[Bahasa] Kris Wu x GQ : Hidup Untuk Diri Sendiri

img-b5960d02472db14bc6d8ab2906dcc251

Masuk ke industri hiburan pada umur 17 tahun, debut di umur 22 dan kembali ke China pada umur 24 untuk mengembangkan karirnya lebih jauh. Setelah dua tahun Kris Wu berdiri lagi di titik lain kehidupannya. Memutuskan keluar, mengambil jalan yang luas didepan; melihat kembali, dia tampak seolah tidak seperti orang yang tanpa petunjuk seperti dirinya pada saat awalnya yang bagai kanvas kosong.

Dia selalu mengatakan bahwa kemenangan pertama dalam hidupnya adalah ketika dia selangkah lebih maju untuk menjadi seorang pemain basket professional; dan kekalahan pertama dalam hidupnya adalah ketika ia tahu bahwa mimpinya untuk menjadi pemain basket pupus sudah. Kerasnya persaingan dalam olahraga membuatnya masuk dalam dunia hiburan, mengambil tantangan, mengubah, menghadapi kesulitan, dan seperti olahraga, ia pun perlu untuk menghadapi mereka juga.

Apakah dia terkenal atau tidak, itu tidak jarang ditanyakan. Menjadi baik atau buruk, mempertahankan peringkatnya hingga menghadapi kegagalan. “Dalam ndustry ini , persaingan pasif agaknya berlebihan”. Kris Wu mengatakan “Orang – orang harus hidup untuk dirinya sendiri”.

img-5ef169154db6ad65a42cabd8c48ea27e

Kris Wu memberikan dirinya liburan yang panjang. Bersama teman baiknya di luar industri hiburan; Kevin, mereka pergi ke Los Angeles selama 15 hari. Dia menemukan bahwa terdapat beberapa perubahan di kota ini ; pejalan kaki semuanya menundukan kepala, fokus pada ponsel mereka, benar – benar terpesona dengan permainan pada ponselnya.

Dia berkendara ke tepi pantai Los Angeles, dimana ada rollercoaster dan kincir raksasa dengan rencana bergabung di dalam pesta yang meriah. Ketika ia memberhentikan mobilnya, sekelompok orang dengan rusuh bergegas melewati mereka menuju ke pantai. Kris awalnya berpikir bahwa superstar tiba tiba muncul tetapi pada akhirnya menemukan bahwa itu karena pokemon langka yang tiba tiba muncul. Mengingat kejadian ini, sulit bagi Kris Wu untuk mnyembunyikan kegembiraannya. “Ketika aku menyaksikan itu secara pribadi, hal itu benar benar mengejutkan, aku bahkan merekam kejadian tersebut dengan ponselku”. Kris Wu merasa bahwa jenis permainan ini adalah jenis fenomena di dalam masyarakat, dimana dalam kurun waktu singkat, semua orang dan segala hal tidak akan mampu mengganggunya . Dia kemudian bersemangat menceritakan sebuah insiden, Justin Bieber juga merupakan pemain aktif dari permainan ini, dan suatu hari ketika dia berada di luar, itu hanya kebetulan ada pokemon langka di daerah itu dan dengan semangat yang meledak dia langsung melesat kearah kerumunan, berjuang bersama sekelompok orang asing. Orang – orang di sekitar tidak menyadari dia, tetapi setelah mereka menangkap pokemon tersebut barulah mereka bertanya tanya “Apakah orang itu Justin Bieber?”.

Memikirkan kembali perjalanannya. Kris Wu menilai perjalanannya berjalan dengan bahagia, santai, dan memuaskan. Menurutnya ketika orang yang lewat di sekitar kita benar – benar tenggelam dalam permainan, menyebabkan dia memiliki perjalanan tanpa hambatan, karena akan sangat kecil kemungkinan dia terkena masalah akibat penggemar yang mengenalinya. Menjadi tidak dikenali dalam kehidupan sehari hari, selebriti popular ini kembali mengungkapkan bahwa itu keinginan terpendamnya, dia menunggu saatnya untuk memiliki momen kebebasan dimana ketika dia berjalan di luar rumah dia tidak akan diperhatikan, dan berharap jari – hari kemudian akan datang kejadian yang lebih banyak seperti ini.


“ Tidak memiliki kebebasan adalah hal yang sangat mengerikan”

Setelah seharian pengambilan gambar untuk GQ, Kris Wu segera  berganti pakaian yang nyaman, kaus yang longgar, masuk ke bagian belakang mobil, tubuhnya yang tinggi bersandar ke posisi yang nyaman, lalu ia mengulurkan kakinya yang panjang dan mengistirahatkan kakinya di bangku depan, masuk ke posisi yang nyaman. Dia menarik kerah bajunya terbuka, menyematkan alat perekam di tempat sebelah tulang selangka, dan menepuk – nepuk kursi di sampingnya, berpaling ke arah wartawan dan berkata “Mari kita mulai”.

Dia selalu mengatakan bahwa kepribadiannya itu “Sulit ketika menemukan momen yang harus dihadapi tanpa kebebasan”. Oleh karena itu, tidak peduli betapa gugupnya dia selama bekerja, ia benar – benar harus memiliki pemutar musik di sisinya, menggunakan musik untuk merubah lingkungan kerjanya. Bertahun- tahunn tinggal di luar negri telah menyebabkan dia menjadi terpikat dengan budaya hip – hop. Ketika menekan sebuah tombol, kemudian musik dijalankan, setiap otot segera bergerak mengikuti irama, merubah keseluruhan sikap yang telah dipertahankannya sepanjang hari.

img-89877d717e1ddfb3666628d56728d04c

Setelah kembali ke China selama lebih dari dua tahun, perubahan terbesar yang telah terjadi ini adalah ketika berusia 26 tahun yaitu – inisiatif. “Hanya ketika kau memperlakukan kru film sebagai keluargamu, maka Kau akan bisa bekerja dengan baik”. Ini adalah apa yang seorang sutradara telah memberitahu Kris sebelumnya, dan telah menjadi keyakinannya di tempat kerja. Hal yang sama berlaku untuk wawancara, seolah – olah ia menerima tamu di ruang tamu sendiri, dan sebagai tuan rumah, ia mengambil inisisatif untuk membuka topik, mengungkapkan umpan balik, dan mengontrol seluruh percakapan.

Dari 2014 – 2016 ia mengambil 8 film tanpa henti. Sepeerti artis top lainnya, setiap menit dihitung. Waktunya dihitung per jam, didorong oleh efisiensi, ia bergerak dengan cepat dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Sehari sebelum melakukan pemotretan untuk GQ, ia berada di Shanghai untuk acara sebuah produk alkohol, dan setelah menyelesaikan pemotretan untuk majalah lain di tengah malam, dan masih harus buru – buru pergi mengepas kostum untuk karakter film yang lainnya. Ada dua puluh set pakaian, dan ia praktis tidak tidur sepanjang malam. Hari berikutnya adalah hari yang dipenuhi dengan pemotretan majalah. Sebelum ada kamera, ia tampak bercahaya, bahkan saat itu ia hanya sedang duduk didalam mobil, apakah dia menunjukan jejak kelelahan yang terlihat? Meskipun demikian, ia mempertahankan sikap professionalnya dan menjawab pertanyaan dengan cepat tanpa penundaan.


 “Apa sih rasanya menjadi sibuk?”

Kris Wu berhenti , dan menjawab tiba – tiba. “Kebal, aku hanya merasa mati rasa terhadap persepsi waktu”.

Sebagai akibatnya, hal ini memicu tentang bagaimana mengelola kehidupan sebagai artis yang sibuk bekerja sepanjang jam. “Setelah sekian lama bekerja di industri ini, hal itu masih membuatku sedikit sedih, aku tidak punya begitu banyak teman. Perlahan – lahan aku menjauh dan lebih jauh dari kehidupan nyata, jauh dan sangat berjarak”.

Setelah kembali ke China selama dua tahun, ia disambut hangat dan banyak yang tertarik kepadanya. Seiring waktu, jumlah teman temannya di industri hiburan telah meningkat. Teman yang ia banyak dengar kabarnya namun belum bertemu juga , setelah pertemuan awal yang hangat ia akan mengatur untuk bertemu lagi untuk mengobrol, tapi kebenaran dari masalah ini adalah bahwa, ini biasanya akan terjadi setahun kemudian. Dalam industri hiburan, “See you next time” secara bertahap akan diartikan tidak pernah memelihat orang itu lagi, bahkan tidak memiliki kesempatan untuk berpapasan satu sama lain di bandara.

“Ini bukanlah yang aku harap ingin menikmati dan memiliki waktu yang baik, hanya saja rentang waktu yang sangat aku inginkan telah berlalu sejak lama”. Kris Wu mengatakan ketika ia berusia delapan belas tahun, sama seperti teman – temannya yang seusianya dan menikmati kebahagiaan hidup, dia sendirian di Korea, berlatih keras dan terus menerus untuk mendapatkan kesempatan debut sebagai anggota grup idola.

Kemudian Kris yang sekarang bahkan lebih banyak membutuhkan pikiran yang tenang. “Berhenti, dan menunggu waktu yang tepat”.

Tapi, siapa yang bisa berheti pertama?

img-b3bbc5598dd06023d6894b8cc762f637

“Siapapun yang pertama melarikan diri dari ini, untuk menyelesaikan tugas ini, siapapun yang pertama mengatakan bahwa , aku tidak akan melakukan ini lagi, aku harus istirahat, aku ingin menetap, aku ingin bersantai, aku ingin menikmati hidup, aku ingin belajar…. Tapi siapa yang akan mampu? Sulit, sangat sulit. Satu hal ini, jika hal itu sederhana dan menguntungkan, semua orang akan melakukannya. Tapi, persaingan di indutri hiburan ini sangat keras, apakah kau berpikir tentang hal itu atau tidak, akan selalu ada berbagai macam perbandingan dan persaingan”|. Dia mengakui dalam hatinya, ada juga rasa cemas yang menyebar. “Ini adalah masalah yang sangat nyata, tidak ada yang akan tahu bagaimana hari berikutnya akan menjadi seperti apa, sehingga setiap orang akan lebih bertindak saat ini, bukannya melihat masa depan”. Selama wawancara ini , film baru Kris Wu <Sweet Sixtee> baru tayang di bioskop – bioskop. Dia telah merencanakan untuk menonton di bioskop secara sembunyi – sembunyi, tapi setelah pertimbangan, akhirnya menyerah karena tinggi badannya yang hampir 1,9 m, bahkan di teater bisokop yang gelap, itu akan sulit untuk tidak menimbulkan perhatian. Dia lebih suka untuk tinggal di rumah dan bermain game online.

“Kebebasan adalah apa yang sangat orang orang dambakan, tidak memiliki kebebasan sangatlah menakutkan”. Dari perspektif ini, ia merasa dalam hidupnya tidak ada rasa iri. Namun, ia mengakui bahwa untuk tingkat tertentu, ini adil., seperti ketika ada keuntungan akan ada pula kerugian. “Sejak aku memilih jalan ini, aku harus memikul tanggung jawab, aku tidak bisa menjadi seperti ini satu hari, dan kemudian ingin memilikinya dengan caraku kemudian, maka pasti ada yang salah kan? Bagaimana bisa? Bukankah begitu? Maka akan lebih baik jika tidak mulai sama sekali”.

“Yang paling aku takuti adalah bahwa hidup aku akan benar benar dihabiskan untuk bekerja, takut bahwa aku akan terus ada tapi tidak tahu alasan untuk apa aku hidup”. Di jalan raya, mobil terus mengemudi tidak terlalu cepat tidak terlalu lambat. Kris Wu juga melanjutkan tanpa tergesa – gesa. “Jadi itu sebabnya sekarang, aku memiliki keinginan yang kuat untuk mendapatkan kembali apa yang aku rasakan ketika aku muncul di awal, perasaan bermain basket dengan  teman – teman, bermain game bersama sama, dan berpergian bersama – sama”.


 “Hanya ketika karyaku benar – benar baik, aku akan memiliki hak untuk bicara”

Pada lapangan basket indoor sebuah universitas di Shanghai, Kris Wu menyelesaikan syuting untuk cover special majalah GQ. 1 lapanagan basket, 21 bola basket, 46 base ketiga, anak – anak keempat kelas juga muncul pada saat pemotretan.

Anak – anak muda ini tahu siap Kris Wu, sehingga membuat proses syuting lebih keras dan lebih rumit, sambil menunggu anak – anak berbaris berturut – turut, berdiri di bagian penonton di lantai kedua, berteriak jelas dalam suara kekanakan mereka, benar – benar tidak malu sedikit pun, berkata pada Kris Wu yang berada di lapangan. “Kris Wu lemparlah bolamu kearah sini”.

Ketika pencahayaan sedang diperbaiki, semua anak – anak menempel padanya, beberapa menyambar telinganya, memegang pakaiannya. Seperti orang tua, Kris Wu terus tersenyum memanjakan, dan selama istirahat ia mengenakan celana panjang yang longgar dan bermain basket dengan anak – anak kecil.

Kris Wu melihat dirinya ketika ia muda pada anak – anak kecil tersebut. Kris yang berusia 11 – 12 tahun  tinggal di Guangzhou, setelah itu pergi ke kanada dengan ibunya. Saat itu ia baru saja mulai bermain basket, pernah berpikir kedepan, bahkan pernah bermimpi untuk tumbuh lebih tinggi – tetapi dengan usianya yg masih muda, tangan tidak terlatihnya, kurang dalam keterampilan, tidak peduli bagaimana ia melemparkan , ia tidak mampu membuat lemparan ke ring manapun.

img-9ef490216f24c8c158a6c1b814ed2225

Basket adalah mimpi pertama Kris Wu, hingga hari ini, dia sellau terlihat bangga setiap berbicara tentang semua kemenangannya di lapangan, tapi selalu berakhir dengan kata – kata yang rendah hati. “Tentu saja , jika pemotretan hari ini akan memungkinkan anak – anak untuk mulai menyukai basket, itu akan sangat berarti bagiku”.

­­­Orang seperti apa sih Kris Wu? Semua orang yang telah bekerja dnegan dia sebelumnya memujinya karena dia seorang yang professional.

Aktor seperti apakah Kris Wu? Ini adalah pertanyaan yang jawabannya masih dalam proses.

“Ketika kau meminta  untuk menilai aktingku, aku merasa bahwa itu sangat sulit untuk dijawab. Aku selalu berkata pada diriku sendiri, akting adalah profesi untuk seumur hidup, jika aku berbicara tentang hal ini sekarang, itu semua terlalu dini. Aku masih memiliki jalan yang panjang untuk menjadi aktor yang baik”,ujarnya.

Setelah kembali ke China selama dua tahun , baik itu kepuasan atau kekecewaan terhadap karya filmnya, Kris Wu telah mengalami itu semua.

Mengubah topik, ia mulai menguraikan dirinya sendiri: “Barang siapa yang bekerja untuk suatu karya, maka dialah yang harus menghadapi hasilnya”. “ Kau tidak dapat menjamin bahwa setiap bagian dari pekerjaanmu akan memuaskan. Paling tidak, aku bisa katakan dengan hati nurani yang jelas, bahwa aku telah melakukan yang terbaik dalam setiap perkejaanku. Aku akan selalu menempatkan karyaku di tempat teratas hal yang sangat penting, ini bisa kau percayai, aku tidak akan pernah berubah dalam aspek ini, karena tanpa karya segala sesuatu yang lain hanyalah omong kosong. Hanya ketika karyamu baik, Kau akan memiliki hak untuk berbicara”.

“Aku benar benar terbiasa untuk menerima bahwa akan ada penilaian positif dan negative”. Memiliki reaksi yang berbeda terhadap film ini hanya sesuatu kecil yang dan biasa. “Masyarakat itu sangat keras, diperlukan usaha darimu dengan standar mutlak yang terbaik. Jika anda tidak dapat melakukannya, anda akan selamanya harus tetap memanjat keatas (karir)”.

Selama percakapan kami, Kris berbagi sebanyak mungkin, dia akan menggunakan teori akting untuk meningkatkan penampilannya. Ia bersedia mengakui bahwa menjadi seorang aktor yang tidak menerima pelatihan professional, aktingnya akan mengandalkan intuisi bukan pengalaman.

Di akhir dari film <Sweet Sixteen>, ketika pemeran utama Xiamu berdiri di belakang jeruji penjara ketika ia mengaku pada orang yang dicintainya, ia tidak pernah memberi penjelasan lebih tentang berapa banyak waktu  yang ia ambil untuk masuk ke dalam karakternya, karena dari apa yang ia ingat, setelah membaca naskah ia terjaga sepanjang malam, bahkan tidak  bercukur, sebelum langsung berangkat syuting. “Aku hanya merasa bahwa, saat sutradara berteriak ‘Action’, Aku langsung berubah menjadi Xiamu, saat sutradara berteriak ‘Action’ Aku akan berubah menjadi Cheng Zheng, itu saja”.

img-dec19c0ab0fa9a08088e9bdbf127cf82

Ketika datang ke musik, Kris Wu akan memeritahu siapa saja yang berkolaborasi dengan dia, dan siapa saja yang memberinya arahan dengan kalimat ini, “Maaf ini adalah musikku, itu harus berjalan sesuai dengan rencanaku”. Ketika menyangkut masalah mode (fashion), dia adalah anak yang keras kepala, setiap potong pakaian yang terlihat bagus, caranya untuk mencocokan pakaian, semuanya ditentukan berdasarkan keputusannya sendiri. Pengecualian hanya untuk film, Aku harus belajar dengan pikiran terbuka”.

Tidak menjadi seorang yang percaya diri dalam bidang ini, Kris Wu memutuskan untuk menyerahkan pilihan kepada sutradara, karena film adalah seni individu dari seorang sutradara. “Bahkan jika penonton tidak berpikir bahwa karakter tidak harus seperti itu, tapi setidaknya sebagai aktor, aku sudah diberitahu apa yang diinginkan sutradara”.

Karena ketergantungan seperti ini, telah menyebabkan Kris Wu merasa bahwa sebagai seorang aktor, kecemasan dan perasaan tidak memiliki banyak perkembangan “artistic” telah menyebabkan dia menjadi aktor yang bisa masuk dan keluar dari karakter secara cepat. “Karena aku merasa bahwa , ketika akting untuk peran ini telah diselesaikan, aku harus melakukan sesuatu, aku tidak bisa membiarkanku tinggal  di satu karakter terlalu lama. Aku tahu bahwa aku bukan orang dalam peran itu, aku ini aku sendiri, aku memiliki rasa kesadaran diri yang tinggi, dan merasa bahwa aku akan dapat dengan jelas membedakan masing – masing dan setiap karkater dari Kris Wu sendiri”.

Jadi, baik itu menjadi Xiamu di <Sweet Sixtee>  Cheng Zheng di <Never Gone>, biksu Tang Sen di <jouney To The West> atau Dj di <xXx : Return of Xander Cage> yang mampu menggunakan berbagai benda sebagai senjata, mereka semua adalah dia, dan juga bukan dia. Setiap naskah yang dipilih olehnya, dan selama itu merupakan ulangan karakter sebelumnya, ia akan segera menolaknya, tapi ia merasa bahwa jenis penolakan itu bukan karena dia secara khusu ingin melakukan sesuatu yang berbeda. “Ketika satu saat mengarah ke kehidupan yang memuaskan, kehidupan yang benar – benar baik, maka menjadi bertanggung jawablah untuk diri sendiri”.


“Kehilangan popularitas adalah hal yang sangat wajar”

Dalam kegelapan malam, wawancara dan pemotretan sudah akan berakhir. Sopir Kris Wu sudah berada dalam perjalanan menuju kota Shanghai.

Di luar jendela, lampu neon The Bund dan garis batas Oriental Pearl Tower, semua tampak begitu dekat dalam jangkauan, namun tujuan mereka masih jauh. Pada titik ini, ia mengambil inisiatif untuk berbicara. “Kau dapat mengajukan pertanyaan apapun, aku tidak ingin staf untuk menyesal”.

“Ada pertanyaan?”

”Ya, pertanyaan apapun“.

“Apa pendapatmu jika para penggemar meninggalkanmu?”

“Ini adalah era yang serba cepat sekarang, bahkan lebih lagi untuk industri hiburan. Hari ini kau menyukai seseorang, besok kau akan menyukai orang lain, ini benar – benar  umum. Terutama ketika orang yang kau suka adalah seseorang yang sangat jauh, sebenarnya kau memiliki lapisan pelindung, dan dapat mengontrol situasi yang seperti ini. Akan selalu ada fans yang pergi dan ada juga ada orang biasa yang tiba tiba berubah jadi penggemar. Orang – orang terus berubah dalam berbagai sisi, dan aku tidak akan pernah bisa cocok untuk semua orang”.

“Maka apakah kamu takut bahwa akan ada hari dimana kau tidak populer lagi?” pertanyaan itu diajukan tiba – tiba.

“Mengapa aku harus takut bahwa suatu hari tidak akan popular lagi?” jawabannya datang sama – sama cepat.

img-48299bc4f6c736816154b8c508199364

Dimatanya, dalam hidupnya ia telah pernah mengalami kehilangan puncak dari karir basketnya yang ia anggap sebagai pencapaian tertinggi secara pribadi. “Setelah kehilangan sesuatu, tidak ada yang lebih dari itu tapi dua emosi. ‘Aku sebelumnya memiliki itu , bagaimana aku bisa kehilangannya, atau ‘Itu sudah pergi, dan itu sangat normal”…. Aku  akan bersedia memilih untuk mejadi yang terakhir”.

Dulu basket adalah tempat dimana Kris mendapat prestasi tingkat tertingginya. Sejak mulai bermain basket pada usia 11, setiap hari selama 24 jam, dia tidak bisa menunggu untuk memeluk bola basketnya saat tidur. Dia tidak akan melakukan olah raga lainnya, ia spenuh hati menenmpatkan semuan ke dalam mimpi – mimpinya untuk menjadi pemain basket professional.

“Waktu telah berubah”. Inilah yang terus menerus dikatakn Kris Wu. Dia ingat bahwa untuk generasi ibunya, tuntutan konsumen masih sangat dangkal. Pada saat itu idola nasional adalah Andy Lau, banyak penggemar yang akan membeli tiket konsernya dan bahkan harus diadakan di kota mereka bagi  mereka yang menghadirinya, karena akan nyaman berpergian dengan kereta api ke kota – kota lain.

Dan untuk tahun masa kecilnya, era ketika komputer dan ponsel belum menjadi populer, satu – satunya hiburan adalah untuk pergi ke pusat game dan bermain game street fighter. Tak satu pun dari keluarganya yang tertarik dalam industri hiburan, dan ia sendiri tidak pernah menyukai selebriti sebelumnya – dulu hidupnya hanya terdiri dari basket.

Tetapi bagi generasi diatas 1995 – 2000an, kondisi keluarga mereka menjadi lebih baik dan lebih baik, praktis bisa menggunakan ipads dan ponsel dari saat lahir. Dengan sifat konsumerisme, ini menyebabkan kekuatan penggemar menjadi yang paling terdepan, bersama – sama dengan perkembangan internet, ini mengakibatkan jarak antara artis dan penggemar  yang semakin dekat. Dia tahu bahwa dia telah diuntungkan sebagi akibat dari perubahan baik yang terjadi. “ekonomi telah bergantung pada sumbernya, dan ketika daya beli fans meningkat, penggemar akan secara alami menjadi kekuatan terbesar untuk orang yang mereka sukai.

Kris Wu mendapatkan keuntungan dari sistem idol ini. Tapi ini tidak berarti bahwa ia akan berkompromi pada posisinya sebagai idola. Pada kenyataanya langkah demi langkah dalam proses memahami tempatnya sendiri di industri, Kris Wu telah menjadi lawan terbesar untuk dirinya sendiri.

“Sekarang Aku tidak muda lagi, sampai datang suatu hari ketika aku tidak seperti apa yang aku terlihat sekarang, ketika aku tidak lagi populer, itu akan benar – benar normal”, katanya.

“Kobe Bryant juga memiliki masa puncaknya, setelah kehilangan itu, bagaimana ? itu berarti kerugian, kerugian selamanya. Jadi jika ada datang suatu hari ketika aku tidak lagi popular, jika aku mengatakan bahwa aku tidak akan berpikir kembali ke hari – hari dimana aku masih populer ,pasti itu tidak akan mungkin. Tapi setelah berpikir kembali, lalu apa? Aku akan sedih dan melakukan segala sesuatu yang bisa aku lakukan untuk menjadi popular lagi? Jika itu terjadi, sekarang aku masih akan bermain basket tanpa henti, tanpa rasa siang atau malam hari”.

img-047fd823d5e08dcc35b59c0791175986

Dimatanya, orang akan melakukan hal yang berbeda pada setiap tahap dalam hidup. Sebagai contoh, selama masa muda mereka mungkin melakukan beberapa hal gila. Sangat menyukai seseorang, ataupun idola. Ketika ia masih muda, ia menyukai Kobe Bryant, hingga ia berada di titik dimana dia ingin menonton salah satu pertandingannya. Mimpi terbesarnya adalah saat dimana Kobe memberikat bola basket yang sudah ditandatangani untuknya, dan dia berharap bahwa suatu hari, dia dapat menjadi seperti Kobe Bryant. Namun pemikiran pada saat masa mudanya akan berubah seiring dia bertambah dewasa.

“10 tahun kemudian, aku akan berusia 26 tahun. Penggemarku juga akan lebih tua 10 tahun dari mereka sekarang, dan akan menikah, menetap dan punya anak. Pada saat itu akankah mereka melakukan hal hal yang mereka lakukan seperti sekarang? Mungkinkah? Jawabannya mungkin tidak ada. Oleh karena itu, bahkan jika suatu hari aku tidak lagi popular, aku masih akan hidup, dan akan hidup untuk diri aku sendiri”. Jawabannya, seperti biasa pendek dan sederhana; dan ekspreksi di wajahnya tak tergoyahkan.


credit to :

China – Eng trans : Becca

Eng – Bahasa trans : yohanayos

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s