[Bahasa Trans] Wu Yifan untuk GRAZIA Februari 2016

1602 Grazia8Saat kami melangkah masuk ke tampat pemotretan – lapangan basket indoor di Shanghai, seorang pemuda berbusana putih berlari, lalu berhenti tepat di luar perimeter 3-point, mengarahkan  lemparannya, dengan luwes mengangkat kedua tangannya dan melakukan jump-shot, masuk dengan halus. Reaksi pertama para penonton  itu satu – “Siapa itu? Sangat bersemangat.” Siapa lagi? Tentu Kris Wu.

Saat pemotretan, kami mengetahui bahwa Kris Wu sangat mencintai basket. Meskipun ia berbusana tuxedo rapi ataupun trench coat, ia terlihat apik di kamera sambil men-dribble bola, dari tangan kiri ke tangan kanan dengan mudahnya, menyelesaikan pemotretan untuk tiap set tak lebih dari 10 menit, sungguh mencerminkan pesona dan kemampuannya. Tak hanya tangannya yang tak meninggalkan bola selama pemotretan, saat wawancara tentang basket, ia dengan spontan menjawab layaknya seorang juru bicara, “Basket menguatkan tubuh, meningkatkan rasa percaya diri, dan menumbuhkan kemampuan bekerja sama, tidakkah itu luar biasa?” Pada hari itu pula, ia membuat sebuah peraturan; setelah selesai pemotreatan untuk satu set, ia harus memsaukkkan satu basket, baru berganti baju untuk set selanjutnya… “Meski sudah malam, selama ada waktu senjang saat bekerja, aku akan membawa bola basket untuk berlatih, akan kubawa kemanapun pergi, dan menaruhnya di samping tempat tidurku saat aku tidur.”

Ia mengerahkan segala yang ia punya, karena tak lama setelah wawancara, Kris Wu akan bertolak ke Toronto untuk ikut berpartisipasi di NBA All Star Weekend Celebrity Game, dengan tracy McGrady dan Rick Fox dalam timnya. Tentang pertandingan ini, Kris Wu terlihat sangat senang, “Mampu pergi ke NBA untuk bermain kali ini benar-benar adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Aku tidak pernah terbayang dengan menjadi aktor dan penyanyi, aku bisa mewujudkan mimpiku tentang basket yang telah kumiliki sejak lama, dan aku merasa sangat, sangat senang.” Pertandingan tersebut berkenaan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, yang berarti ia tidak bisa kembali bertemu dengan keluarganya. Meskipun begitu, ia melihat sisi positifnya, “Untuk aku mampu menyempatkan waktu untuk basket itu cukup berarti. Keluarga, teman-teman dan timku, semuanya senang karenanya!” Seberapa senangnya ia, ia tetap merasa ada tekanan. “Ada banyak bintang-bintang NBA, mereka semua sangat terlatih. Dan ada perasaan bahwa aku mewakilkan kami, orang-orang Tiongkok, aku merasa aku harus bekerja lebih keras.”

Grazia bisa menjamin bahwa Kris Wu tidaklah membual, karena sejak awal Desember lalu, demi melatih kemampuan basketnya, ia menaikkan berat badannya sebanyak 10 kg, agar ia tidak terpental keluar lapangan, tidak peduli dengan imejnya. Ia juga meningkatkan latihannya, “Sudah lama aku tidak latihan, jadi kemampuanku banyak merosot. Kadang aku juga melatih kekuatanku di gym.” Lalu tentang semua basket yang ia capai, “Insting tentang bola itu sangat penting di pertandingan. Untuk sekarang, aku akan latihan shooting kapanpun aku bisa, hahaha.” Apakah ia merasa ia harus menang jika ia sebegitu kerasnya berlatih? “Bukan itu intinya, menang atau kalah itu tidak penting. Tentu, menang itu lebih baik. Aku berharap pelatih  akan memberiku waktu di lapangan lebih lama, atau aku bisa memberi Tracy McGrady lebih banyak assist, agar ia bisa mencetak poin lebih banyak.” Jadi, sudahkah ia ngobrol denganorang-orang di timnya? “Tidak ada waktu untuk itu, semuanya sibuk, tapi sebelum pertandingan akan ada waktu pemanasan, untuk kami mengenal satu sama lain. Terkecuali beberapa selebriti, aku lebih familiar dengan gaya bermain Tracy McGrady dan bintang-bintang basket lainnya.”

Bulan lalu, Kris Wu menyatakan ia memiliki projek amal tentang basket, Extraordinary Honor Court, yang bertujuan untuk memberi anak-anak kurang mampu yang menyukai basket lapangan-lapangan basket yang lebih baik. Saat berbicara tentang hal ini, ia sangat-sangat serius. “Melakukan projek amal adalah hal yang sudah lama aku rencanakan, sebagai figur publik, aku harus melakukan yang terbaik untuk membantu lebih banyak orang. Ada banyak anak-anak kurang mampu yang ingin lapangan basket yang lebih baik, yang ingin kondisi bermain yang lebih baik pula, dan inilah bantuan yang mereka butuhkan.” Dan alasan mengapa ia memilih basket di langkah pertamanya melakukan amal itu sangat sederhana – Passion. “Aku mencintai basket dengan sangat, jadi aku percaya aku bisa bekerja keras di bidang ini, dan aku sangat antusias untuk bisa melaksanakannya dengan baik.”

Passion” – Kata ini telah diangkat oleh Kris Wu tak hanya sekali hari itu. “Musik adalah ekspresiku. Aku bertekad untuk bernyanyi di panggung dan berinteraksi denga fans, aku sangat antusias dengan hal itu.” “Menjadi aktor juga adalah bentuk ekspresiku. Terutama saat berusaha membentuk karakter, lalu saat karakter tersebut berhasil untuk dibawa ke dunia nyata di layar lebar, ada perasaan bangga atas hal itu.” “Melakukan hal-hal berkaitan dengan fesyen adalah keinginanku sendiri. Misalnya, untuk mendapat teman-teman baru, atau memperlihatkan berbagai sisi yang kupunya.” Ia bahkan mengatakan seluruh kekuatannya telah tertuju padanya, “Sebenarnya ada banyak hal yang sedang kukerjakan, jadwalku sampai sudah sanga padat. Jujur, akan ada saat di mana aku sangat lelah, dan tanpa passion, tentu akan sangat sulit untuk terus maju. Tapi, jika aku benar-benar menyukainya, aku bisa bilang pada diriku sendiri untuk terus berusaha.”

“Tapi aku tidak sebegitu suka mencanangkan gol spesifik untukku, misalnya mendapatkan suatu penghargaan atau semacamnya. Ada banyak hal yang ingin aku lakukan dan jika aku seperti itu, aku menyulitkan diriku sendiri, aku takut hal itu akan merusak antusismeku. Aku hanya berharap untuk bisa selalu menjalani tugas-tugas harianku sebaik yang kubisa, mengerahkan 100%-ku untuk setiap hal yang kulakukan.” Ya. Dan hasil jerih payahnya telah tiba – kami beritahu sebuah rahasia, Kris Wu bilang hal yang paling membuatnya bahagia akhir-akhir ini adalah “Ada orang-orang yang menjadi fans karena lakonku, karena Xiao Fei. Benar, aku juga mendapat surat dari orang-orang yang mengatakan bahwa mereka menyukai cara berpakaianku.” Hingga saat ini, ia tiba-tiba berganti persona jadi 4D, memukul pahanya dan tertawa, “Lihat, sekarang aku punya fans untuk musikku, fans untuk film-filmku, fans faseyn-ku, dan fans untuk kemampuan basketku.”

Tentang fokusnya untuk tahun baru, ia mengernyitkan alisnya, “Sekarang aku punya banyak identitias, penyanyi, aktor, model, bekerja untuk projek amal…” setelah berpikir setelah beberapa saat, ia meneruskan, “Di waktu yang akan datang, aku masih belum tahu apalagi yang akan kulakukan, mungkin akan ada kejutan lainnya, bahkan hal-hal yang belum pernah kupikirkan sebelumnya, karena ada kemungkinan yang tidak berujung di masa depan. Tidak ada yang bisa yakin. Suatu hari aku mungkin jadi seorang director, siapa tahu?”

Sebagai penutup, ia mengatakan sebuah kalimat penuh dengan kebijaksanaan, “Ambil semua kesempatan saat kamu muda dan penuh tenaga untuk melakukan hal-hal yang kamu sukai, jangan berikan dirimu kesempatan untuk menyesal!”

Bagaimana ceritanya kamu bisa berjalan di runway Burberry? (di pertunjukan Burberry Fall 2016 Menswear, Januari lalu)

Tahun lalu, saat Met Ball, aku bertemu desainer Burberry, dan kami meninggalkan kesan yang baik pada satu sama lain, dan setelah itu, aku mendapat undangan untuk berjalan untuk Burberry. Sudah lama aku tertarik dengan fesyen, dan saat itu, aku merasa aku harus mengambil tantangan itu. Perbedaan terbesar di antara menonton pertunjukan dan berada di runway adalah level partisipasinya.

Kalau boleh jujur, sebelum kamu berjalan di runway, gugupkah kamu?
Ya, karena aku tidak punya pengalaman sebelumnya. Ditambah lagi, itu adalah panggung internasional, dan desainernya memberikan kehormatan besar untukku, untukku memimpin finale pertunjukannya. Mungkin itu terlihat mudah, tapi jika kamu yang berjalan, wow (muka ketakutan), tekanannya terasa sekali. Terutama di akhir, berjalan di paling depan, kamu yang mengatur irama  dan kecepatannya. Tapi setelah naik di runway, aku rasa pertunjukan itu berlangsung lancar.

Apa yang kamu pikirkan saat kamu berjalan? Apakah kamu merasa kamu tampan?
Nah, aku cuma jalan. Lagipula, menjadi model, bagian yang paling penting adalah mempresentasikan pakaiannya. Jadi, aku berkonsentrasi untuk menyelesaikannya, agar penontonnya bisa fokus ke pakaiannya. Lagipula, biasanya model tidak memasang ekspresi, jadi aku juga tidak, haha.

Berapa nilai yang kamu berikna untuk model Kris Wu?
9 poin (dari 10). Mungkin 9 terlalu tinggi, jadi 8 poin saja. (Mengapa mengurangi 2 poin?) Aku takut aku akan terlalu bangga hahahahaha, jadi aku berikan ruang untuk berkembang. (Apakah kamu mau berjalan (di pertunjukan fesyen) lagi?) Jika aku punya kesempatan, aku sangat ingin melakukannya lagi.

Kami dengar kamu mau membuat labelmu sendiri?
Aku harap aku bisa mulai tahun ini. Sudah ada progres bertahap. Label ini akan jadi label yang sangat fashionable dengan karakter yang unik dan kualitas yang bagus, label yang trendi. (Gaya apa yang dijadikan acuan labelmu yang sekarang lagi tren?) Karena aku sangat suka street-style, jadi acuannya adalah street-style dengan sedikit pernik kasual. (Apakah kamu ikut mendesain?) Tentu saja, aku akan ikut mendesain sekitar 80% dari proses desainnya, hanya memberi bagian-bagian yang perlu kerja profesional pada timku.

Apa bagian dari fesyen yang pertama kali membuatmu tertarik?
Sangat bermacam-macam, tanpa batas, sama seperti musik. Tentu aku senang mengembangkan semua sisi pada diriku, karena pakaian yang berbeda memberi kesan yang berbeda, mengenakannya tentu terasa berbeda, dan aku sangat suka perasaan fresh ini.

Menonton pertunjukan fesyen, berjalan di runway pertunjukan fesyen, Met Gala.. adakah ambisi lain yang kamu punya di bidang fesyen?
Yang pokok sekarang adalah labelku. Kemudian nanti aku berharap aku bisa berkolaborasi dengan lebih banyak desainer, sekarang aku sudah menghubungi beberapa teman-teman desainerku, aku harap aku bisa membuat hal yang baru, yang berbeda, dan fresh.

Saat turun salju, kamu masih memakai ripped-jeans, jadi kamu masih punya imej idola?
Tidak apa-apa, aku hanya ingin bisa menunjukkan sisi baikku pada semuanya. Hari itu, sebenarnya adalah kesalahan (ia memukul pahanya dengan penyesalan di wajahnya) , karena hari itu aku selesai kerja cukup malam, dan saat menyiapkan pakaian, tidak terpikir cuaca akan sedingin itu. Aku kaget pagi itu dingin sekali, sungguh.Saat itu aku sangat menyesal, dan berpikir kenapa nggak ada yang bilang kalau ‘besok akan dingin sekali’ padaku. (Tiba-tiba berbisik) Sebenarnya aku diberi tau, tapi aku lupa.

Para penggemar memintamu untuk memakai long johns, maukah kamu menerima benda semacam itu?
Jujur, di keseharian aku tidak bisa menerimanya. Tapi saat rekaman, memang saat itu dingin sekali dan memang harus memakai itu, aku hanya berpikir tentang fungsinya. (Pernahkah kamu memakainya?) Akhir-akhir ini aku nggak sering mengenakan ripped-jeans, nggak berani. [Pengalaman] hari itu membuatku kedinginan sampai aku menggigil.

Tak lama sebelum ini kamu juga menjadi komentator untuk sebuah pertandingan basket, apakah kamu punya pengalaman sebelumnya?
Nggak, aku hanya mencoba-coba, iseng di rumah. Bilang “Lemparan bagus, permainan yang bagus, teknik ini itu, semacamnya.” (Tapi beberapa orang bilang caramu berkomentar sangat profesional.) Benarkah? (Tersipu)  Jujur aku tidak punya waktu untuk menonton pertandingan lainnya, gampangnya aku hanya mengandalkan pengalaman untuk mengomentari yang berkaitan dengn teknik.

Apakah kamu tahu bahwa sekarang banyak cowok yang ikut jadi penggemarmu?
Ya ya ya, menurutku ini sangat menyenangkan. Akhir-akhir ini ada banyak cowok yang berinisiatif ngobrol sama aku. Sebagai figur publik aku benar-benar berharap akan ada lebih banyak orang yang mengikutiku, dan juga lewat basket, yang aku sangat senangi. Aku benar-benar senang.

Bagaimana ceritnya kamu bisa dapat peran sebagai Biksu Tang di <Journey to the West: Demon Chapter>? Karakternya berbeda jauh dari dirimu yang sebenarnya.
Karena perbedaan itulah aku mengambil tantangan itu. Untuk memperlihatkan transformasiku dan kemampuan berlakonku. Tentu saja, ada alasan penting lainnya – Tsui Hark adalah director-nya dan Stephen Chow adalah produsernya, jadi aku merasa ini adalah kesempatan yang sangat bagus. Sebagai aktor, tidak ada alasan untukku menolaknya.

Kali ini kamu mencukur habis rambutmu untuk film ini. Menurutmu, apakah kamu bisa membuat pengorbanan yang lebih besar untuk karir berlakonmu?
Bila itu dibutuhkan, aku tidak punya hal yang tidak bisa dikorbankan. Setidaknya, belum ada yang terpikirkan. Untuk menjadi aktor yang baik, aku harus mencoba banyak hal, dan tidak memberi batasan pada diriku.

1602 Grazia6

Kenangan saat berumur 7 tahun?
Aku masih di kelas 1 SD dan berada di Guangzhou, satu-satunya yang kuingat adalah saat itu adalah aku senang bermain sepakbola. (Kenapa sepakbola?) Sebelum aku berumur 10 tahun aku nggak suka basket, kenapa? Aku belum cukup tinggi, dan tidak bisa melempar bola sampai ke ring. (Lalu kapan kamu mulai tumbuh tinggi?) Saat aku berumur 11 tahun, aku langsung tumbuh tinggi dengan cepat. Aku mulai bermain basket saat aku berumur 10 tahun.

Apa yang kamu lakukan 7 tahun yang lalu?
7 tahun yang lalu, aku berumur 18 tahun, mungkin aku masih belajar di Kanada atau tepat aku pergi ke Korea.

Rencana untuk 7 tahun ke depan?
Aku akan berumur 32 tahun, sekarang belum terpikir olehku tapi kuharap aku akan bisa hidup dengan bebas sesuai keinginanku, melakukan hal-hal yang aku ingin lakukan, menyanyi, menari, berlakon, bermacam-macam. Dan aku bisa berjalan sebagai model di pertunjukan fesyen, hahaha pekerjaan baruku.

Adakah sesuatu yang selalu menemanimu selama 7 tahun?
Basket, ya, selain basket, adakah lainnya?

Sesuatu yang telah kamu perjuangkan selama 7 tahun?
Bermain basket. Dan juga pekerjaanku sekarang, sejak pertama kali masuk industri ini hingga sekarang, 7 tahun telah terlampaui.

chi-eng trans: Becca

eng-bahasa trans: Syarrah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s