SPESIAL EPISODE II: Apakah Kau Masih Mengingat Anak Itu?

XMOaS

Apakah kau masih mengingat anak itu? Anak yang selalu duduk di sudut ruangan, anak yang lahir dan dibesarkan di kamp militer, anak dengan hidup yang tragis, anak yang seindah sebuah boneka, masihkah kau mengingatnya? Ia akan selalu memakai kemeja kotak-kotak berwarna biru dan menundukkan kepalanya dalam diam, wajahnya yang menawan membuat orang-orang tidak dapat mengalihkan pandangan mereka darinya. Ketika ia menatapmu, sinar matanya yang kosong, ekspresinya yang tenang, kantung matanya yang tebal, apakah semua itu membuatnya tidak terlupakan? Aku menghancurkan hidup seorang anak yang begitu indah. Bertemu denganku sepertinya adalah malapetaka terbesar dalam hidupnya.

 

Shu Yawang

Aku tidak akan pernah bisa melupakan anak itu. Aku ingat pertama kali melihatnya, ia benar-benar terlihat seperti boneka; sangat indah dan dingin dengan wajah tanpa ekspresinya. Saat itu, aku tidak pernah berpikir bahwa ikatan di antara kami akan sangat dalam, aku pun tidak percaya bahwa aku akan berhutang begitu banyak pada anak itu. Aku selalu berpikir untuk menjaga dan melindunginya. Aku selalu berpikir bahwa ia adalah adik laki-lakiku yang paling pendiam dan paling indah. Aku selalu berpikir bahwa hal-hal yang terjadi ketika kami masih muda, hal-hal itu telah terlewati begitu lama, tetapi mengapa semua kenangan itu masih segar dalam memoriku?

Ketika ia masih muda, ia sangat suka mampir ke rumah. Tidak peduli kapanpun, jika aku berada di rumah, dia juga akan berada di sana. Sejak saat itu, aku menganggapnya sebagai adik laki-lakiku, adik laki-laki yang paling kusayangi, orang yang akan kuperlakukan sebaik mungkin sepanjang hidupku. Ketika kami masih kecil, kami akan selalu bersama layaknya kakak-adik kandung. Saat musim dingin, kami akan duduk di tepi jendela sambil menyipitkan mata dan mengulurkan kedua tangan kami untuk menghangatkan diri di bawah sinar matahari yang amat minim. Aku akan memasangkan sebelah earphone-ku di telinganya, tetapi ia selalu menggeleng dan menolak, ia mengeluh bahwa musik yang kudengar terlalu keras. Kemudian kami akan duduk bersisian, berjemur di bawah sinar matahari sambil mendengarkan musik, terkadang juga kami hanya akan duduk dan mendengarkan suara gesekan rumput di sekitar kami.

Di musim semi, kami akan mengajak Tang Xiao Tian dan Zhang Jing Yu untuk mendaki gunung tertinggi di Kota T. Xiao Tian khawatir kalau-kalau aku kecapekan, jadi ia akan selalu mengulurkan tangannya untuk membantuku. Waktu itu, aku tidak tahu dari mana ia muncul, tetapi Xia Mu akan terus memegang tanganku dan tidak mau lepas. Haha, waktu itu, aku berpikir bahwa anak itu benar-benar posesif.

Saat musim panas, aku tidak suka keluar rumah. Aku hanya akan membawa buku gambarku ke kamar Xia Mu dan menyalakan pendingin ruangan sekencang mungkin, kemudian aku akan menggambar sambil menyantap buah-buahan. Xia Mu akan duduk tepat di sebelahku, entahkah membaca sebuah buku yang sangat tebal ataupun bermain dengan mainan modelnya. Sepasang matanya selalu fokus dan serius, sangat indah. Setiap kali aku menggambar, aku akan melirik Xia Mu dan tanpa sadar menatapnya dalam diam. Ia akan mengangkat kepalanya dan balik menatapku, pupil matanya yang hitam pekat menampakkan pantulan wajahku. Pada saat itu, aku berpikir bahwa akulah Shu Yawang yang paling berbahagia. Pada saat itu, aku memiliki semua kebahagiaan; masa mudaku, Xia Mu-ku, itu semua adalah surgaku. Kenangan masa mudaku berisikan kebahagiaan, dan semua kebahagiaan itu tetap tinggal di dalam diriku sampai ketika satu iblis merusak segalanya.

Pria brengsek itu merusakku dan juga Xia Mu. Aku tidak akan pernah melupakan hari kedua setelah insiden tersebut. Aku berlari ke kantor Grup Hyde untuk mencari Qu Wei Ran, dan setelah membuka pintu ruang rapat, yang kulihat adalah seorang pria yang berlumuran darah dan itu benar-benar mengejutkanku. Ketika aku mendekat, Xia Mu mengangkat tangannya dan mengusap air mata di pipiku, tidak, ia tidak mengangkat tangannya lalu mengusap noda darah yang mengenai wajahnya. Ia menghapus air mataku dengan lembut sambil berkata,

“Yawang, jangan menangis. Yawang, jangan menangis.” Aku akan selalu mengingat keempat kata* ini baik-baik.
*”Yawang” terdiri dari dua kata dalam bahasa Mandarin: “ya” dan “wang”.

Anak itu, anak yang menawan itu akan selalu membuatku tersentuh. Ia akan selalu mengingat dan mengutamakanku. Ia akan membuktikan semuanya dengan tindakan, membuatku benar-benar merasa kagum padanya. Ia membunuh seseorang karenaku, ia membantuku menggugurkan seorang bayi yang tidak diinginkan, dan ia menyerahkan dirinya pada polisi karenaku. Ia selalu ada untukku, ia pernah berkata bahwa ia tidak bisa mendapatkan kebahagiaannya, jadi jika aku mendapatkan kebahagiaanku, ia juga akan bahagia. Ia rela melakukan apa saja untukku, jadi bagaimana mungkin aku membuang kebahagiaannya begitu saja? Kakek Xia pernah berkata bahwa hal yang paling disesalinya dalam hidup adalah bahwa ia menyerahkan Xia Mu padaku. Pria tua ini menatapku dengan penuh amarah dan penyesalan di detik-detik terakhirnya.

“Shu Yawang, kau merusak Xia Mu, kau merusak hidupnya.” Ya, aku merusak Xia Mu, aku merusak anak paling indah di muka bumi ini. Bertemu denganku sepertinya adalah malapetaka terbesar dalam hidupnya.

| Passion Heaven |

Tang Xiao Tian

Aku tidak akan pernah bisa melupakan anak itu. Aku ingat ketika kami masih muda, Zhang Jing Yu pernah memberitahuku,

“Xiao Tian-ah, hati-hati. Xia Mu akan menjadi sainganmu kelak.” Saat itu, aku hanya menertawakan Jing Yu dan tidak benar-benar memedulikan kata-katanya. Aku tidak pernah menyangka bahwa anak sependiam dan semurung itu akan merebut Yawang dariku. Aku tahu bahwa ia menyukai Yawang, tetapi semua anak kecil di kamp militer menyukai Yawang. Aku tahu bahwa ia memperlakukan Yawang dengan baik, tetapi siapa sangka Yawang juga akan berlaku sangat baik padanya. Aku tahu bahwa ia akan melakukan apa saja untuk Yawang, tetapi tidak menyangka kalau ia akan membunuh seseorang demi Yawang.

Ya, aku merendahkannya. Aku selalu mengira bahwa ia hanya seorang anak kecil yang tumbuh dekat dengan gadis tetangga; seseorang yang tidak mungkin berhasil mendapatkan hati Yawang. Aku tidak pernah menganggap Xia Mu sebagai sainganku, atau seseorang yang akan menjadi sainganku. Aku selalu menganggap bahwa perasaanku dan Yawang tidak akan tergoyahkan oleh apapun. Tetapi Xia Mu berhasil, ia berhasil melakukannya. Sejak masih kecil, Xia Mu akan selalu menggali sudut dindingku dengan sekop kecil. Dan ketika badai datang, dinding itu akan hancur terkena angin topan. Hehe, tetapi aku tidak menyalahkannya, sungguh. Kehilangan Yawang adalah salahku sendiri. Aku, Tang Xiao Tian, tidak pernah menaruh dendam pada siapapun karena kesalahanku sendiri, tidak akan pernah. Malah sebenarnya, aku sangat menyukai anak itu, anak yang bersih dan pendiam itu.

Aku selalu menginginkan seorang adik laki-laki. Ketika aku masih kecil, aku akan mengekori ibuku dan meminta padanya berkali-kali,

“Mama, Mama, aku mau adik laki-laki.” Ibuku pun akan selalu menjawab,

“Bagaimana kalau adik perempuan saja?” Aku memikirkan hal itu sejenak, kemudian menolak. Aku hanya menginginkan seorang adik laki-laki, seorang adik yang tampan dan berani. Karena dengan begitu, aku bisa melatihnya setelah aku dilatih oleh Ayah. Aku akan memintanya melakukan push-up dan berlari mengelilingi taman, hehe. Ketika melihat Xia Mu bersama dengan Yawang untuk pertama kali, aku berpikir bahwa anak laki-laki itu sangat manis dan menawan, akan lebih baik jika ia adalah adik laki-lakiku. Tetapi anak kecil ini enggan menjadi adikku. Tidak peduli bagaimanapun caraku untuk mendekatinya, ia akan selalu menatapku dengan dingin dan acuh. Kapanpun aku memberikan makanan enak untuknya, ia akan selalu menolakku. Ketika aku ingin mengajarinya cara berkelahi, ia akan mengabaikanku. Baiklah, kuakui anak itu sangat jarang menatapku, tetapi ketika ia menatapku, ia akan menatapku dengan sepasang matanya yang dingin dan murung. Xia Mu yang seperti itu membuatku frustasi, aku juga termasuk tipe yang mudah dekat dengan anak-anak, anak-anak kecil menyukaiku, tetapi kenapa ia hanya menyukai Yawang dan tidak denganku?

Ia benar-benar melekat pada Yawang; aku ingat saat SMA, Yawang dan aku duduk di tahun pertama SMA sedangkan ia duduk di bangku tahun pertama SMP. Murid-murid tahun pertama SMP tidak perlu mengikuti kelas tambahan di sore hari, mereka diperbolehkan pulang setelah menyelesaikan kelas siang. Tetapi karena Xia Mu ingin pulang bersama Yawang, ia akan tinggal di kelasnya dan belajar sendiri sampai Yawang menjemputnya di kelas. Ia akan membereskan buku-bukunya lalu pulang bersama Yawang. Aku ingat waktu itu adalah musim panas, Yawang akan mengayuh sepedanya dengan Xia Mu yang duduk di kursi belakang, sepasang mata dingin Xia Mu akan terkulai lemas karena mengantuk dan rambutnya akan bergerak searah angin sepoi-sepoi yang bertiup. Wajah Xia Mu akan tetap terlihat acuh tak acuh, tetapi kedua sudut bibirnya samar-samar terangkat. Di bawah langit berbintang, roda sepeda Yawang terus berputar seiring dengan bayangan mereka yang menghilang di tikungan jalan; adegan itu selalu kuingat dalam benakku.

Tidak sampai beberapa tahun kemudian barulah aku terpikir dengan kata-kata Jing Yu dan menyadari bahwa anak itu sudah menyukai Yawang sejak lama. Rupanya perasaannya pada Yawang sangat dalam. Rupanya aku sudah kalah, kalah dari anak yang berdiri di bawah langit berbintang, anak rupawan yang dengan mudahnya puas lalu tersenyum. Anak itu pastilah musuhku di kehidupan sebelumnya, dan tentunya, di kehidupan ini juga. Anak itu merebut wanita yang paling kucintai, tetapi tenang saja, aku tidak menyalahkannya.

| Passion Heaven |

Qu Wei Ran

Kurasa anak itu dan aku memang bermusuhan sepanjang sejarah kehidupan kami, karena pertama kali aku melihatnya, tatapan tajamnya memberitahuku bahwa ia akan menjadi lawanku. Setiap kali kami bertemu, ia akan selalu memberikan sebuah peringatan tajam padaku,

“Jangan muncul di depan Yawang lagi!”

“Aku tidak akan membiarkanmu begitu saja!” Tetapi ketika ia berlaku seperti ini, aku malah merasa lebih senang. Aku ingin tahu apa yang akan dilakukannya jika aku terus muncul. Lalu kenapa kalau ia tidak mau melepaskanku? Apa begitu menakutkan? Wah, benar-benar tatapan yang tajam, aku takut! Aku tidak bisa untuk tidak menertawainya, aku sudah bertemu banyak orang seperti dia ini. Setiap kali aku mendapat kekasih baru, aku akan selalu bertemu dengan orang-orang seperti ini. Mereka, para laki-laki yang ditinggalkan oleh kekasih-kekasih sesaatku itu, akan memakiku habis-habisan, tetapi pada akhirnya, mereka entah menghilang ke mana. Wanita-wanita itu akan tetap berada di sisiku dengan senyum dan tangis, mereka merayuku untuk tetap bersama dengan mereka. Aku benar-benar muak sampai-sampai rasanya aku ingin menelepon pria-pria yang memakiku itu dan berkata,

“Hei, kukembalikan wanitamu, mereka tidak menyenangkan.” Lalu bagaimana anak itu, akankah dia memberikanku kejutan? Karena dia dan Tang Xiao Tian, aku bertekad untuk mendapatkan seorang wanita bernama Shu Yawang. Mendapatkan wanita ini tidak terlalu susah, hanya dengan beberapa gelas alkhohol. Kabar baiknya, wanita ini benar-benar beruntung memiliki dua orang yang akan melindunginya kapan saja dan di mana saja, tetapi karena hal ini jugalah, wanita ini terjebak dalam kecelakaan sederhana dan ceroboh ini, atau mungkin, kalau boleh kukatakan, wanita ini bodoh. Semua wanita pada dasarnya sama saja, tangis mereka tidak berbeda, bahkan reaksi yang mereka berikan sama.

Setelah mendapatkan Shu Yawang, aku tidak benar-benar merasa senang, tetapi malah cukup lelah. Jadi aku akan duduk diam dan menatap dengan dingin dia yang sedang menangis, dia yang sedang memakiku, dan dia yang bersumpah akan melaporkanku ke polisi. Bagaimana bisa ia melaporkanku ke polisi? Aku tersenyum dan membantunya masuk ke dalam taksi, dengan sengaja menanyakan apakah ia akan menggugatku atau menginginkanku bertanggungjawab, tidak apa-apa. Ya, tidak masalah. Apakah ia mau menghilang atau benar-benar memintaku untuk bertanggungjawab atas apa yang telah kulakukan, aku siap. Selain itu, aku sedang menunggu air matanya untuk membawa anak dengan tatapan setajam mata pisau dan rekanku ke hadapanku. Anak itu tidak mengecewakanku, ia benar-benar muncul di hadapanku.

Ia mengangkat pistolnya dan bertanya mengapa aku melakukan hal tersebut pada Yawang. Aku tertawa. Kenapa di dunia ini banyak sekali ‘mengapa’? Jika aku menginginkan sesuatu, maka aku mendapatkannya, sesederhana itu. Anak itu dengan marah berkata bahwa ia akan membunuhku. Aku mengangkat kedua bahuku tanpa peduli banyak, terlalu banyak orang yang sudah mengatakan hal itu padaku, tetapi aku masih hidup dengan tenang. Aku tertawa dingin di dalam hati; ia pasti tidak akan berani menarik pelatuknya. Sepertinya itu adalah kesimpulan terburuk yang pernah kupikirkan. Ia benar-benar menarik pelatuk pistolnya, ketika peluru itu mengenai dadaku dan penglihatanku mulai mengabur, saat itulah aku benar-benar percaya bahwa ia akan membunuhku karena seorang perempuan yang bahkan bukan kekasihnya itu. Ternyata hal yang dikatakannya bukanlah suatu permainan anak kecil biasa, ia benar-benar menyukai Shu Yawang. Ketika aku bangun dari koma, aku melihat Shu Yawang yang menjadi istriku duduk duduk di samping ranjangku. Aku benar-benar senang pada awalnya, sangat senang. Tetapi bukan karena seberapa dalam aku mencintai Yawang, lebih tepat karena aku menemukan umpan pembalasan dendam terbaikku. Xia Mu, aku tidak akan melepaskanmu, aku akan menyiksamu sampai mati seperti yang kau lakukan padaku.

| Passion Heaven |

Xia Luo (Komandan Xia)

“Dinyatakan bersalah atas tuduhan pembunuhan berencana, dijatuhi hukuman enam tahun penjara dan hak-hak politik dihapuskan untuk seumur hidup!” Suara di televisi terdengar dingin seiring dengan gema yang menyebar ke seluruh vila. Pengasuh keluarga Xia menatapku tak berdaya dan bertanya apakah aku hendak menonton siaran yang lain. Aku bahkan tidak punya tenaga untuk sekedar menjawab ya atau tidak. Pengasuh keluarga Xia menatapku dengan empati sebelum berbalik dan pergi. Empati? Aku, seorang komandan militer di Distrik 44, dikasihani oleh seorang wanita? Empati untuk apa? Apa dia merasa kasihan karena anak laki-lakiku meninggal di usia muda dan sekarang cucuku satu-satunya dijatuhi hukuman enam tahun penjara? Enam tahun! Aku memelototi layar televisi ketika berita itu disiarkan di siaran lain.

Pengadilan pada akhirnya menetapkan hukuman enam tahun penjara dan pencabutan hak-hak politik. Ia hanya berumur delapan belas tahun… Cucuku baru berumur delapan belas tahun. Aku tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi padanya selama di penjara. Walaupun semua persiapan sudah kulakukan di kepolisian pusat, tidak ada jaminan bahwa ia tidak akan diganggu dan bisa menjaga dirinya sendiri baik-baik. Dan setelah nanti ia dibebaskan, apa yang harus dilakukannya? Hak-hak politiknya sudah ditiadakan, kehidupan bermasyarakatnya sudah berakhir bahkan sebelum dimulai.

Bel pintu tiba-tiba berbunyi dan pengasuh keluarga Xia segera melihat siapa yang datang sebelum akhirnya memberitahuku bahwa Shu Yawang berada di luar dan ingin bertemu denganku. Apa? Gadis itu masih berani menemuiku? Aku dengan marah melempar cangkir yang sedang kupegang ke lantai, kemudian menyuruh pengasuh keluarga Xia untuk mengusir gadis itu! Pengasuh keluarga Xia dengan segera keluar, dan aku kembali mendudukkan diriku di atas sofa. Gadis itu benar-benar berani. Apa ia tidak takut kalau aku akan menembaknya? Anak itu, sejak kapan ia mendekati cucuku? Sejak kapan cucuku menjadi tak terpisahkan darinya? Gadis itu punya kekasih! Yang paling kusesali dalam hidupku adalah memperkenalkannya pada keluarga Xia! Aku benar-benar menyesal telah menyerahkan Xia Mu padanya. Ia melatih cucuku untuk menjadi seekor anjing yang setia hanya padanya. Jika saja aku menjaga Xia Mu dengan tanganku sendiri, mungkinkah semua akan berbeda?

Mungkin ini sebuah hukuman, karena Xia Mu teramat sangat mirip dengan ayahnya, jadi setiap kali aku melihat Xia Mu, aku akan teringat dengan putraku yang mati muda. Setiap kali aku teringat dengan putraku, aku merasa sedih. Aku tidak bisa mengontrol perasaanku, tetapi aku tidak mau menularkan rasa sedihku pada Xia Mu, ia sudah banyak menderita. Jadi aku memutuskan untuk membiarkan anak-anak rekan-rekanku untuk bermain dengan Xia Mu. Gadis itulah, gadis dengan senyum yang manis, gadis yang akan selalu menegakkan punggungnya setiap kali bertemu denganku, anak gadis yang tampaknya merasa agak segan padaku. Gadis itu… Bagaimana bisa aku berpikir bahwa ia akan mengubah Xia Mu menjadi lebih ceria sedangkan pada kenyataannya ia malah membuat Xia Mu semakin menderita! Aku tidak mengerti apa bagusnya gadis itu. Gadis itu punya kekasih, ia bisa mengetahui perasaanmu terhadapnya, tetapi tetap saja ia akan mendekatimu. Seorang gadis yang pergi minum tanpa persiapan apapun, apa gunanya menyesal atau frustasi karena suatu kecelakaan yang sudah terjadi?

Pengasuh keluarga Xia kembali dan berkata bahwa Shu Yawang menolak untuk pergi sampai ia berhasil menemuiku. Tidak mau pergi sampai ia melihatku? Apa ia datang untuk meminta maaf? Benar-benar lucu, apa gunanya meminta maaf sekarang? Apa gunanya menyesal sekarang? Ya, aku tahu, ini bukan salahnya. Ya, aku tahu bahwa ia juga menyesali segala hal yang terjadi. Tetapi aku tidak bisa memaafkannya, tidak! Aku memberitahu pengasuh keluarga Xia bahwa jika gadis itu ingin menunggu, biarkan saja. Jika gadis itu ingin marah dan berteriak, biarkan ia melakukannya, tidak ada hubungannya dengan keluargaku. Pengasuh keluarga Xia pergi, aku bangkit berdiri untuk meraih pegangan tangga, beranjak naik ke lantai atas. Saat ini, apa Shu Yawang benar-benar berpikir bahwa aku akan memaafkannya setelah ia meminta maaf? Tidak! Tidak mungkin! Aku tidak akan pernah memaafkan gadis ini seumur hidupku, tidak akan pernah. Tetapi Xia Mu, cucuku satu-satunya, apa kau tahu bagaimana perasaan Kakek melihat wajah tirusmu ketika Kakek menjengukmu? Hati Kakek sakit, Kakek berharap bahwa Kakek bisa menggantikan posisimu di penjara. Xia Mu, cucuku yang ceria, bagaimana Kakek bisa melindungimu? Xia Mu, cucuku satu-satunya, kebanggaanku satu-satunya.

Advertisements