Kris Wu Untuk Majalah ELLE Edisi Mei 2017

For Galerry and Video visit > Kris Wu for ELLE Magazine 2017 May Issue

Berakting di 7 film dalam 18 bulan, bekerja sama dengan Luc Besson dan Vin Diesel, menjadi pemeran utama di Journey to the West: Conquering the Demons yang menghasilkan 1.6 juta box office; berpartisipasi di NBA All Star Celebrity Game, menjadi ambassador untuk dua merek terkenal, pengikut Weibo mencapai lebih dari 20.000.000 fans, mendapatkan jutaan reblog…. Saat ini, Kris Wu adalah salah satu artis terpopuler.

 

Semangkok mie di jam 10 malam.

Ketika pemotretan yang memakan waktu selama tujuh jam akan berakhir, menggunakan di sela-sela waktu staf membereskan kamera dan lampu, Kris Wu hanya duduk di sofa untuk pemotretan akhir, menatap ke kejauhan, kantin yang nyaman di penuhi oleh tim fotografi sekitar 20 orang staf, dipenuhi oleh menyelesaikan tugas di tangan sesuai urutan, bergerak kesana-kemari, berbicara dengan satu dan lainnya dan hanya Kris Wu yang tetap tidak bergerak.

Kondisi pinggangnya memburuk, sampai pada titik di mana ia memerlukan operasi, namun karena ia masih sangat muda, ia memilih untuk menjalani pengobatan tradisional. Tentu, yang paling penting adalah memastikan ia mendapat istirahat yang cukup karena ia tidak boleh terlalu lama berdiri maupun duduk.

Dokter menginstruksikan untuk istirahat total selama enam bulan, namun ia hanya menjawab dengan dengan;

‘Tidak mungkin, tidak mungkin aku mampu mengontrol waktuku.’

Ketidakberdayaan tergambar di wajahnya, pun begitu ia tidak ragu untuk segera kembali ke lapangan basket, lokasi syuting, studio rekaman, lokasi even, pemotretan…. Kemana pun ke tempat di mana ia dibutuhkan.

Kemudian ia menghadapi adegan berbahaya selama syuting, timnya berniat menghentikannya namun ia masih memilih untuk menahan sakit dan melanjutkan untuk mencoba adegan tersebut karena ia merasa ia sanggup melakukannya.

‘Aku merasa karena aku masih muda, aku harus melakukan yang terbaik.’

Waktu berlalu dan menunjukkan jam 10 malam. Ia duduk di pojok ruang ganti dengan semangkok mi yang sudah mulai lengket menjadi satu, pun begitu ia melahapnya dengan penuh nikmat. Kami berbincang-bincang ketika ia makan, bergantian dari sesendok sup dan mi hingga di akhir perbincangan kami, dasar kotak makan siang yang tebuat dari plastik bisa terlihat.

Ia berkata dengan gembira, ‘Kita berbincang hingga aku menghabiskan semangkuk sup dan mi, haruskah kita makan lagi malam ini?’

 

‘Harus melakukannya seorang diri, baru kemudian semuanya akan semakin baik.’

Kris Wu menulis di weibo profilnya: Penyanyi Kris Wu. Sebenarnya aku adalah seorang aktor. Sebagai seorang aktor ia mendapat lebih banyak dan semakin banyak pengakuan dan Kris Wu juga sedang bekerja menyisihkan waktu untuk passion-nya—musik.

Dengan kolaborasi produser music to dunia, July berhasil berada di nomer 49 tangga US iTunes ketika dirilis, menjadikan Kris Wu sebagai penyanyi pria Cina pertama yang meraih hasil tersebut. Juice, yang merupakan soundtrack xXx: The Return of Xander Cage yang dirilis tiga bulan yang lalu berhasil masuk nomer 28 tangga US iTunes, mengalahkan rekornya yang pertama. Bahkan Vin Diesel muncul di MV lagu tersebut

 

Lagunya selanjutnya masih dalam proses.

Bagaimanapun, jelas jika ia merupakan seorang produser yang menulis lagu dengan sangat cepat, menyelesaikannya dengan sekali proses dan tidak terpengaruh oleh keadaan sekelilingnya. Dia bisa menulis lagu di mobil maupun di lokasi syuting. Lagu yang sebelumnya, Bad Girl, ditulis di lokasi syuting Journey to the West: The Demons Strike Back. Saat menunggu giliran syuting, ia akan mengevaluasi hasil syuting sebagai Biksu Tang dan pikirannya bergolak dengan berbagai melodi untuk lagu baru. Biasanya, akan memakan waktu sekitar dua jam untuk melengkapi lagu tersebut, lirik akan ditambahkan setelah lagu jadi.

Lagunya ditulis dengan cepat? Kenapa tidak menulis lebih banyak lagi?

‘Sebenarnya, aku menulis banyak lagu.’ Ia berhenti makan sejenak dan mendongak, matanya bercahaya.

Kenapa tidak dirilis? Apa yang ia tunggu?

‘Itu karena aku ingin memastikan kualitasnya!’

Ketika Kris Wu berbicara mengenai musik, ia akan dengan cepat dipunuhi oleh kegembiraan. Tanpa perlu berbicara banyak, rasa percaya dirinya sudah mengalir.

Menyanyikan lagu orang lain sebenarnya akan mengurangi beban namun ia yakin jika ‘ia tidak cocok dengan ini’ karena ia merasa jika ia harus terlibat langsung dalam proses produksi.

‘Contohnya, setelah menulis lagu, jika ada seseorang yang menyanyikannya kemudian mendengarkan lagu tersebut aku akan berkata, baiklah, ketika kau menyanyikan bagian ini, aku hanya suka bait satu dan empat kemudian yang lainnya bisa dihapus.’

Dia seperti ahli perang militer dan dia juga sangat jelas jika apa yang ia merasa nyaman dan apa yang bisa kontrol.

‘Seperti sutradara musik.’

Karena banyak rekan kerjanya yang tinggal di luar negeri, di belahan dunia yang lain dan perbedaan zona waktu membuat hari dan malamnya bertukar, kemudian ketika ia berusaha untuk lebih berkonsentrasi dan fokus, untuk menyesuaikan diri dengan zona waktu pihak lain, hari-hati tanpa tidur menjadi biasa untuknya.

‘Untuk banyak hal, jika kau tidak benar-benar memperhatikan mereka, orang lain pun tidak akan peduli. Kau harus melakukannya seorang diri, hanya dengan begitu kau bisa melakukannya dengan lebih baik. Contohnya hari ini, aku tidak menunggu mereka untuk bangun dan berniat untuk tidur, sekali aku tidur, waktu sehari akan berlalu begitu saja.’

Di usianya yang ke-26, ia sudah mengerti jika tidak ada seorangpun yang bisa menghentikan waktu.

‘Ketika level passion-mu sangat tinggi, level kesusahan yang kau alami perlahan-lahan akan menurun.’

Sebelum merilis sebuah lagu, Kris Wu akan menggelar sebuah pesta kecil untuk mendengarkan lagunya. ia akan mendengarkan pendapat mereka dan termasuk teman yang tidak hobi mendengar musik. Ia akan bertanya pada mereka, jika kamu mendengar perbedaan diantara dua segmen dan jika memang terdapat—meski hanya perbedaan kecil di rhythm. Akan selalu ada yang bisa mendengar perbedaannya;

‘Itu berbeda, tapi aku tidak bisa mengatakan di bagian mana.’

Mana yang lebih baik? Kris Wu akan dengan sabar bertanya setiap poinnya, lalu menyuntingnya lagi.

 

ELLE Q&A

ELLE: Sebagai pertanyaan akhir dari wawancara ini, tahun lalu kau….

KRIS WU: Ini adalah pertanyaan terakhir? Ya Tuhan! Benarkah? Aku terlalu gembira!

ELLE: Apa kau berpikir mengenai tahun lalu.…

KRIS WU: Tidak. (Apa yang kau lakukan? Menjawab di awal?) Ya, kurasa aku tahu apa yang ingin kau tanyakan. Baiklah, kau bisa bertanya (Tolong beri catatan mengenai perkembanganmu tahun lalu!) Rasanya tidak. aku tidak akan mengevaluasi diriku sendiri karena matematikaku tidak bagus, ini masalahku sejak kecil ditambah lagi tulisan tanganku jelek hahaha Tidak, aku tidak pernah melakukan hal semacam ini.

ELLE: Banyak orang suka mengangkat topik mengenai ‘lebih mengerti mengenai seseorang’.

KRIS WU: Apa yang kupikirkan mengenai diriku sendiri? Mungkin ini karena aku merasa sedikit jelas, tidak ada ketidakpastian, juga tidak benar-benar perlu mengerti mengenai diriku sendiri. Dengan pendirianku yang tidak berubah, passion, ketertarikan dan hal-hal lain yang aku tekuni, tidak ada hal yang benar-benar berubah.

ELLE: Tapi lingkungan kita benar-benar kacau, tidak jelas.…

KRIS WU: Maksudmu mengenai kabut asap? Kalau begitu aku tidak akan keluar rumah! Aku tidak mau terpengaruh, aku benar-benar tidak mau! Aku punya duniaku sendiri, dunia yang luar biasa sepi dan terisolasi dari dunia luar, ini memungkinkanku melakukan apapun yang aku mau, bermimpi apapun yang ingin kuimpikan.

 

Chinese-English by Becca

English-Bahasa by Tara Lee

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s