebagai pembunuh. Dan juga, aku tertarik belajar bahasa Jepang, dan juga memiliki peran dalam film Jepang.

 

Malam penganugrahan Gloden Crane Awards di Tokyo International Film Festival ke 29  (TIFF JAPAN), Wu Yi Fan memenangkan Best Actor dalam film Sweet Sixteen – Pidato Kemenangan.

Halo, aku Kris. Pertama-tama, saya merasa sangat bersyukur bisa memenangkan penghargaan tersebut, dan juga panitia yang telah mengakui kemampuan saya. Saya sangat senang bisa berpartisipasi dalam Cina Film Week di Tokyo International Film Festival. Saya pikir kesempatan pertukaran lintas-budaya seperti ini merupakan hal yang bagus. Jadi, saya berharap orang-orang dari seluruh dunia dapat melihat dan lebih menyukai film Cina. Saya akan mencoba dan terus bekerja keras di masa depan. Dan juga, saya merasa berterima kasih kepada tim yang terlibat dalam syuting film “Sweet Sixteen”, staf, sutradara, penulis. Terima kasih untuk mendukung saya. Dan saya terutama ingin mengucapkan terima kasih kepada sang sutradara. Seorang sutradara yang sekaligus guru saya, dan mendukungku dalam banyak hal tentang akting. Terima kasih semuanya. Saya akan melakukan yang terbaik di masa depan.

trans ENG – Bahasa : Yohanayos

 

source : http://chinabluehualan.blog.fc2.com/blog-entry-20.html

[Trans Eng/Bahasa] Kstyle Article : Kris Wu is Coming to Japan

Former EXO member Kris is coming to Japan! It was a delight fan service appearance…greeted fans on stage in Japanese.

 

As a partnership project of the 29th Tokyo International Film Festival, which kicked off on 25th, the “2016 Tokyo China Film Week” is being held to screen the latest 12 Chinese movie works. One of the films that was screened on the 25th is “Sweet Sixteen” (original name: Summer Tears in Paradise) which is starred by the former EXO member Kris (real name: Wu Yi Fan) who greeted the stage at TOHO Cinemas, Tokyo, Japan. Kris, who is particularly drew a great attention for finally visit Japan after a long time.

“Sweet Sixteen” movie is based on a popular novel, and the work of it has drawn interests in China from the early stage of the production.

Many of Chinese fans as well as Japanese fans rushed into the movie teather where the greeting stage was performed, and of course, it was wrapped in heat. Kris went to the stage along with the producer and greeted “Hello, I’m Kris, thank you” fluently in Japanese, and a big cheer came up excitedly from the Japanese fans. Regarding the role that Kris portrayed in “Sweet Sixteen”, the producer also said that the character is also more like Kris himself, about the similarities between the role Kris pointed “I thought it’s similar like when I was a little. A quiet child in mind, no matter what it is. When I got the scenario, I really think it’s similar to myself, so I thought that it’s quite a favorite role” he answered.

For the scene that’s most satisfied in the movie, “It’s on the last scene, it was fully tired in a prison. There was a bag under my eyes, and I have a beard also. That scene is very impressive”, he revealed. The scene where he plays basketball is also a fun scene, “I like basketball, I was happy to play my favorite exercise in the movie”, he said.

Since “Sweet Sixteen” is a movie based on a novel, when the moderator asked “Have you read the novel?” in Japanese, Kris answered “I’ve read”, also in Japanese, and again the Japanese fans cheered, he showed a smile and said “Thank you very much” in Japanese again. Since it’s a movie that’s based on a novel, at one point it’s difficult, “It’s a character from a novel that’s an original work, so I have to read it. I also considered the fans of the novel, and I’d like to reappear (the character) as faithfully as possible, so I have to make my effort”, he said.

                About the role that he wants to try in the future, “Actually I’d like to act a slightly abnormal, unusual role, I want to try a role as a murderer. I also studying Japanese so I’d be prepared if I have a role in Japan (movies)”, he spoke and raised expectations. Finally, the bouquet from fans in Japan was passed to him, he said “It’s beautiful”, in Japanese, didn’t forget the consideration to the Japanese fans until the end. Also in the greeting stage, he showed his affection to the fans for so many times, such as making a heart shape with his fingers or waving to the audiences, the venue was surrounded by the cheers. Even when he left the venue he was standing in front of the door, waved to the fans until the end, expressing his gratitude.


Mantan anggota EXO Kris datang ke Jepang! Itu merupakan sebuah penampilan temu penggemar yang menyenangkan … menyapa para penggemar di atas panggung dalam bahasa Jepang.

 

Sebagai projek kerja sama dari Tokyo Internasional Film Festival yang ke 29, dimana acara ini dimulai dari tanggal 25, “Minggu Film China 2016” diselelenggarakan dengan tujuan untuk menayangkan 12 film China yang terbaru. Salah satu film yang ditayangkan pada tanggal 25 adalah “Sweet Sixteen” (dengan nama asli: Summer Tears in Paradise) dibintangi oleh mantan personil EXO Kris (nama asli : Wu Yi Fan) yang menyapa panggung teater TOHO, Tokyo, Jepang. Kris menarik perhatian yang besar karena akhirnya mengunjungi Jepang setelah waktu yang lama.

Film “Sweet Sixteen” merupakan film yang diadaptasi dari novel yang popular, dan karya tersebut telah membuat tertarik orang – orang di China sejak awal diproduksi.

Banyak dari fans China dan juga fans Jepang bergegas ke teater film dimana acara temu penggemar diadakan, dan tentu saja itu mengesankan hati. Kris naik ke panggung bersama sang produser dan menyapa “Hello, aku Kris, Terima kasih” dengan bahasa jepang yang fasih, kemudian sorakan yang nyaring terdengar dari para penggemar. Berdasarkan peran yang Kris Wu mainkan di “Sweet Sixteen”, produser juga berkata bahwa karakter tersebut lebih mirip dirinya Kirs, tentang persamaan antara peran yang dimainkan, Kris berujar “Aku pikir kesamaannya ketika aku kecil. Seorang anak yang tenang dalam berpikri, tidak peduli apa yang terjadi. Ketika aku mendapatkan naskahnya, aku benar – benar berpikir bahwa ini sangat mirip denganku, jadi aku berpikir bahwa ini adalah peran yang menyenangkan” dia menjawab.

Untuk adegan yang paling memuaskan dalam film adalah, “Itu ada pada saat adegan terakhir, saat itu benar – benar melelahkan ada di penjara. Terdapat kantung mata di bawah mataku, dan aku juga mempunyai jambang. Adegan tersebut sangat mengesankan”, ungkapnya. Adegan saat ia bermain bola basket pun merupakan adegan yang menyenangkan, “Aku suka basket, aku sangat senang untuk bermain olahraga yang aku sukai di dalam film”, ujarnya.

Karena “Sweet Sisteen” merupakan film yang diadaptasi dari novel, ketika sang moderator bertanya “Sudahkah kau membaca novelnya?” dalam bahasa Jepang, kemudian Kris menjawab “Ya, aku membacanya” juga dalam bahasa Jepang, dan kemudian para penggemarpun bersorak, ia tersenyum dan berkata “Terima kasih banyak” dalam bahasa Jepang lagi. Karena film tersebut diadaptasi dari novel, pada suatu titik hal itu sangat sulit, “Itu adalah karakter dari novel yang merupakan karya yang asli, jadi aku harus membacanya. Aku juga memikirkan penggemar dari novelnya sendiri, dan aku juga harus menghidupkan karakter tersebut semirip mungkin, jadi aku harus bekerja keras”, dia menjawab.

Peran yang ingin ia coba di masa yang akan datang, “Sebenarnya aku ingin bermain sedikit tidak normal, peran yang tidak biasa, aku ingin mencoba peran sebagai pembunuh. Aku juga belajar bahasa jepang jadi aku mempersiapkan jika aku mendapat peran dalam film Jepang”, ujarnya mengundang ekspektasi. Akhirnya, karangan bunga dari fans Jepang telah ia terima, dia berkata “indahnya”, dalam bahasa Jepang, tidak pernah lupa untuk memperhatikan fans Jepang hingga akhir. Juga pada saat di panggung, dia menunjukan perhatiannya pada para penggemar beberapa kali, seperti membuat gambar hati dari jarinya, atau melambaikan tangannya pada para penonton, tempat tersebut dipenuhi dengan sorakan. Bahkan ketika dia meninggalkan tempat tersebut, dia berdiri di depan pintu kemudian melambaikan tangannya kepada para penonton hingga akhir, menunjukan rasa terima kasihnya.

 

Trans Japan – Eng by alvianashin

Trans Eng – Bahasa by yohanayos

Source : KStyle http://news.kstyle.com/article.ksn?articleNo=2055519