People Magazine: PORTRAIT – KRIS WU Part 2: Kehidupan di Korea

Kehidupan di Korea

Kevin, Seorang Sahabat

“Aktingmu semakin baik sekarang, kau tahu kenapa? Karena kau sudah memperlakukan tempat ini sebagai rumahmu.” Tahun lalu ketika syuting Never Gone, Kris Wu ingat apa yang dikatakan oleh kameramen. Di film itu Kris Wu berperan sebagai pemeran utama pria. Anehnya, suatu waktu ia akan merasa sangat nyaman berakting tapi suatu kali ia akan merasa sedikit gugup. Setelah Kris Wu mengenal pemain yang lain dengan lebih baik, ia bisa lebih terbuka dan kemudian ia menerima evaluasi ini. Hal ini menyadarkannya jika; ‘mendapatkan pujian ini hanya ketika seorang aktor mampu menganggap pemeran yang lain sebagai keluarga daripada membatasi diri.… hanya dengan itu kau bisa berakting di posisi terbaikmu.’

Selama wawancara, Kris Wu beberapa kali berkata jika ia berharap bisa mendapat dukungan yang mirip seperti dukungan dari keluarga, dan apakah pekerjaannya bisa mencapai standar yang ia tetapkan untuk dirinya sendiri atau tidak. Setelah kembali ke Cina dan mendirikan studionya sendiri, Kris Wu juga berharap jika hubungan dengan staff di studionya bisa seperti keluarga. Kris Wu percaya bahwa ikatan keluarga dibangun dari kepercayaan, dukungan dan pertemanan.

Di lingkungan yang terasa seperti di rumah, Kris Wu bisa mendapat motivasi ekstra yang ia rasa suatu keharusan.

‘Jika kau punya hubungan yang baik dengan manajermu dan merasa jika ia melakukan semuanya untukmu dengan tulus, kau akan merasa sangat termotivasi dan luar biasa tenang.’

Karena itu Kris Wu punya keinginan yang kuat untuk mempunyai hubungan seperti itu, dengan kepribadiannya yang sangat mudah termotivasi, karena itulah Kris Wu bisa tetap tekun di dalam suasana monoton SM. ‘Sebenarnya banyak orang yang menyerah di tengah jalan namun, alasan kenapa aku tetap tinggal karena saat itu aku punya hubungan baik dengan beberapa staff di department training.’ Mereka mensupportnya. ‘Aku memperlakukan mereka semua seperti aku memperlakukan keluargaku sendiri, jadi mereka selalu mengatakan padaku, kau harus terus maju, kau akan melakukannya dengan baik. Aku juga tidak ingin membuat mereka kecewa.’

Mungkin ini adalah keinginan yang kuat untuk merasakan rasa memiliki yang membawa Kris bertemu dengan teman dekatnya Kevin.

Keduanya tiba di SM tanpa keinginan untuk menjadi selebriti. Mereka berdua sama-sama trainee asing, keduanya menyukai Hip Hop Amerika dan music eksperimental dan muncul di SM karena suatu kesempatan. Kevin masuk SM setelah lulus audisi yang diadakan di Amerika. Ketika SM mengadakan audisi di Amerika, Kevin tidak tahu siapa mereka (SM). ‘Aku hanya ingin membuat musik dan merasa gembira ketika melakukannya. Karenanya aku naïf di beberapa aspek, aku tidak berpikir terlalu panjang mengenai itu karena aku masih terlalu muda.’

Kris Wu berkata jika pertama kali ia bertemu Kevin, ia bisa merasakan jika “keduanya punya cara berpikir mereka sendiri”.

Di SM, keduanya susah bersama, bekerja keras mencapai tujuan mereka untuk debut bersama dan mereka bertemu dan berlatih setiap hari. Untuk Kris Wu, Kevin adalah teman yang sudah lama ia harapkan; ‘Seperti sahabat.’

SM membuat grup idola yang bertujuan untuk menarik fans melalui, nyanyian, tarian dan mengambil bagian di program variety. Ada banyak cara untuk meningkatkan karisma seorang idola, contohnya, menempatkan mereka di baju dengan gaya longgar yang warna-warni dan cute untuk menari. Di sebuah program televisi yang baru di review adalah grup band idola Korea yang popular, grup idola H.O.T menunjukkan tarian dan memakai baju yang menyolok dengan senyum hangat di wajah mereka ketika mereka menyanyikan lagu Happiness. Baju mereka tebal dan keringat membuat celana mereka menempel ke kaki. Setelah penampilan berakhir, mereka bergegas untuk pergi dan tampil di lokasi yang berbeda. Panasnya tidak tertahankan dan duduk di bangku belakang van, mereka hanya bisa menarik celana mereka semata kaki untuk mendinginkan tubuh sejenak, memakai celana lagi dengan cepat ketika mereka sampai di tujuan dan terus tersenyum dan bergaya untuk fans.

Tarian yang harmonis bisa menunjukkan karisma sebuah grup namun itu datang dengan harga yang mahal juga. Suatu kali saat syuting MV diantara 10 anggota, jika ada satu yang melakukan kesalahan ketika menari, semuanya harus mengulang dari awal lagi. SM suka menanamkan konsep “keluarga” di setiap grup idola mereka. “Keluarga” diantara anggota mereka sendiri dan diantara grup dan fans mereka. Ada banyak kali terlihat seolah-olah “keluarga” ini digunakan untuk membatasi perkembangan seorang anggota agar tidak “melukai perasaan anggota keluarga yang lain” tidak membiarkan seseorang merasa bersalah dan mereka akan berlatih lebih keras lagi.

‘Kami berlatih setiap hari dan tidak tahu kapan kami akan debut. Untuk mendapatkan kesempatan untuk debut oleh SM, kau harus berlatih luar biasa keras. Kami berlatih setiap hari, dan tidak tahu kapan akan debut. Ini sangatlah sulit, setiap hari kami harus berlatih sampai pukul 10 atau 11 malam bahkan kadang kami harus berlatih hingga pukul 1 pagi. Hal ini benar-benar merupakan tantangan fisik yang luar biasa,’ kata Kevin. Seperti banyak trainee yang lain yang tidak tahan dengan latihan yang monoton, Kevin akhirnya meninggalkan SM. ‘Kami ingin menikmati masa-masa muda kami, namun kami harus mengorbankan masa muda kami.’

Sejak awal Kevin ingin membuat musiknya sendiri. Ia datang ke perusahaan setahun sebelum Kris Wu. Awalnya ia menghadapi perusahaan dengan semangat, namun setelah 4 tahun bertahan, staminanya telah benar-benar habis. Ia sadar jika ia tidak punya tujuan yang jelas; ‘Aku tidak tahan lagi.’

Di tahun 2010, Kris Wu yang berusia 20 tahun mendengar berita yang sangat sedih, Kevin ingin meninggalkan SM Entertainment. Kris Wu benar-benar hancur., awalnya ia pikir ini adalah keputusan perusahaan. ‘Jangan biarkan dia (Kevin) pergi,’ ia memohon SM.

Akhirnya, hanya setelah menelepon Kevin, Kris Wu tahu kalau ini adalah pilihan Kevin sendiri. ‘Aku bertanya padanya, kenapa kau harus pergi sekarang?’ selama percakapan di telepon, Kris Wu terisak; ‘Aku berkata, kita berdua setuju untuk debut bersama, menahan semua kesulitan bersama jadi kenapa kau pergi?’

‘Jika kau teman baikku, kau harus mendukungku, karena menjadi idola di bawah perusahaan ini bukanlah keinginan awalku.’, kata Kevin pada Kris Wu.

Yang mengejutkan Kevin adalah meski ia tidak melakukan hal baik dalam persahabatan mereka, Kris Wu masih mendukungnya dan saat itu ia merasa jika; Kris Wu tidak akan berubah hati dengan mudah.

Keluarga Kevin berada di Amerika dan ketika ia baru meninggalkan SM, ia benar-benar merasa kesepian. Ketika masih di SM, Kris Wu akan meneleponnya untuk menunjukkan dukungannya. Kris Wu biasanya menelepon jam 11 malam dari dorm, jam di mana latihan di SM telah berakhir. Ada banyak waktu saat mereka menelepon saat pagi, dan untuk waktu yang lama mereka akan saling melepon begitu mereka bangun tidur untuk saling memberi tahu apa yang mereka lakukan.

Haruskah kita menulis lagu bersama? Kris Wu pernah sekali membahas hal ini.

Ya, mari kita menulis lagu, kata Kevin.

Apa yang harus kita tulis? Kenapa kita tidak menulis sebuah lagu untuk Ibu kita? Tanya Kris.

Ini luar biasa, Kevin berkata.

Lagu mereka Lullaby dibuat hanya dalam waktu satu jam. Di lagu itu, Kevin mengekspresikan jika keduanya mengungkapkan permintaan maaf mereka terhadap Ibu mereka karena telah membuat menunggu Kevin dan Kris Wu untuk waktu yang lama. Mereka ingin memberitahu Ibu mereka untuk tidak perlu mengkhawatirkan mereka, karena ketika Ibu mengkhawatirkan anak-anak mereka, sang anak pun tidak akan tenang.

“Jangan khawatirkan aku, liaht aku, aku baik-baik saja.” Kevin berbagi lirik melalui telepon dengan reporter People Magazine; ‘Ini adalah pesan yang ingin kami beritahukan pada mereka.’

Yang Kris Wu dan Kevin tidak sadari adalah, selain penampilan di panggung, kehadiran di sebuah acara dan promosi, di SM, persahabatan juga dilarang.

Berdasarkan pengalaman Mama Wu, SM tidak suka jika artis mereka mempertahankan persahabatan dengan trainee yang keluar atau tereliminasi. Mama Wu percaya jika SM “pastinya merasa”, “mereka yang meninggalkan perusahaan sudah pasti membenci perusahaan”. SM tidak mengijinkan Kris Wu untuk menghubungi Kevin lagi, namun di bawah aturan-aturan yang tidak masuk akal Kevin bisa melihat jika keinginan Kris Wu untuk mempertahankan persahabatan mereka sangat kuat. Dengan jelas, Kris Wu mengatakan kepada Ibunya; teman adalah teman, aku tidak akan berhenti berteman dengannya setelah ia meninggalkan perusahaan. ‘Dia keras kepala,’ kata Mama Wu.

Selama periode itu Kevin sendirian di Korea, yang membuatnya terkejut adalah di saat ia membutuhkan seseorang, Kris Wu akan selalu muncul di depannya. Suatu waktu Kevin dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan dan dia hanya bisa menghubungi Kris Wu. ‘Saat itu dia (Kris Wu) sudah popular di Korea dan setelah memintanya untk datang ke rumah sakit, dia (Kris Wu) segera datang

Dia seharusnya tidak di ijinkan untuk keluar, dan aku tidak tahu bagaiamana ia melakukannya tapi dia datang. Saat itu aku tidak punya uang dan dia membayar tagihan rumah sakit dan membawaku makan.’ Kata Kevin. ‘Hal ini adalah sesuatu yang aku akan selalu mengingatnya, aku sangat berterima kasih padanya.’

Setelah bekerja keras, Kevin masuk perusahaan CHITWN MUSIC dan akhirnya bisa mendapat kebebasan untuk membuat musik hip hop yang dia suka.

Mungkin karena perasaan tidak berdaya selama masa kanak-kanak, dalam pertemanan Kris Wu berkata jika ia akan mengambil peran aktif untuk melindungi persahabatannya, berusaha untuk mempertahankan hubungan mereka dan bukanlah tipe yang membarkan persahabatannya hancur dengan mudah. Setelah ia terkenal dia punya teman yang membuat permintaan yang agak tidak masuk akal, contohnya meminta uang atau barang-barang, namun Kris Wu akan berpura-pura untuk tidak merasa dan tetap mempertahankan hubungan baik dengan orang itu.

‘Ini karena aku pikir itulah yang kita rasakan antara satu dengan yang lainnya.’ Kris Wu berkata. Selama orang ini bisa menjadi tempat untuk mendengarkan keluh kesahnya di saat ia kesulitan, hanya bisa melakukan hal sekecil in, Kris Wu merasa sudah cukup. ‘Jadi di aspek yang lain aku tidak terlalu peduli.’

Memaksa Diri Hingga Tidak Ada Jalan Keluar

Selama Kris Wu tinggal di Korea, selain Kevin, yang membuat Kris Wu terkejut adalah jarak hubungannya dengan sang Ibu berubah dari keadaan yang tidak bisa diperbaiki menjadi keadaan di mana mereka akan saling memperhatikan dan merindukan satu sama lain. Ini adalah kedekatan yang sangat Kris Wu dambakan, suatu hal yang muncul setelah keduanya terpisah.

‘Ketika aku pergi, aku hanya mengunci pintu dan pergi…. aku ingin pergi ke Korea karena dia di sana, pikiran-pikiran itulah yang memenuhi benakku waktu itu.’ Ini adalah bagaimana Mama Wu menggambarkan situasi beliau ketika beliau pindah dari rumah mereka ke sebuah apartemen di kota.

Beliau sadar jika beliau pergi ke Korea untuk mengunjungi Kris Wu setahun sekali, SM akan dengan sopan mempersilakannya namun ketika kali kedua dan ketiga, SM memperlakukan beliau dengan dingin dan tidak mengijinkan beliau untuk bertemu dengan Kris Wu. Suatu waktu ketika tahu Kris Wu mendapat istirahat, beliau pergi ke Korea namun harus menunggu hingga malam sebelum SM mengijinkan beliau bertemu putranya. Beliau merasa ini dilakukan untuk lebih mudah mengontrol artis-artis mereka, SM ingin agar para trainee bisa dengan cepat menerima “keluarga” baru mereka yang telah di tentukan olah perusahaan. Beliau takut “jika kau membuat sedikit masalah, mereka (SM) akan mengeliminasi anakmu untuk membuktikan kekuasaan mereka” jadi beliau tidak berani berbuat banyak.

Selain bertemu sekali dalam setahun intensitas komunikasi mereka hanyalah melalui telepon.

Di pembicaraan telepon mereka, putranya akan terus mengatakan padanya, aku baik-baik saja, sangat baik. ‘Ketika kau memaksanya untuk mengatakan kondisinya di sana ia akan terus bilang, aku baik-baik saja, semuanya baik-baik saja.’

Karena itu beliau hanya bisa menduga kondisi putranya dari pembicaraan telepon mereka. Ketika Kris Wu tidak mengangkat telepon, tak ayal lagi ini adalah tanda jika kondisinya tidak baik.

Yang paling membuat beliau khawatir adalah suatu kali saat malam tahun baru, ketika semua orang pulang ke rumah dan hanya Kris Wu yang tinggal di Korea, beliau menelepon dan menelepon namun; ‘Tak peduli berapa banyak aku menelepon, dia tidak mengangkatnya.’ Kejadian ini sangat sulit untuk beliau; ‘Aku tidak tidur semalaman.’

Keesokan harinya beliau memberanikan diri untuk mengirim pesan pada seorang staff wanita yang bertugas di training. “Bisakah aku merepotkan Anda untuk minta tolong agar Kris menghubungiku?” Beliau berkata waktu itu. Malam harinya akhirnya putranya menelepon.

‘Apa kau rindu rumah? Jika kau lelah kau bisa pulang, tidak perlu khawatirkan apapun.’ Ketika ia mendengar perhatian Ibunya, Kris Wu mulai menangis. Awalnya ia menangis tanpa sadar dan tidak ingin Ibunya tahu kalau ia sedang menangis seperti biasanya, ia berkata kalau semuanya baik-baik saja dan tidak ada masalah. Setelah menangis akhirnya ia kembali tenang dan menepuk bahunya sendiri karena sudah cukup bijak dengan menahannya.

Hanya setelah ia debut, ia memberi tahu Ibunya tentang kekacauan batinnya hari itu. Saat itu ketika ia masih di SM, ia mengalami keputusasaan dan ia tidak berani mengangkat telepon di malam tahun baru karena ia takut jika sekali ia mendengar kata-kata hiburan dari Ibunya ia akan berubah ketetapan hati. ‘Ia berkata jika ia mengangkat teleponku, ia tidak akan tinggal (di SM) lagi, ia tidak sanggup untuk melanjutkan, ia berkata itulah sebabnya ia tidak bisa mengangkat telepon apapun yang terjadi.’ Kenang Mama Wu.

Kris Wu harus mengumpulkan keberanian untuk menelepon di tahun baru. Kris Wu mengatakan pada People Magazine bahwa; ‘Aku tidak bisa kembali ke rumah, aku harus terus bertahan hingga akhir.’ Sebelum ia menelepon ia berkata pada dirinya sendiri untuk hatinya bisa lebih kuat lagi.

Mengingat hari-hari di mana ia menunggu hari ia debut, Kris Wu berkata jika kata pertama yang bisa ia pikirkan adalah “kesabaran”. ‘Saat itu kau tidak tahu kapan kau bisa debut, kau tidak tahu apa kau akan melakukan itu (debut) di waktu yang telah ditentukan (di masa depan), kau hanya harus berlatih dan belajar setiap hari dan kemudian menunggu, merasa sangat tersesat.’ Ia berkata ‘Aku hanya bisa berpegangan pada determinasi untuk tetap bertahan, aku beritahu diriku sendiri kalau aku tidak bisa pulang. Jika aku pulang sekarang, bukankah itu seperti menyerah di tengah jalan? Aku sudah menghabiskan banyak tahun dan tidak melanjutkan sekolahku.’

Sampai di titik ini, hanya mengatakan pada ibunya hal-hal baik yang terjadi selama perjalannya yang gigih, ia tidak memberikan dirinya kesempatan untuk mengeluh. ‘Akhirnya, aku juga mendorong diriku sampai di titik aku tidak bisa kembali.’ Ia memberi tahu People Magazine.

‘Kris Wu adalah seorang yang tidak mementingkan dirinya sendiri, poin ini yang membuat kami sedikit berbeda. Kalau aku, jika aku ingin pergi aku akan pergi, aku tidak memikirkan keluargaku. Tapi ia sangat tidak mementingkan dirinya sendiri, ketika ia ingin pergi, ia memikirkan Ibunya.’ Ini adalah yang Kevin katakan ketika ia membicarakan perbedaan antara dirinya dan Kris Wu dan bagaimana ia mendukung Kris Wu sampai akhirnya Kris Wu bisa menunggu sampai saat ia debut.

Ketika beliau (Mama Wu) tahu mengenai kekacauan batin putranya, Mama Wu luar biasa sedih. ‘Ia akan berpikir jika aku berada di bawah banyak tekanan hidup,’ beliau berkata. ‘Sebenarnya, apa yang ia rencanakan bukanlah apa yang aku perlukan. Aku hanya ingin ia berada di sampingku, jadi kenapa ia harus hidup mandiri?’

Apa putramu masih training? Apa ia tidak merasa semua itu sulit? …. memikirkan bagaimana Mama Wu melalui hari-hari tanpa kabar dari putranya, pikiran Sindy dipenuhi bayangan temannya berkomat-kamit pada dirinya sendiri. Ada banyak waktu mereka akan saling menginap dan ia ingat, Mama Wu berbaring di tempat tidur dan nyaris tidak tidur karena khawatir dan rindu putranya. ‘Aku berkata padanya jika tidak sehat untuk wanita begadang yang ia jawab, aku tidak bisa tidur dengan tenang, aku rindu anakku, aku tahu ia tidak baik-baik saja.’ Bahkan setelah Sindy berkata apa yang ia ingin katakan dan kembali tidur, ketika ia bangun beberapa jam kemudian, ia menemukan Mama Wu masih berbaring di sana, belum tidur.

People Magazine bertanya pada Kris Wu, selain didorong oleh keinginan untuk tidak membuat Ibunya kecewa, apakah karena kau takut ketika kau pulang kembali ke rumah, hubunganmu dengan Ibumu akan kembali seperti sebelumnya yang bertensi tinggi dan kau mungkin tidak akan punya kesempatan untuk bicara karena kau sudah gagal?

‘Benar, ini sangat akurat. Situasi saat itu adalah saat di mana aku tidak punya pilihan, tidak ada opsi untuk dipilih.’ Jawab Kris Wu. ‘Tidak peduli apapun, aku harus terus gigih, aku benar-benar tidak punya pilihan lain.’

Pada April 2012, Kris Wu debut sebagai anggota EXO. Ketika ia masuk SM, perusahaan memberi tahu jika ia akan debut dalam waktu setahun. ‘Namun itu menjadi dua tahun, kemudian tiga tahun dan empat tahun.’ Saat ia debut, dia adalah trainee asing yang menghabiskan waktu terlama untuk training di sana.

Ekspresi Bebas Milik Sendiri

Kris Wu melakukan pemotretan untuk People Magazine: Wajah Tahun Ini yang terbit pada November 2015. Ini adalah edisi yang paling penting setiap tahun, bertujuan untuk menyoroti orang-orang yang paling berpengaruh.

Ditahun 2015, karena pengaruh media dan fans, Kris Wu diberi label Idola Tahun Ini, dan menjadi artis generasi 90-an yang menjadi kover bersama tokoh-tokoh terkemuka. Dalam grup ini, kebanyakan dari mereka memakai setelan jas. Karena itu sebelum pemotretan, People Magazine meminta Kris Wu yang menyukai hip hop dan gaya terkini untuk memakai sesuatu yang lebih formal agar tidak bentrok dengan yang lain.

Selama 4 bulan terakhir (ketika pemotretan untuk Wajah Tahun Ini) Kris Wu sedang syuting filmnya Tsui Hark, Journey to the West; Demon Chapter dan mencukur habis rambutnya untuk perannya sebagai biksu Tang.

‘Apa aku terlihat oke dengan ini?’ terdengar suaranya Kris Wu di studio.

Setelan jas hitam dengan potongan yang pas di tubuh, sepatu kulit hitam, wig hitam. ‘Ini terlihat seperti asli kan?’

Dengan senyum kecil penuh kebanggaan, ia membenarkan posisi wig yang hampir menghabiskan waktu satu jam.

Dengan penampilan semacam ini (memakai wig) Kris Wu memancarkan aura sorang idola Hallyu (Korea). Proses pemotretan berlangsung cepat, di mata semuanya, Kris Wu merupakan seorang yang sangat berpengalaman, tampan, dan punya tatapan tajam ketika ia menatap kamera dari setiap pengambilan gambar yang satu dan seterusnya. Setelah set pertama pemotretan selesai, semua orang berkumpul dan memuji foto-fotonya Kris Wu di layar komputer. Namun setelah melihat foto dirinya sendiri, Kris Wu menunjuk wignya dan berkata; ‘Tidakkah poninya ini terlihat terlalu palsu?’ ‘Ini terlihat cukup realistis.’ Meski semua orang yang hadir merasa tidak ada yang salah dengan wignya, namun Kris Wu benar-benar tidak yakin dengan penampilannya saat memakai wig. ‘Kalian tunggu sebentar,’ Kris Wu berkata, ia berbalik dan keluar studio.

Semua orang bisa melihat jika wig ini sangat spesial, wig ini punya poni yang tebal dan panjang yang membuat alisnya Kris Wu tertutupi. Di balik tambut yang tebal dan hitam, Tatapan mata Kris Wu yang tajam dan kuat menjadi lembut. Tanpa sadar, tatapan tajam sebelumnya terlihat ketika ia belum memakai wig berubah menjadi termenung dan dingin, memberi kesan seperti idola K-pop saat muncul di televisi. Ini merupakan sesuatu yang akrab dengan Kris Wu, karena ia sudah dilatih untuk memberikan penampilan seperti itu oleh mantan perusahaannya dulu. Latihan selama 7 tahun yang dimulai ketika ia baru berusia 17 tahun. Ini seolah-olah merupakan pekerjaan itu sendiri—jika menjadi idola adalah suatu pekerjaan, seseorang pasti sudah dilatih untuk menjadi itu.

Selama 7 tahun, Kris Wu dengan cermat mempertahankan poninya, memperlakukan itu karena itu adalah tugasnya. Ketika membicarakan istilah “formal”, seperti respon alami seorang idol, poni adalah sesuatu yang muncul di pikiran Kris Wu.

Wig  dengan poni itu mirip dengan sistem imej idol Korea, yang sepertinya menyimpan sebuah rahasia. Untuk memastikan wig-nya dipakai dengan benar, timnya Kris Wu secara khusus mencari penata rambut dari Korea untuk tinggal di sisinya selama pemotretan.

Kris Wu menghabiskan setengah jam lagi di ruang ganti untuk membenarkan poninya dan setelah beberapa kali pemotretan, dan masih merasa jika “wig-nya terlihat terlalu palsu”. Pada hari itu ia mulali pemotretan jam 5 pagi dan setelah bekerja nonstop selama 15 jam, staff mengkhawatirkan jika ia terlalu capek dan tidak bisa menyelesaikan pemotretan. Kemudian Kris Wu menyarankan pada editor jika ia ingin mencoba memakai topi di atas kepala botaknya dan kembali melakukan pemotretan, jika ini tidak seperti yang mereka sukai maka mereka boleh memakai hasil pemotretan sebelumnya. Setelah diberi lampu hijau untuk melakukan itu, Kris Wu melepas wig-nya dan kembali berpose di depan kamera.

‘Ini terasa seolah ada batas di dalamnya, tidak peduli apa yang orang lain katakan selama kau tidak menerobos batas ini, kau tidak punya cara untuk menyelesaikan pekerjaan ini.’ Setelah pemotretan, reporter People Magazine memberikan pertanyaan ini yang di setujui Kris Wu dengan anggukan.

Selanjutnya reporter People Magazine bertemu Kris Wu adalah sebulan kemudian di lokasi syuting yang berbeda, dan dia dengan wig-nya dan penata rambut dari Korea juga berada di lokasi. Kris Wu dengan bercanda mengatakan jika wignya tidak digunakan untuk waktu yang sangat lama dan selama pemotretan penata rambutnya tidak mempunyai pekerjaan yang bisa dilakukan.

Saat ia baru debut, seperti yang lain, Kris Wu berpikir, hanya dengan menjadi tampan saja sudah cukup. ‘Harus menjadi sangat, sangat, sangat tampan.’ Kris Wu juga khawatir apakah ada atau tidak fans yang akan menyukainya. Setelah debut, demi melihat ada fans yang menyukainya, reaksi pertamnya adalah memuaskan mereka, terus-menerus menyenangkan mereka dan bergaya sesuai kesukaan mereka. Fans akan mengatakan jika ia terlihat lebih baik jika rambutnya disisir ke belakang, atau jika ia terlihat lebih baik dengan poni. Untuk waktu yang lama ketika promosi Kris Wu menyisir rambutnya ke belakang, beberapa hari kemudian ketika fans mengungkapkan mereka kangen rambutnya yang lembut, lurus dangan poni, Kris akan mengatakan ini pada penata rambut; ‘Kali ini tolong tata rambutku dengan poni.’ Setalah seperti ini selama bertahun-tahun ia mulai merasa jika semua ini “agak sia-sia” dan “dorongan untuk berbeda dari yang lain” menjadi kuat dan semakin kuat.

‘Sangat sulit untuk tidak menjadi idola.’ Ketika masih di SM, Kris Wu mengerti perasaan ini. ‘Sangat sulit untuk tidak menjadi idola karena ada banyak orang (fans) yang menyukaimu, dan kau tidak ingin mengecewakan mereka.’ Bagaimanapun juga, sebagai idola yang selalu mengambil jalur aman; “Kau akan berakhir seperti yang lain”. Dan “kehilangan dirimu sendri”.

‘Aku seseorang yang tidak terlalu suka melayani orang,’ kata Kris Wu, ‘aku tahu ini dan perasaan itu tetap ada meski tahu kesulitan yang ada di depan mata.’

Kris Wu tidak bisa mengubah lagu yang sudah ditentukan perusahaan untuk grupnya, jadi yang bisa ia modifikasi adalah pakaiannya. ‘Karena itu aku mulai dari pakaianku, mulai dari apa yang kukenakan, aku memilih pakaian yang ingin aku kenakan, yang merupakan kesukaanku.

Saat masih di EXO, Kris Wu di juluki “Model Bandara” karena ia seperti saat berada di peragaan busana di setiap foto yang diambil fans di bandara. ‘Pakaiannya selalu dikoordinasikan dengan baik dan tidak pernah dipakai berulang kali.’ Kata Kris, di Douban (platform besar di Cina) ada orang yang membuat topik dengan foto-foto itu dan beberapa berkomentar jika Kris Wu “Dia selalu memperhatikan gaya busana yang dipakai di bandara”. Karena hanya inilah kesempatan yang ia punya untuk mengekspresikan dirinya dengan bebas dan tidak harus berpakaian sesuai yang diperintahkan perusahaan, selama beberapa jam sebelum bergegas mengejar penerbangan mereka.

Saat itu Kris Wu belum mempunyai pendapatan yang banyak. ‘Gajiku untuk enam bulan sekitar ¥120.000 atau ¥200.00 (Rp 243.000.000,00 atau Rp 406.000.000,00  [T/N: Kurs sekarang 1 Yuan = Rp. 2.031,00] dan setelah memberi Ibuku sekitar separuhnya, aku akan menghabiskan sisanya untuk membeli baju dan menggunakannya dalam dua hari.’

Karena Ibunya mengira ia tidak kekurangan uang, beliau tidak mengirimkan uang lagi. Suatu kali, selama setengah bulan ia harus makan makan siang yang disediakan perusahaan setiap hari.

Untuk persiapan pesta ulang tahunnya tahun lalu, penata gaya-nya Kris Wu, Ah Cong pergi ke Jepang dan membeli baju sekitar 70 kg. Ketika ia memberikan baju-baju itu ke Kris untuk pemotretan, mereka mengambil foto lebih dari 200 per hari; ‘Dan kudengar 2/3 dari baju-baju tersebu sekarang berada di rumah [Kris Wu] hanya untuk topi, Kris Wu; ‘Setidaknya punya sekitar 500 buah, tapi tidak sampai lebih dari 1. 000 buah.’ Kata Ah Cong.

Fashion adalah sesuatu yang sangat di perhatikan oleh Kris Wu. Banyak orang berpikir jika Kris Wu hanya menyukai fashion karena ia menunjukkan ketertatikan yang tinggi terhadap tren, tapi kenyataan sebenarnya, untuk Kris Wu, fashion mempunyai arti lebih dari sekedar sesuatu yang ia suka dan untuk waktu yang lama, itu menjadi satu-satunya cara untuk mengekspresikan diri.

Setiap kali, semalam sebelum bepergian, setelah latihan dan ketika yang lain tidur, Kris Wu akan dengan telity memilih dan mencocokkan pakaiannya, tidak peduli seberapa lelahnya dia. Tidak setiap penampilan harus terlihat tampan dan cool, tapi mereka semua pastinya sesuatu yang ia suka, Kris Wu dengan bangga berbagi komen dari fan; ‘Kris hanya akan terlihat cool saat ia ingin (terlihat cool).’ Yang berarti jika ia punya kontrol yang baik mengenai imej-nya sendiri (setelah bergaya sesuka hatinya). Respon pertama surat fan yang pertama yang meninggalkan kesan yang mendalam untuknya, yang ia ingat sampai hari ini adalah; ‘(Aku) sangat, sangat, sangat senang. Selama ini surat fans biasanya akan berkata: (Aku akan) selalu mendukungmu, (kau) sangat tampan, kau yang paling tampan, tapi fan itu menulis: Fanfan, hello. Aku menyukaimu karena gayamu. Aku merasa jika kau bisa memakai baju (dengan model apapun yang dipakai) dengan sangat baik.’ Ini menandakan jika Kris Wu sendiri telah menerima pengakuan, karena seharusnya sebagai seorang idola ia harus punya “paket” (imej).

Namun Kris Wu aslinya bukanlah pemberontak ataupun pernah dibutakan oleh pemberontakan masa muda. “Chicken Soup Fan”. Yang mempunyai kepribadian sendiri dan berbeda, ia mempunyai alasannya sendiri. ‘Aku merasa jika setiap orang seharusnya punya sesuatu yang hanya dimiliki oleh orang itu sendiri, yang harus ada dalam lingkarannya dan tidak melewati batas. Orang akan berpikir jika kau unik namun sekali kau melewati batasmu, mereka akan berpikir kau adalah seorang yang terlalu egois. Jika tidak ada aturan, maka tidak akan ada standar.’ Kris Wu berkata. ‘Ya, aku perlu memperhatikan perasaan orang lain dan menghargai pendapat mereka sebelum menempatkan semua itu ke pendapatku.’

Baca juga

Bagian 1 Kehidupan di Kanada

Bagian 3 Kembali ke Cina

Bagian 4 Kevin Shin tentang Kris Wu

chi-eng trans: wu_yi_fan

eng-bahasa trans: Tara Lee + Syarrah

Advertisements

2 thoughts on “People Magazine: PORTRAIT – KRIS WU Part 2: Kehidupan di Korea

  1. dengan ini goe lebih tahu kepribadianmu dikit sayang… aaaaahhh ga tahu harus ngomong apa lagi, yang pasti smpai kapan pun idola satu2 yang sukses bikin goe nagis kejer dan jadi terlalu sensitif pada hal2 kecil yang berhubungan….semangat sayang fanfan… aku disini untukmu dan Luhan…. 😉 maaf bawa2 Luhan gays…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s