CHAPTER XII: Penyelamatan di Antara Kekacauan

Ia tidak pernah berpikir bahwa Yawang akan menjadi istri orang lain.

Di dalam sebuah vila di kamp militer, Xia Mu dikurung di dalam kamarnya. Ia duduk di atas tempat tidurnya dengan kepala yang tertunduk, poninya menutupi kedua matanya seiring dengan ekspresinya yang semakin suram.

Ia tidak pernah berpikir bahwa kakeknya akan mengurungnya di dalam vila.

Di pagi hari, setelah Xia Mu mendengar kabar tentang Yawang dari bibi asuhnya, ia langsung berjalan ke arah pintu utama. Ketika tangannya hendak memutar kenop pintu, sebuah suara tua memanggilnya dari belakang.

“Mau ke mana kau?”

“Mencari Yawang.” Xia Mu menjawab dengan tenang tanpa menoleh.

“Kau tidak boleh pergi.” Komandan Xia berkata dengan suara rendah. Xia Mu membalikkan badannya dengan ekspresi terkejut.

“Kenapa?!” Xia Mu tidak mengerti dengan jalan pikiran kakeknya. Kenapa Kakek melakukan hal itu?! Komandan Xia berjalan mendekati Xia Mu.

“Wanita itu akan menghancurkanmu!” Komandan Xia juga tidak mengerti dengan jalan pikiran cucunya. Kenapa ia tidak bisa menurut?!

“Yawang tidak akan menghancurkanku.” Xia Mu memandang kakeknya dengan dingin. “Kalau Kakek tidak membiarkanku pergi, satu-satunya yang akan menghancurkanku adalah Kakek sendiri.”

“Apa yang kau katakan?!” Komandan Xia membentak dengan suara bergetar.

“Sebenarnya Kakek mengharapkanku untuk menjadi pribadi yang seperti apa?” Xia Mu bertanya dengan tatapan kecewa.

“Menjadi seseorang yang melakukan kesalahan dan mengkambing-hitamkan semuanya pada seorang wanita lalu bersembunyi di punggung kakeknya?” Komandan Xia tidak menjawab.

“Aku tidak mau! Lebih baik aku dipenjara daripada menjadi orang seperti itu!”

“Xia Mu!” Komandan Xia menghentakkan kakinya. “Yawang melakukannya dengan ikhlas, tidak ada yang memaksanya!”

“Aku juga melakukannya dengan ikhlas, tidak ada yang memaksaku.” Xia Mu membuka pintu dan sinar matahari menyambutnya. Xia Mu melangkah keluar dan bergumam pelan,

“Aku akan bertanggungjawab atas apa yang aku lakukan. Jangan khawatirkan aku, Kakek.”

| Passion Heaven |

Komandan Xia memandang kepergian Xia Mu, ia terhenyak dengan kata-kata Xia Mu. Beliau tiba-tiba teringat akan percakapannya dengan putranya dulu, ayah Xia Mu. Ayah Xia Mu juga berusaha meninggalkan rumah untuk sebuah misi yang berbahaya di Yunnan. Komandan Xia tidak membiarkannya pergi; ia memberitahu putranya bahwa tugas itu terlalu berbahaya. Komandan Xia hanya mengharapkan putranya untuk melindungi daerah tempat tinggalnya sendiri, tetapi putranya mengatakan hal yang sama seperti Xia Mu dan pergi!

“Sebenarnya Ayah mengharapkanku untuk menjadi pribadi yang seperti apa?”

“Seseorang yang dapat hidup dengan nyaman.”

“Aku tidak menginginkan itu. Aku hanya ingin melakukan apapun yang kusukai. Aku akan memutuskan hal apa yang akan kulakukan, jangan khawatirkan aku, Ayah.” Rasa sakit karena kehilangan seorang anak menghantam Komandan Xia. Komandan Xia mencengkeram dadanya kuat-kuat dan menarik nafasnya dalam-dalam, tetapi ia tidak merasa dapat bernafas sedikit pun. Paman Zheng dengan cepat menghampiri beliau untuk membantunya.

“Komandan…”

“Bawa Xia Mu kembali!” Komandan Xia terengah-engah sambil menunjuk bayangan Xia Mu. “Aku tidak bisa kehilangan Xia Mu, tidak bisa!”

Ya, memang benar bahwa ia menginginkan putra dan cucunya untuk menjadi seorang laki-laki yang membela kebenaran, tetapi sekarang, ia hanya berharap bahwa mereka bisa aman berada di sampingnya. Walaupun Xia Mu tidak menginginkannya, Komandan Xia tidak akan memedulikannya.

“Baik!” Setelah Paman Zheng mendudukkan Komandan Xia ke sofa, ia dan dua petugas keamanan keluar untuk membawa Xia Mu kembali.

| Passion Heaven |

Langit mulai gelap; dengan penerangan yang remang-remang di kamarnya, Xia Mu perlahan mengangkat kepalanya, matanya menunjukkan tekad yang kuat dan jelas.

Di satu sisi, Xia Mu terkurung di dalam kamarnya. Di sisi lain, Tang Xiao Tian menyelesaikan latihan upacara kelulusannya dan menghubungi Zhang Jing Yu. Zhang Jing Yu terdengar seperti akan menangis ketika ia berteriak pada Xiao Tian melalui telepon.

“Astaga, akhirnya kau kembali. Cepatlah!” Xiao Tian merasa hatinya tidak tenang seiring dengan keringat dingin yang membanjiri seluruh tubuhnya.

“Apa yang terjadi? Beritahu aku!” Xiao Tian berteriak sembari menggenggam erat ponselnya. Zhang Jing Yu tidak dapat menjelaskan dengan baik apa yang terjadi pada Shu Yawang. Ia hanya mengetahui tentang kabar bahwa Xia Mu menembak Qu Wei Ran, tetapi mengetahui sifat Xia Mu, Jing Yu sepertinya bisa menebak apa yang sudah terjadi, tetapi ia tidak mempunyai keberanian sedikit pun untuk memberitahu Xiao Tian. Ia hanya memaksa Xiao Tian untuk segera kembali sebelum keadaan menjadi lebih buruk. Tang Xiao Tian mengakhiri panggilan dan langsung berlari pulang. Dari kota tempat ia bersekolah hingga ke rumahnya di Kota S, butuh sekitar empat belas jam dengan kereta api.

Xiao Tian duduk dengan gelisah di dalam kereta api. Ia menatap ke luar jendela, kaca jendela memantulkan siluetnya. Xiao Tian mengernyitkan dahinya, seakan sedang menekan rasa sakit yang tidak berujung. Xiao Tian tidak menyadari bahwa tubuhnya sedikit gemetar, hanya memikirkan tentang kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada Yawang membuatnya resah. Ia memaksa otaknya untuk tidak memikirkan apapun, memaksa dirinya untuk tetap tenang, tetapi tidak bisa. Firasat akan kehilangan sesuatu membuatnya gila! Xiao Tian ingin cepat kembali, kembali ke sisi Yawang dan tidak pernah berpisah dengannya lagi. Ia tidak ingin Yawang terjebak dalam situasi yang seburuk itu, tidak akan lagi!

Ketika kereta pagi itu sampai di stasiun kereta api Kota S, Tang Xiao Tian mendorong para penumpang dan segera memanggil taksi untuk mengantarkannya sampai ke kamp militer. Di saat yang bersamaan, suara Komandan Xia dapat terdengar dari vila berlantai tiga di kamp militer, beliau meminta Paman Zheng untuk segera membawa Xia Mu kembali. Paman Zheng memberi hormat setelah menerima perintah tersebut, ia menoleh untuk melihat tempat tidur Xia Mu sekali lagi sebelum keluar. Pada akhirnya, Xia Mu tetap kabur. Anak ini, apapun yang ingin dilakukannya, tidak ada yang dapat menghentikannya.

| Passion Heaven |

Ibu Shu Yawang membawa keranjang berisi sayur-sayuran dengan ekspresi murung. Ia merasa ingin menangis setiap kali ia memikirkan tentang putrinya. Sampai ke depan rumahnya, ia menaiki empat anak tangga. Ibu Yawang baru saja akan mengambil kunci rumah dari dalam dompetnya ketika sebuah bayangan melintas dari lantai atas. Ibu Yawang menjatuhkan kuncinya karena terkejut, menimbulkan suara yang cukup keras ketika kunci itu membentur lantai. Ia menepuk dadanya sambil berkata,

“Aiya, kau membuatku takut setengah mati! Apa yang kau lakukan, anakku?”

“Bibi, di mana Yawang?” Tang Xiao Tian, yang terlihat lelah karena tidak tidur semalaman, menatap ibu Yawang dengan khawatir. Ibu Yawang menggigit bibir bawahnya dengan cemas, ia menghindari tatapan Xiao Tian.

“Xiao Tian, kenapa kau kembali? Bukankah kau sedang sibuk menyiapkan kelulusanmu?”

“Di mana Yawang?” Xiao Tian bertanya lagi.

“Yawang, Yawang…” Ibu Yawang tidak dapat melanjutkan kata-katanya dan hanya menatap Xiao Tian dengan penuh keraguan.

“Bibi, tolong beritahu aku, di mana Yawang? Di mana dia?” Xiao Tian mencengkeram tangan ibu Yawang, matanya mulai berkaca-kaca.

“Bibi, tolong beritahu aku. Yawang adalah istriku, apa yang terjadi padanya? Aku mohon, tolong beritahu aku.”

“Dia… dia bukan lagi tunanganmu.” Ibu Yawang menjawab sambil memalingkan wajahnya, ia tidak tahan untuk melihat wajah terpukul Xiao Tian.

“Yawang sudah menikah dengan orang lain.” Tang Xiao Tian terpaku, tidak dapat menerima kenyataan yang baru saja didengarnya. Seperti tersambar petir di siang bolong, Xiao Tian hanya diam. Ia menggeleng sambil melangkah mundur, menatap ibu Yawang dengan tidak percaya sembari menggertakkan giginya.

“Tidak mungkin! Ini tidak mungkin!”

“Yawang adalah milikku, dia selalu menjadi milikku.”

“Dia tidak akan menikahi orang lain, tidak akan pernah.”

“Yawang mencintaiku, aku tahu dia mencintaiku.” Xiao Tian terus bergumam dengan suara yang bergetar, dan ketika matanya bertemu dengan ibu Yawang, air mata yang sedari tadi tertahan di pelupuk matanya mengalir begitu saja. Xiao Tian sudah memikirkan banyak kemungkinan tentang Yawang di dalam kereta. Ia sudah siap secara mental dengan segala kemungkinan buruk yang mungkin saja dialami Yawang. Tidak peduli apapun yang terjadi, Xiao Tian sudah memutuskan untuk tetap menginginkan Yawang. Ia akan berada di sisinya dan mencintainya, berjanji tidak akan meninggalkannya. Tetapi Xiao Tian tidak pernah terpikir bahwa ini… ini akan terjadi. Ia tidak pernah terpikir bahwa Yawang akan menjadi istri orang lain.

“Bibi, Yawang pasti dipaksa untuk menikahi orang itu! Siapa yang memaksanya? Siapa?!” Xiao Tian berteriak. Ibu Yawang mengangkat tangannya untuk mengusap air mata Xiao Tian. Ia menghela nafas panjang dan kemudian menjawab Xiao Tian dengan nada sedih,

“Apakah Yawang dipaksa atau tidak, dia sudah menikah. Xiao Tian, kembali menuntut ilmulah. Aku tahu putriku, dia sangat keras kepala, dia pasti berpikir bahwa dia tidak akan bisa menemuimu lagi sepanjang hidupnya. Jangan cari dia, jika kau mencarinya, Yawang akan melukai dirinya sendiri. Kalian berdua, kalian sudah berakhir.”

“Berakhir?” Xiao Tian menggelengkan kepalanya.

“Tidak, tidak mungkin. Semua ini tidak akan berakhir.” Xiao Tian menggenggam tangan ibu Yawang dan memohon padanya.

“Bibi, tolong beritahu aku apa yang terjadi pada Yawang. Tolong beritahu aku. Aku akan berlutut kalau Bibi mau!” Ibu Yawang dengan segera menghentikan Xiao Tian untuk berlutut. Ia menghela nafas dan membuka pintu sebelum menoleh untuk menatap Xiao Tian.

“Masuklah, Bibi akan menceritakan semuanya.” Tepat saat ini, matahari sudah mencapai puncaknya, sinarnya menyinari masing-masing mereka; Tang Xiao Tian yang duduk di ruang tamu keluarga Shu dan terlihat suram, Xia Mu yang berkelana di jalan setelah kabur dari rumahnya, dan Shu Yawang yang menatap kejauhan dari jendela kamar rumah sakit.

| Passion Heaven |

Qu Wei Ran memerhatikan Shu Yawang dengan kagum, ia berpikir bahwa Yawang lebih cantik sekarang. Seperti memandang sebuah keputusasaan yang indah, sangat indah sampai-sampai Wei Ran tidak dapat mengalihkan tatapannya. Wei Ran memiliki Yawang, dengan paksa menarik Yawang dari kebahagiaannya untuk berada di sisinya, Wei Ran sendiri tidak mengerti kenapa ia begitu tertarik dengan Yawang. Mungkin karena cinta Tang Xiao Tian terhadap Yawang yang terlalu indah. Sehingga ia berpikir bahwa mungkin saja jika ia memiliki Yawang, ia juga akan mempunyai kisah cinta yang indah.

“Lu Pei Gang.” Wei Ran memanggil pengasuhnya sambil terus memerhatikan Yawang.

“Ya, Tuan Qu?” Pei Gang menghampirinya. “Apa yang Anda butuhkan?”

“Bereskan barang-barangku dan urus kepulanganku.” Qu Wei Ran menjawab dengan sebuah senyum.

“Tidak bisa, Tuan Qu. Tubuh Anda masih memerlukan terapi, Anda tidak bisa keluar sekarang.”

“Tidak, aku harus keluar sekarang.” Wei Ran bersikeras.

“Kenapa?” Pei Gang bertanya curiga. Qu Wei Ran, yang tidak mengalihkan tatapannya barang sedetik pun dari Yawang, tersenyum.

“Karena… setelah mencuri harta karun seseorang, kita harus cepat menyembunyikannya.” Yawang perlahan memutar tubuhnya menghadap Wei Ran dan memberinya sebuah tatapan sedingin es. Qu Wei Ran hanya balas tersenyum padanya.

| Passion Heaven |

Segala prosedur dan administrasi Wei Ran diselesaikan dengan cepat, Lu Pei Gang melapor kembali ke ruangan Wei Ran setelah ia menyelesaikan semuanya.

“Tuan Qu, semuanya sudah diurus. Tuan Besar Qu ingin Anda menunggu sebentar. Beliau akan datang dengan seseorang untuk menjemput Anda.” Qu Wei Ran yang sedang terbaring di atas tempat tidurnya tersenyum sopan pada Pei Gang.

“Maaf sudah merepotkanmu.”

“Tidak, Anda terlalu baik.” Lu Pei Gang menundukkan kepalanya, memberi hormat sejenak sebelum undur diri. Qu Wei Ran, yang sedang berada dalam suasana hati yang senang, menatap Yawang yang sedang merenung sambil menatap keluar jendela.

“Ah, aku ingin melihat Tang Xiao Tian.” Shu Yawang mengabaikan Wei Ran. Wei Ran melirik Yawang, kedua matanya dipenuhi kemurungan dan kebencian.

“Aku ingin melihatnya menangis karena terluka melihatmu.” Yawang membalikkan badannya dan menatap Wei Ran dengan dingin.

“Xiao Tian tidak akan menangis!”

“Tidak akan? Hehe.” Wei Ran menatap Yawang dengan tidak percaya. “Oh, dan anak itu, siapa namanya? Xia Mu!” Wajah tampan Qu Wei Ran menampakkan kebencian yang mendalam. Shu Yawang dengan cepat menghampirinya.

“Kau tidak boleh menyentuhnya! Kita sudah sepakat.”

“Yawang-ah, kau harus percaya padaku. Walaupun aku tidak melakukan apapun, aku bisa membuat hidupnya seperti di neraka.” Wei Ran terkekeh. Yawang tertawa dingin dan kemudian berjalan menjauhi Wei Ran.

“Tunggu saja, aku juga akan membuat hidupmu seperti di dalam neraka.” Saat ini, kedua mata Shu Yawang dipenuhi dengan rasa dendam, ia hanya ingin menarik Qu Wei Ran ke dalam bagian neraka yang tergelap. Tetapi sepertinya Yawang melupakan satu hal, bahwa pria yang menjadi suaminya kini sudah berada dalam bagian terdalam neraka.

| Passion Heaven |

Ayah Qu Wei Ran dengan cepat mengirimkan orang-orang untuk menjemput kepulangan putranya, ia juga menyewa ambulans rumah sakit sebagai kendaraan. Qu Wei Ran duduk di atas kursi roda dengan Lu Pei Gang yang mendorong di belakang. Ayahnya berjalan di sisinya dan Shu Yawang mengikuti dari belakang. Kursi roda itu memasuki lift dan Yawang masuk tepat setelahnya. Setelah pintu lift mulai tertutup, tatapan kosong Yawang berubah terkejut ketika melihat siluet familiar seseorang. Yawang tidak mempunyai cukup waktu untuk memastikan apakah yang dilihatnya memang benar orang tersebut atau bukan.

Lift itu perlahan turun dan jantung Yawang berdetak cepat. Apakah dia? Bagaimana mungkin? Ia mencengkeram lengannya sendiri dan menggigit bibir bawahnya dengan gelisah, sesekali menggeleng dengan pikirannya sendiri. Tidak mungkin. Terdengar bunyi ding dan pintu lift terbuka. Yawang melangkah keluar dan melihat sebuah mobil ambulans terparkir tepat di depan pintu masuk rumah sakit. Tiga orang pria yang menunggu di samping ambulans menghampiri ayah Qu Wei Ran dan Lu Pei Gang untuk membantu mereka memasukkan Qu Wei Ran ke dalam ambulans. Lu Pei Gang memasangkan sabuk pengaman pada Qu Wei Ran sebelum memasang infus dan oksigen pada wajahnya. Pei Gang memastikan bahwa semuanya terpasang dengan baik sebelum mengangguk pada ayah Qu Wei Ran.

“Silahkan nyalakan mesinnya.” Ayah Qu Wei Ran duduk di seberang kursi roda Wei Ran dan Shu Yawang duduk terdiam di sampingnya. Seorang pria mengangkat tangannya untuk menutup pintu ambulans, dan ketika Yawang mengangkat kepalanya, semuanya terjadi dengan begitu cepat, tetapi di mata Yawang, semuanya terjadi dalam gerakan lambat. Seorang pria menahan pintu ambulans serta menguncinya, membuat suara pong yang terdengar jelas. Yawang memalingkan wajahnya dan menutup kedua matanya, ia sudah membulatkan tekadnya, tetapi kenapa ia masih merasa tidak rela untuk melakukan semua ini? Yawang, yang matanya tertutup, tidak sadar bahwa Qu Wei Ran tidak melepaskan tatapannya pada Yawang. Pria yang menutup pintu tadi duduk di kursi penumpang. Pria yang lain menyalakan mesin dan Qu Wei Ran tersenyum penuh kemenangan.

| Passion Heaven |

Tiba-tiba, seseorang membuka pintu ambulans! Sinar matahari yang masuk menerangi ambulans tersebut membuat Yawang menoleh. Di bawah sinar matahari yang terik, sebuah bayangan masuk dan mencengkeram lengan kanan Yawang!

“Pergi denganku!” Pemuda itu berteriak, ia terengah-engah karena berlari. Shu Yawang akhirnya dapat melihat wajah pemuda itu dengan jelas, masih sama tampannya, seperti seorang karakter utama dalam komik-komik Jepang.

“Xia Mu?” Yawang menatapnya dengan kosong.

“Ayo pergi!” Xia Mu menyeret lengan Yawang.

“Aku tidak bisa…” Yawang menggeleng.

“Diam dan ikuti saja aku!” Xia Mu membentak Yawang. Yawang balas menatap Xia Mu dengan terkejut, apa dia baru saja membentakku? Xia Mu menyeret lengan Yawang lagi, berusaha menariknya keluar dari ambulans. Ayah Qu Wei Ran bangkit berdiri dan meraih lengan Xia Mu.

“Brengsek! Berani-beraninya kau muncul di hadapan kami lagi! Hari ini, aku akan membinasakanmu!”

“Lepaskan!” Xia Mu berteriak, ia menatap ayah Wei Ran dengan tajam. Ayah Qu Wei Ran semakin marah, ia mengangkat lengannya untuk memukul Xia Mu, tetapi Xia Mu lebih gesit, ia mengeluarkan sebuah pistol dengan tangan kirinya. Xia Mu mengarahkan pistolnya tepat ke arah kepala ayah Qu Wei Ran.

“Lepaskan!” Ayah Wei Ran melepaskan cengkeramannya pada lengan Xia Mu dengan takut dan mundur dua langkah. Menghadapi seorang anak yang mempunyai catatan kriminal, ia tidak berani berbuat apa-apa. Tangan kanan Xia Mu masih mencengkeram lengan Yawang, ia menarik Yawang keluar sembari keduanya berjalan mundur. Qu Wei Ran berusaha mengangkat kepalanya dan berteriak,

“Xia Mu, kalau kau beraninya membawanya pergi, aku akan membuatmu membusuk di penjara seumur hidup! Seumur hidup!” Xia Mu berhenti dan melepaskan lengan Yawang, ia kemudian berjalan menuju Qu Wei Ran dan menatap tepat ke arahnya.

“Aku lebih baik membusuk di penjara seumur hidupku daripada membiarkanmu menyentuh bahkan sehelai rambutnya! Aku menyesal tidak membunuhmu, tetapi sekarang juga tidak terlambat karena bagaimanapun juga, aku akan dipenjara seumur hidup!” Dengan tatapan dan suara Xia Mu yang penuh kebencian, tidak ada seorang pun yang akan meragukan kata-katanya, terlebih ketika ia mendekatkan pistolnya pada pelipis Qu Wei Ran. Mata Qu Wei Ran menunjukkan ketakutan yang luar biasa dan ayahnya berteriak untuk menghentikan Xia Mu.

“Kau tidak boleh menembaknya!”

“Xia Mu, hentikan.” Shu Yawang memohon, ia berlari ke arah Xia Mu dan menariknya menjauh.

“Ayo pergi, kita pergi.” Xia Mu mendengus, ia mengangkat kakinya untuk menendang infus dan alat bantu pernafasan Wei Ran sebelum menarik Yawang pergi.

“Xia Mu, tunggu saja kau! Aku tidak akan membiarkanmu pergi—hu, hu—tidak akan membiarkanmu pergi! Hu— Hu—“

“Tuan Qu, tenanglah, tarik nafas. Tarik nafas dalam-dalam!” Shu Yawang menoleh untuk melihat kekacauan di dalam ambulans. Ia menatap wajah suram ayah Wei Ran dan wajah Wei Ran yang malu, dan tiba-tiba saja Yawang ingin tertawa!

Pada akhirnya, Yawang tertawa.

| Passion Heaven |

Xia Mu menghentikan sebuah taksi, ia mendorong Yawang masuk ke dalam taksi tersebut sebelum ia mendudukkan dirinya di samping Yawang kemudian menutup pintu. Setelah memberitahukan tujuan mereka, Xia Mu menoleh dan menatap sinis orang-orang di dalam ambulans. Sepanjang perjalanan, Yawang memerhatikan pistol di tangan XiaMu dan bertanya dengan khawatir,

“Xia Mu, darimana kau mendapatkan pistol ini?”

Pistol ini sebelumnya milik ayah Xia Mu. Setelah kejadian yang menimpa ibu Xia Mu, kini pistol itu menjadi kepunyaan Xia Mu. Xia Mu tidak pernah memberitahukan siapapun, ia menyembunyikan pistol itu baik-baik. Yawang terus-menerus memikirkannya. Ketika Xia Mu masih kecil, ia sering membawa pistol ini kemana-mana bersamanya, apa karena pistol ini memberi rasa aman untuknya?

“Xia Mu, berikan pistol itu padaku, oke? Aku takut melihatmu memegangnya.” Xia Mu kemudian menoleh dan menatap Yawang, ia mengangkat pistol di tangannya.

“Maksudmu yang ini?” Yawang mengangguk, ia mengulurkan kedua tangannya, meminta Xia Mu untuk menyerahkan pistol tersebut. Xia Mu menggigit bibirnya, seakan sedang menahan dirinya dari sesuatu. Sesaat kemudian, ia tidak dapat menahannya lagi dan menampakkan sebuah senyum penuh kebanggaan.

“Hah?” Yawang menatap Xia Mu dengan kedua mata yang terbelalak. Dia tersenyum? Xia Mu benar-benar tersenyum? Walaupun sebentar, Xia Mu tersenyum. Indah sekali… Senyum seorang remaja yang membawa kebanggaan, tidak seperti senyumnya yang selalu acuh tak acuh dulu. Xia Mu menampakkan sebuah senyum layaknya seorang anak kecil yang berhasil menjahili seseorang.

“Ini palsu.”

“Huh!”

“Kalau ini asli, aku sudah pasti dibawa ke kantor polisi. Aku tidak mengambil milik Kakek atau Paman Zheng, jadi aku mengambil salah satu mainan model di lemari. Aku tidak tahu kalau…” Kedua sudut bibir Xia Mu terangkat.

“Mereka sangat mudah dibodohi!”

“Apa benar-benar palsu?” Yawang bertanya dengan ragu. Ketika mereka masih kecil, Xia Mu memberitahu bahwa senjata yang dipegangnya adalah palsu, tetapi ternyata senjata itu benar-benar asli.

“Tidak percaya?” Xia Mu bertanya dengan dahi berkerut. Xia Mu kemudian mengarahkan pistolnya tepat ke kepala Yawang dan menembak. Yawang menutup kedua matanya erat-erat sebelum merasakan percikan air mengenai rambutnya. Yawang membuka kedua matanya dan memelototi Xia Mu dengan kesal. Xia Mu beralih memunggungi Yawang, berusaha untuk menahan tawanya lagi.

“Huh!” Yawang dengan kesal mengambil pistol air tersebut dari tangan Xia Mu dan menembaknya. Xia Mu menarik kedua tangan Yawang untuk menghentikannya dan menatap Yawang dengan kedua mata indahnya.

| Passion Heaven |

“Yawang, gugurkan bayi itu.” Xia Mu berkata dengan nada serius. Yawang terkejut dengan kata-kata Xia Mu, ia menatap Xia Mu seperti orang bodoh. Pada saat itu, taksi yang mereka tumpangi melewati sebuah jeep militer. Untuk kali ini, ada kemungkinan untuk melewatkan kesempatan itu, apakah untuk selamanya? Atau hanya untuk sesaat?

“Aborsi?” Mata Yawang bergetar ketakutan. Kalau aku menggugurkan bayi ini, apa yang akan terjadi pada Xia Mu? Setelah kejadian sebelumnya, keluarga Qu pasti akan sangat membenci Xia Mu dan ingin membunuhnya. Jika Yawang mencoba menggugurkan bayi itu lagi, akan ada kemungkinan bahwa Xia Mu akan dipenjara seumur hidup. Yawang menggigit bibirnya dan menunduk, kemudian menggeleng perlahan.

“Tidak bisa.” Xia Mu kembali menatap Yawang.

“Apa karena aku?” Yawang membuka mulutnya hendak mengatakan sesuatu, tetapi Xia Mu memotong.

“Tidak perlu.”

“Xia Mu?” Yawang mengernyitkan dahinya.

“Mungkin kalian berpikir bahwa yang kalian lakukan adalah untuk kebaikanku, tetapi tidak.” Xia Mu menunduk dan melanjutkan,

“Kalau kau benar-benar akan melahirkan bayi ini, maka aku akan dipenjara seumur hidup.” Xia Mu mengangkat kepalanya dan menatap Yawang.

“Aku akan menjadi tahanan dalam diriku sendiri untuk selamanya, hidupku tidak akan sama lagi.” Yawang merasa matanya memanas.

“Xia Mu, aku tidak memutuskan hal ini karenamu…”

“Cukup.” Xia Mu menginterupsi, ia menggenggam kedua tangan Yawang erat-erat.

“Yawang, dengarkan aku. Aku sudah mendengarkanmu selama ini, satu kali ini saja, dengarkan aku.”

| Passion Heaven |

Taksi yang mereka tumpangi perlahan berhenti, Xia Mu membayar sang supir taksi sebelum membuka pintu dan menarik Yawang keluar. Yawang menengadahkan kepalanya dan melihat bahwa mereka sedang berada di depan sebuah rumah sakit ginekologis dan kebidanan yang paling terkenal di Kota S.

“Xia Mu…”

“Ayo.” Xia Mu menggenggam tangan Yawang lebih erat, tidak membiarkan Yawang lepas darinya karena Yawang menolak untuk melangkah dari tempatnya. Shu Yawang akhirnya mengikuti Xia Mu dengan ragu; ia tidak ingin melahirkan anak ini. Yawang kemudian teringat akan perkataan ibunya bahwa anak ini adalah satu-satunya bukti dari kasus pelecehan terhadap dirinya. Tetapi tidak, Yawang tidak ingin melihat anak ini, ia tidak ingin melihat Qu Wei Ran, tidak ingin melahirkan bayi ini…

Mungkin karena egois adalah sifat dasar manusia. Ketika Yawang masih terkurung di rumah sakit bersama Qu Wei Ran, walaupun kelihatannya tidak ada harapan sedikit pun, Yawang masih percaya bahwa mungkin saja ia tidak perlu melahirkan. Mungkin akan ada perubahan, mungkin akan ada seseorang yang menolongnya. Tetapi, Xia Mu-lah yang muncul pada akhirnya. Xia Mu muncul dan memintanya untuk menggugurkan bayi ini, Xia Mu-lah yang meminta Yawang untuk mendengarkannya, jadi apa Yawang benar-benar boleh untuk tidak melahirkan bayi ini? Astaga, kenapa Yawang begitu egois? Shu Yawang menggigit bibirnya dan berhenti berjalan, ia kemudian menepis tangan Xia Mu.

“Cukup!” Yawang berteriak, ia memelototi Xia Mu dengan mata yang memerah.

“Xia Mu, sudah cukup. Jangan seperti ini. Aku tidak pantas untuk diperlakukan sebaik ini olehmu. Dalam hatiku, aku sudah berharap belasan, puluhan, ratusan, bahkan ribuan kali untuk menyingkirkan benda kotor di dalam perutku ini. Aku sudah ingin kabur dari rumah sakit berulang kali, aku bahkan berpikir untuk tidak memedulikanmu lagi. Aku tidak sebaik yang kau kira, aku jahat, egois, dan pengecut. Aku membenci diriku sendiri, aku membenci semua ini!” Yawang menangis.

“Aku merasa sangat hina, tidak hanya tubuhku yang kotor, tetapi jiwaku juga.”

“Hina ataupun egois, bukankah semua orang seperti itu?” Xia Mu bertanya.

“Aku juga seperti ini. Aku tidak ingin melihat Yawang melahirkan anak laki-laki lain, baik itu Qu Wei Ran atau Tang Xiao Tian, aku tidak ingin melihat hal itu terjadi.” Xia Mu menghampiri Yawang dan meletakkan satu tangannya di bahu Yawang, ia membungkuk untuk menatap tepat di mata Yawang. Tatapan Xia Mu menenangkan, tidak seperti seorang anak laki-laki berumur tujuh belas tahun pada umumnya.

“Jadi sekarang, gugurkan bayi itu. Anak yang tidak diinginkan tidak perlu dilahirkan ke dunia ini.” Shu Yawang menutup kedua matanya, kemudian mengangguk perlahan.

| Passion Heaven |

Seorang wanita paruh baya menatap kedua orang di depannya.

“Baru satu setengah bulan, apa Anda mau mengonsumsi pil aborsi atau aborsi secara medis?” Yawang menunduk dan menjilat bibir keringnya sekilas.

“Um… pil aborsi.” Dokter itu menatap Yawang.

“Aborsi secara medis lebih aman, dan tanpa rasa sakit.” Tentu saja Yawang tahu bahwa prosedur medis lebih baik, tetapi ia tidak bisa membaringkan tubuhnya di atas meja operasi dan membiarkan mesin itu… Yawang menggigit bibirnya dan menggenggam tangan Xia Mu. Xia Mu balas menggenggam tangan Yawang, Yawang kemudian kembali menatap dokter di depannya.

“Pil aborsi.” Yawang berkata dengan penuh keyakinan.

“Baik, tetapi saya harus mengingatkan Anda. Jika pilnya tidak bekerja dengan baik, Anda perlu melewati prosedur operasi untuk membersihkan dinding rahim Anda dan memastikan bahwa semuanya terbuang.” Setelah melihat Yawang menganggukkan kepalanya, dokter tersebut menuliskan selembar resep dan memberikannya pada Yawang.

“Pergilah ke apotik dan tunjukkan resep dokternya.” Yawang dan Xia Mu berdiri, tetapi Xia Mu terlebih dahulu mengambil resep dokter tersebut kemudian menarik Yawang pergi. Yawang menoleh untuk menatap dokter tersebut, wanita paruh baya itu menatap mereka dengan penuh kasih sayang. Yawang menarik tangannya dari Xia Mu dengan kebingunan, membuat Xia Mu menoleh untuk menatap Yawang, Yawang menundukkan kepalanya untuk menghindari tatapan Xia Mu. Xia Mu mengerucutkan bibirnya dan tetap diam, ia kemudian kembali menggenggam tangan Yawang dan terus berjalan.

Setelah keduanya kembali dari apotik, dokter itu memberitahu Yawang bahwa pil itu harus dikonsumsi dalam tiga hari. Di hari ketiga, Yawang harus datang ke rumah sakit dan meminum pil itu di sana. Setelah selesai menjelaskan, dokter itu menatap Xia Mu dan memberitahu Xia Mu untuk menjaga Yawang dengan baik, membiarkan Yawang beristirahat, dan membelikan Yawang beberapa obat-obatan untuk menjaga stamina tubuhnya. Yawang membuka mulutnya hendak menjelaskan hubungan di antara mereka, tetapi Xia Mu memotong Yawang dengan mengangguk dan berkata,

“Saya mengerti.” Shu Yawang mengangkat tangannya dan menggaruk pipinya dengan canggung. Setelah keduanya meninggalkan rumah sakit, mereka tidak pulang ke rumah, tetapi pergi ke sebuah motel atas saran Xia Mu.

| Passion Heaven |

Malam itu, Yawang meminum pil pertamanya di depan Xia Mu. Ketika Yawang menelan pil tersebut, ia tidak bisa menjelaskan bagaimana rasanya, sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata.

Sekitar subuh, pil itu mulai bekerja. Yawang samar-samar merasakan sakit di bagian bawah perutnya, seperti sepasang tangan yang mencubit rahimnya. Yawang mulai mengalami pendarahan kecil, ia meringkuk di atas tempat tidur dalam kesakitan, keringat dingin mulai membasahi dahinya. Yawang memeluk dirinya sendiri dengan kedua tangannya, berbalik ke kiri dan ke kanan, Yawang merasa tidak nyaman dan tidak bisa tidur.

“Apa benar-benar sakit?” Xia Mu bertanya, ia turun dari tempat tidurnya dan duduk di atas tempat tidur Yawang. Yawang menoleh untuk menatap Xia Mu, kemudian menggeleng, Yawang tersenyum lemah.

“Tidak sakit, hanya seperti diare.”

Tentu saja, dua hari pertama tidak begitu sakit. Ketika Shu Yawang meminum pil ketiganya, ia mengalami arti rasa sakit yang sebenarnya! Sangat sakit hingga Yawang hampir pingsan, tangannya yang terus menggenggam tangan Xia Mu erat-erat bahkan bergetar. Karena begitu banyak darah yang terbuang dari tubuhnya, Yawang merasa hampir ambruk. Ketika dokter memeriksa darah Yawang yang dikumpulkan di satu wadah dan memberitahu bahwa Yawang tidak perlu menjalani operasi, Yawang menghela nafas lega.

Yawang menatap Xia Mu dengan raut wajah lelah, Xia Mu menghampiri Yawang untuk membantunya berjalan beberapa langkah sebelum mendudukkan Yawang di sebuah kursi. Xia Mu berjongkok memunggungi Yawang, ia mengangkat Yawang dan memapah Yawang di punggungnya. Yawang menyandarkan tubuhnya pada Xia Mu dan menutup kedua matanya, kedua tangan Yawang memeluk Xia Mu erat. Yawang menundukkan kepalanya dan menyembunyikan wajahnya di bahu Xia Mu.

“Xia Mu…”

“Hm?” Xia Mu menjawab lembut.

“Apa yang akan terjadi padamu? Xia Mu, apa yang akan terjadi?” Yawang menangis, dari suaranya terdengar rasa bersalah dan kesedihan yang mendalam. Xia Mu tidak menjawab dan terus berjalan. Setelah beberapa saat, Xia Mu berkata,

“Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja.” Tetapi ketika Xia Mu berkata semuanya akan baik-baik saja, akankah semuanya baik-baik saja?

| Passion Heaven |

Keluarga Qu sangat marah ketika Xia Mu membawa Shu Yawang pergi. Ayah Qu Wei Ran mengumumkan bahwa sekalipun ia harus mengerahkan tenaga hingga titik darah penghabisannya, ia akan membalaskan dendamnya! Keluarga Qu sekali lagi menggugat Xia Mu ke pengadilan dan menambahkan tuduhan percobaan pembunuhan, mereka meminta pengadilan untuk segera menjatuhkan hukuman pada Xia Mu, seorang remaja yang bertindak kriminal, agar Xia Mu dipenjara seumur hidup! Keluarga Qu juga berusaha mendapat perhatian media dengan menambahkan bumbu ke dalam setiap pemberitaan. Para netizen sekali lagi menunjukkan kemarahan mereka dengan menuliskan komentar-komentar yang mengkritik seorang anak perwira. Di antara para netizen itu, sebagian besar dibayar oleh keluarga Qu untuk sengaja menuliskan komentar buruk.

Dalam satu jam, keluarga Xia berhasil melakukan serangan balik dengan menghapus semua berita di internet. Sekarang, semua IP address di provinsi tersebut tidak akan bisa melakukan pencarian dengan kata kunci: “perwira militer”, “pembunuhan”, “Xia Mu”, dan “anak perwira”. Keluarga Qu bungkam satu hari, tetapi kemudian menyerang lagi dengan sekelompok mahasiswa-mahasiswi yang mereka bayar untuk berdemonstrasi di jalanan pukul delapan pagi!

Menteri Keamanan Publik dengan segera menurunkan pasukan polisi untuk membubarkan keramaian tersebut, tetapi, seseorang dari mereka memulai aksi kriminal yang pada akhirnya membuat kedua pihak saling berkonflik, dan hampir menyebabkan korban tewas! Hal ini mengejutkan pejabat-pejabat di pemerintahan pusat, mereka meminta Pengadilan Kota S untuk segera mengadakan sidang pertama serta menyelesaikan kasus ini dengan keadilan, kebenaran dan memegang teguh prinsip hukum. Pengadilan menolak uang jaminan dari pihak Xia Mu dan segera menyiapkan surat perintah penangkapan untuk menangkap Xia Mu. Jika keluarga Xia tidak mau menyerahkan Xia Mu pada pihak yang berwajib, maka keluarga Qu akan memprovokasi pengadilan dengan mengatakan bahwa pihak pengadilan sengaja menunda kasus Xia Mu dan bahwa mereka menentang hukum negara.

Dengan beban yang dipikul oleh Menteri Keamanan Publik dari kumpulan mahasiswa tersebut, pihak pemerintah mulai merasa tidak senang dengan keluarga Xia. Pemerintah melaporkan hal ini pada Komisi Militer Pusat dan meminta bantuan untuk menginvestigasi kasus ini. Dari semula kasus ini sudah tidak berada di air yang tenang, dan sekarang malah berubah menjadi lautan badai sekali lagi.

| Passion Heaven |

Qu Wei Ran, yang terbaring di atas tempat tidur, tersenyum setelah mendengar perkembangan kasus yang dihadapinya.

“Selesai sudah, walaupun keluarga Xia mempunyai banyak koneksi dan kekuatan, di zaman seperti ini, jika kita sudah memenangkan opini publik, usaha apapun tidak akan berhasil. Karena sejak zaman dulu, orang-orang China selalu menghargai satu hal, reputasi.”

“Tuan Muda benar.” Asisten keluarga Qu, yang melaporkan segala perkembangan dan situasi saat ini, membalas.

“Apa yang terjadi pada kelompok mahasiswa yang ditahan karena melakukan demonstrasi?” Ayah Qu Wei Ran, yang duduk di samping tempat tidur Wei Ran, bertanya.

“Jangan khawatir, Tuan Besar Qu.” Sang asisten menjawab sambil menganggukkan kepalanya. “Saya sudah menangani semuanya, mereka tidak akan melaporkan kita.”

“Mereka hanya ditahan selama lima belas hari, seribu yuan per hari, harga yang sangat rendah. Kurasa mereka tidak akan keberatan untuk tinggal lebih lama di dalam penjara.” Qu Wei Ran tertawa.

“Sekarang, kalau Xia Mu muncul, semuanya akan selesai. Dia pasti akan dipenjara paling sedikit sepuluh tahun!” Ayah Wei Ran berkata sambil tersenyum licik.

“Hanya sepuluh tahun?” Qu Wei Ran bertanya dengan ekspresi tidak senang, ia kemudian menoleh untuk menatap Pengacara Zheng.

“Tidakkah kita bisa meminta lebih?” Pengacara Zheng mengangguk.

“Sepuluh tahun paling sedikit, maksimal hukumannya adalah penjara seumur hidup. Karena tersangka belum dikategorikan sebagai seorang dewasa, kita tidak bisa meminta hukuman mati.”

“Tetapi karena… uh, bagaimana jika keluarga Xia mengatakan bahwa karena Wei Ran memerkosa Yawang sehingga Xia Mu menggunakan pistolnya dengan tujuan membunuh, akankah hal tersebut mengurangi tuntutannya?” Pengacara Zheng menggeleng.

“Tidak, itu adalah dua kasus yang berbeda. Jika Tuan Qu memerkosa Nona Shu, Nona Shu dapat mengajukan gugatan perdata. Jika terdapat bukti yang cukup, pengadilan dapat mengambil tindakan pada Tuan Qu. Tetapi karena Tuan Qu sedang dalam keadaan lumpuh, Anda dapat mengajukan pernyataan pengampunan, atau penghapusan hukuman kriminal dikarenakan pengobatan medis yang akan dijalani. Dalam kebanyakan kasus, yang Anda perlu lakukan hanya membayar biaya penalti.”

“Jadi dalam kasus ini, walaupun Shu Yawang memenangkan kasus ini, aku tidak akan dipenjara. Pada dasarnya perempuan itu hanya memberitahu seisi dunia bahwa dia adalah salah satu wanita yang kumainkan.” Pengacara Zheng mengangguk lagi.

“Bisa dibilang begitu, dan karena Xia Mu-lah yang melakukan percobaan pembunuhan pada Tuan Qu dengan pistol, kasus ini hanya melibatkan Tuan Qu dan Xia Mu, tidak ada hubungan apapun dengan Shu Yawang. Kalaupun ada, akan dianggap sebagai pemicu kasus. Dalam kebanyakan kasus pembunuhan, penyebab munculnya kasus tidak akan dipertimbangkan, tetapi lebih kepada akibat dari kasus tersebut. Tidak peduli apapun penyebabnya, pembunuhan tetaplah pembunuhan. Hukum tidak akan mengabaikannya begitu saja. Satu-satunya alasan yang dapat dipakai keluarga Xia untuk mengurangi tuntutan adalah karena tersangka masih di bawah umur.” Ayah Qu Wei Ran menghela nafas lega.

“Setelah mendengar semua yang dikatakan Pengacara Zheng, saya merasa tenang.”

“Keluarga Shu pasti sudah tahu tentang hal ini, maka dari itu Shu Yawang tidak menuntutku. Jika memang begitu kasusnya, aku malah ingin membuat Yawang menuntutku. Setelahnya, aku dapat memberitahu seisi dunia bahwa aku telah mempermainkan seorang perawan! Pasti akan ada banyak laki-laki yang merasa iri padaku.” Qu Wei Ran memberitahu ayahnya.

“Iri apanya!” Ayah Wei Ran berteriak, ia meninjukan kepalan tangannya ke meja. “Kau bisa menyentuh siapapun, tetapi kau malah memilih untuk menyentuh seseorang yang memiliki anjing penjaga liar di sisinya! Lihat bagaimana anjing itu menggigitmu! Sekarang kau begini, tidak tahukah kau betapa terlukanya aku?”

“Aku tahu tubuhku sendiri, semuanya akan baik-baik saja.” Qu Wei Ran menjawab dengan acuh tak acuh. Ayahnya hanya menghela nafas panjang.

“Setelah ini kau akan pergi ke Amerika. Aku dengar mereka bisa menyembuhkanmu.” Qu Wei Ran mengerti dengan maksud dari perkataan ayahnya. Sejujurnya, setelah semua yang terjadi, Wei Ran menyesal telah menyentuh Shu Yawang. Tetapi ketika ia memikirkan tentang malam itu, kulit Yawang yang halus, rintihan tertekannya, kedua mata berairnya, dan tubuh mereka yang saling menyatu, semua hal itu membuat Wei Ran senang. Jika waktu diputar kembali, Wei Ran akan melakukannya lagi, tetapi ia akan lebih cerdas. Setelah melakukannya, ia akan menyembunyikan Yawang, tidak membiarkan anjing liar itu menemukan mereka. Bahkan ketika memikirkan tentang hal menjijikkan ini, Qu Wei Ran masih menampakkan sebuah senyum yang lembut di wajahnya.

| Passion Heaven |

Tepat saat itu, pintu terbuka, Lu Pei Gang masuk dan menghampiri Qu Wei Ran.

“Tuan Qu, Tuan Tang datang untuk menemui Anda.” Qu Wei Ran menyipitkan matanya dengan riang, ia mengangkat kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyum.

“Akhirnya dia pulang.” Wei Ran berpikir sejenak sebelum menjawab Lu Pei Gang.

“Suruh dia masuk.”

“Wei Ran?” Ayah Wei Ran menatap Wei Ran dengan cemas, ia tahu tentang Tang Xiao Tian. Xiao Tian dan Wei Ran sama-sama mengikuti wajib militer dan Xiao Tian adalah kekasih Yawang. Jika Xiao Tian datang ke sini untuk melihat putranya dan marah…

Tang Xiao Tian masuk ke dalam ruangan tersebut dengan wajah lelah, tetapi tatapan tajamnya tidak pudar begitu saja ketika melihat Qu Wei Ran. Qu Wei Ran menoleh menatap ayahnya dan Pengacara Zheng.

“Kalian keluarlah. Aku ingin berbicara dengan teman lamaku.”

“Tidak.” Ayah Wei Ran menjawab dengan ekspresi cemas.

“Ayah, jangan khawatir. Aku mengenal Xiao Tian dengan baik. Dia tidak akan berani memukul seseorang yang bahkan tidak bisa mengangkat tangannya. Apa aku benar, Xiao Tian?”

“Aku tidak terlalu yakin dengan hal itu.” Xiao Tian menjawab, setiap katanya terasa seperti sebuah koin yang menghantam lantai. Qu Wei Ran tertawa kemudian menatap Xiao Tian dengan dingin.

“Kalian keluarlah.” Ayah Wei Ran tidak dapat membantah Wei Ran, jadi ia membawa Pengacara Zheng untuk berbicara di luar. Qu Tian Yong memerintahkan Lu Pei Gang untuk menguping pembicaraan antara Xiao Tian dan Wei Ran, jika sesuatu terjadi, ia harus segera masuk. Lu Pei Gang berdiri di depan pintu, ia menempelkan telinganya tepat di pintu dan melakukan tugasnya.

| Passion Heaven |

“Masih belum bertemu dengan Yawang?” Qu Wei Ran bertanya dengan nada yang bersahabat. “Melihat dari tampangnya, kau pasti belum bertemu dengannya.”

“Aku melarangmu untuk menyebut namanya!” Xiao Tian membentak, amarah sudah menguasai kepalanya.

“Melarangku?” Wei Ran bertanya dengan nada menantang. “Kenapa kau melarangku? Aku adalah pria yang paling dekat dengannya sekarang.” Setelah beberapa bunyi barang-barang yang dilempar, Qu Wei Ran tersenyum senang.

“Apa yang kukatakan? Kau adalah tipe orang yang tidak akan memukul seseorang yang bahkan tidak bisa mengangkat tangannya.”

“Kenapa kau melakukan ini? Kenapa?!” Tang Xiao Tian terdengar seperti akan hancur kapan saja.

“Kau berjanji untuk tidak menyentuhnya, tapi kenapa kau malah melakukan ini?!”

“Kau! Ini semua karena kesalahanmu!” Qu Wei Ran balas membentak.

“Benar, karena kau. Xiao Tian, kau punya seseorang di sisimu. Seperti saat memakan sebuah melon, orang-orang lebih suka menyisihkan daging buahnya dan mengumpulkannya terlebih dahulu sebelum memakannya. Lalu kau, tidakkah kau berkeinginan untuk memakan semua yang sudah mereka kumpulkan? Atau seperti ketika memakan kue stroberi, orang-orang akan menghabiskan kuenya terlebih dahulu dan menyisihkan stroberinya. Kau, tidakkah kau berkeinginan untuk mencuri stroberi yang telah mereka kumpulkan dan menghabiskannya sendiri?” Qu Wei Ran tersenyum licik.

“Di mataku, Shu Yawang adalah daging buah melon, Shu Yawang adalah stroberi pada kue stroberi tadi, satu-satunya yang sudah aku inginkan sejak lama, dan sekarang akhirnya aku mendapatkannya!”

“Qu Wei Ran, kau brengsek!”

“Memang benar aku adalah si brengsek, tetapi kaulah yang membuatku menjadi seperti ini! Segala hal buruk yang terjadi pada Yawang, semuanya karena kau sendiri. Kaulah yang mengundang serigala itu, bagaimana bisa kau menyalahkan sang serigala karena telah memakan Si Kerudung Merah?”

“Aku akan membunuhmu!” Xiao Tian berteriak. Lu Pei Gang mendengar suara Xiao Tian dan langsung memanggil para bodyguard untuk mendobrak pintu tersebut. Di dalam ruangan, Tang Xiao Tian mencekik Qu Wei Ran dengan kedua tangannya. Lu Pei Gang segera menghampiri mereka untuk menarik tangan Xiao Tian. Xiao Tian menatap Qu Wei Ran tanpa ampun, ia sudah bersiap untuk membunuh Wei Ran. Cengkeraman Xiao Tian terlalu kuat; bahkan Lu Pei Gang tidak dapat menarik tangan Xiao Tian. Dua orang bodyguard masuk dan berusaha untuk menarik lengan Xiao Tian. Salah satu bodyguard yang melihat wajah Wei Ran berubah keunguan langsung mengeluarkan alat penyetrumnya dan menyetrum pinggang Xiao Tian. Tubuh Tang Xiao Tian melemas, Lu Pei Gang memanfaatkan kesempatan ini untuk menjauhkan Xiao Tian dari Qu Wei Ran. Dua orang bodyguard memegang Xiao Tian, Xiao Tian tidak dapat melawan karena seluruh tubuhnya mati rasa terkena sengatan listrik tersebut.

“Aku akan membunuhmu.” Tang Xiao Tian berteriak. Qu Wei Ran mengusap lehernya dan terbatuk beberapa kali sebelum kembali menatap Xiao Tian.

“Aku tidak peduli apakah itu kau atau Xia Mu, aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh Yawang!” Ketika ditarik keluar oleh kedua bodyguard Wei Ran, Xiao Tian memelototi Qu Wei Ran dengan tajam.

“Aku tidak percaya aku menganggapmu sebagai seorang kakak laki-laki dulu! Aku pasti sudah buta!” Qu Wei Ran terus mengusap lehernya dan terdiam. Ketika ia sudah tidak mendengar suara Tang Xiao Tian lagi, Wei Ran menundukkan kepalanya dan berbisik,

“Detik aku bertemu dengan Yawang, aku tidak pernah menganggapmu sebagai saudaraku lagi.”

Advertisements