Kris Wu Interview di SE Weekly Edisi Desember 2015

1512 SW5

Read Also:

Pada hari Mr. Six dirilis, kurang dari tiga jam sebelumnya event karpet merah digelar, Kris Wu melihat acara itu dari salah satu ruang kamar hotel dekat Dongzhimen. Kamerea terus berputar dan Kris Wu hanya duduk diam di sana selama sepuluh detik, kemudian ia mendadak mengucapkan ‘Paman Li sangat marah, konsekuensinya akan sangat mengerikan!’ (Dialog Feng Xiaogang di film A World Without Thieves). Oke, melihat wajah Kris Wu dan kemudian melihat wajah Ge You (aktor pemeran Paman Li), kami kehilangan kata-kata untuk mengambarkannya. Syut selanjutnya adalah pidato sutradara program entertainment. Kris Wu menoleh sekilas dan berkata dengan tatapan mata penuh kebingungan pada orang di sampingnya, “Apa maksudnya ini, ‘atas nama bulan aku akan menghukummu’.” Apa? Dia tidak tahu Sailor Moon? Gosh Mr. Wu, kau benar-benar tidak berasal dari dunia ini.

Ini semacam skenario untuk mengejutkan SE Weekly, Kris Wu yang enerjik di depan kami bukanlah pribadi yang dia tunjukkan sebelumnya. Pribadi yang dia punya sebelumnya adalah… dingin dan penyendiri. Setelah kembali dari Korea lebih dari setahun, baik itu syuting film atau pemotretan untuk majalah, Kris Wu selalu memperlihatkan aura dingin dan cool di kamera. Gaya inilah yang sangat mempesona Meigeni. Namun, sangat sulit untuk SE Weekly dan media yang lain untuk bertemu dengan bintang yang tidak banyak bicara. Sebelumnya ketika Kris Wu bicara, kata-katanya seperti emas (T/N: Idiom untuk orang yang tidak banyak bicara). Sangat tidak mengejutkan karena Kris Wu menerima training di dunia hiburan Koera, di mana artis mereka adalah salah satu dari banyak idola dengan ‘paket idola’ paling berat. Setelah sekian lama lekat dengan imej dingin dan penyendiri, Mr. Wu menjadi salah seorang yang ahli dengan gaya itu.

Kami tidak pernah menyangka Kris Wu yang sekarang masih tetap tinggi seperti dulu (高|gao) namun sisi dinginnya (冷|leng) telah hilang (T/N: 高冷|gaoleng berarti dingin dan penyendiri namun jika di pisah, 高|gao berarti tinggi dan 冷|leng berarti dingin). Dia duduk di depan reporter SE Weekly, tidak hanya menjawab pertanyaan namun juga berbicara mengenai Biksu Tong jika itu menarik perhatiannya. “Aku seorang yang lambat akrab dengan orang lain, jika sudah akrab aku seperti ini,” ia berkata dengan tersenyum. Sepertinya setelah kembali ke Cina beberapa lama, MR.凡先生 (username weibonya) perlahan-lahan menghangat

Di samping cerita mengenai persaudaraan Mr. Six juga menunjukkan hubungan mendalam antara ayah an anak. Demi sang ‘anak’ Li Yifeng, ‘Liu Ye’ Feng Xiaogang membahayakan hidupnya, hal ini yang paling di-iri ‘Xiao Fei’ Kris Wu. Xiao Fei bukanlah anak nakal, keluarganya sangat kaya hanya ayahnya tidak pernah memperhatikan atau peduli padanya. Dia adalah seorang yang sangat kekurangan kasih sayang seorang ayah. Itu benar, di Mr. Six ayah Xiao Fei yang korup memberinya bermacam-macam mobil yang lux dan uang yang banyak dan tidak pernah sekalipun muncul. Dia bagian akhir film, Liu Ye mengangkat pedang, menghadapi orang-orangnya Xiao Fei seorang diri dan Kris Wu merasa, “Xiao Fei mungkin akhirnya berpikir, Liu Ye itu seperti ayahku…”

Kris Wu memasuki industri film dengan dua film dengan dua karakter yang mempunyai ayah kaya namun tumbuh tanpa kasih sang ayah, dengan karakternya di Mr. Six dan seperti karakternya juga di Somewhere Only We Know di mana ia menjadi ayah tunggal. Mungkin ini kebetulan, Kris Wu juga tumbuh di keluarga tunggal, hidup berdua hanya dengan sang Ibu. Meski mereka berasal dari dua generasi yang berbeda, Feng Xiaogang juga tumbuh di lingkungan yang hampir sama, di mana beliau dibesarkan hanya oleh Ibunya. Setelah mengetahui hal ini Kris Wu menjadi punya pemahaman yang lebih dalam mengenai film Lao Pao Er. “Sutradara Feng mempunyai lebih banyak emosi seorang ayah ketika memainkan peran seorang ayah.”

Berbicara mengenai seorang ‘ayah yang absen’, Kris Wu menjelaskan; “Karena aku dibesarkan di keluarga tunggal, jadi aku tidak punya banyak pengalaman seperti itu (hubungan ayah dan anak).” Jika seperti itu, lalu bagaimana tipe ayah ideal bagi seorang Kris Wu? “Pria yang bisa mengendalikan situasi, bisa menyelesaikan masalah dan bertanggung jawab.” Kris Wu yang dari tadi terus bercakap-cakap berhenti sejenak ketika ia sampai di pertanyaan ini. Meski topik pacar dan pernikahan masih jauh dari Kris Wu, namun dia punya pikiran untuk mempunyai anak di tahun-tahun mendatang. “Kau akan punya keinginan yang besar untuk menjadi ayah yang baik.”

Kris Wu-lah yang menyarankan agar Xiao Fei mewarnai rambutnya menjadi perak keabu-abuan. Sutradara Guan Hu awalnya berharap bahwa Kris Wu yang di film akan tetap sama ‘seperti Kris Wu yang orang kenal betul penampilannya seperti apa’. Tentu pada saat yang bersamaan akan ada perubahan penampilan. Kris Wu berkata; “Jika Xiao Fei harus mewarnai rambutnya, seharusnya memakai warna perak keabu-abuan.” Yang segera disetujui oleh Guan Hu.

Kris Wu memepertahankan warna rambut ini hingga film hampir selesai di mana ia tiba-tiba mewarnai rambutnya kembali menjadi hitam. Saat itu, karena masalah yang disebabkan oleh Xiao Fei, besar kemungkinan ayahnya yang korup akan dipersalahkan. Pada seorang pemuda di awal 20-an ini adalah masalah besar. Kemudian, rivalnya Liu Ye muncul dan bernegosiasi dengannya. Sebenarnya ini adalah scene pertama yang di syut Kris Wu begitu bergabung dengan tim, dan dia mengaku kalau dia sangat khawatir tidak bisa memberikan ‘feel’ pada Xiao Fei’ sutradara Guan Hu mendiskusikan tentang Xiao Fei dengan Kris Wu, memberinya banyak nasehat dan lagi. “Kau benar-benar tidak bisa menggambarkan kalau dia itu anak nakal, kalau tidak maka tidak akan ada bedanya antara dia dan pemeran antagonis di film lain, dia harus punya sifat kekanak-kanakan sendiri.” Di film tersebut bukan hanya Xiao Fei, namun juga Kris Wu yang belakangnya yang bertranformasi menjadi pria dewasa.

Setelah syuting Mr. Six, Kris Wu mencukur habis rambutnya untuk perannya sebagai Biksu Tong di Journey to the West: Demon Chapter yang di sutradarai oleh Tsui Hark dan diproduksi oleh Stephen Chow. Semuanya langsung melihat foto cute dari Fan yang botak di akun weibonya ‘Mr_凡先生’, dibandingkan dengan gaya rambutnya yang sebelumnya tidak aneh-aneh, SE Weekly merasa jika kepala yang bulat plontos punya dampak yang lebih untuk penampilan keseluruhannya.

“Dulu, selama hidupku aku tidak pernah berpikir akan mencukur habis rambutku, karena, meski untuk pria, rambut merupakan sesuatu yang sangat penting.” Berbicara mengenai rambut, Kris Wu tanpa sadar memegang bagian belakang kepalanya, di mana rambutnya baru tumbuh beberapa millimeter. Dia mengaku bahwa pertama kali mencukur semua rambutnya, ia berkata bahwa ia merasa ‘sangat tidak aman’ ketika ia menyentuh kepala botaknya. Untuk waktu yang lama dia merasa malu ketika orang lain melihat kepala botaknya. “Aku benar-benar tidak punya kepercayaan diri.” Kris Wu juga melakukan beberapa analisis sata—“setelah mencukur habis rambutku, aku mengambil selfie 5-6 kali lebih sedikit.”

Mengenai rambutnya, Kris Wu menyatakan; “Ada yang didapat, ada yang dikorbankan, semuanya baik-baik saja.” Tanpa rambut, dia siap memerankan perannya (sebagai Biksu Tong). Karena Kris Wu belum banyak mengerti gaya penyutradaraannya Tsui Hark, di kali pertama ia bertemu beliau, dia agak tidak yakin. Tidak disangka setelah audisi, Tsui Hark berkata padanya; “Jubah, kalung dan semuanya itu bawa pulang ke rumah, pakai latihan kalau kau senggang.” Dan kemudian, peran untuk Biksu Tong yang paling tinggi terselesaikan.

Sejujurnya fakta bahwa Kris Wu tidak tahu Sailor Moon benar-benar mengejutkan SE Weekly karena anime Jepang ini merupakan legenda untuk anak-anak generasi 80-an dan 90-an. Bisakah Kris Wu benar-benar merupakan pengecualian? Jadi tes kami mulai: Dragon Ball, Yu Yu Hakusho, One Piece, Naruto… dan jawabannya adalah: Tidak pernah menonton. Baiklah, bagus jika pengecualian mempunyai pengecualian, setidaknya Kris Wu menonton Slam Dunk. Karena gairahnya terhadap olahraga ini, Kris Wu mulai menyukai bola basket.

Kemudian muncul pertanyaan, sebagai anak muda, siapa yang tidak menonton anime, apa yang ia lakukan di waktu senggangnya? Membaca buku Chicken Soup For the Soul dan buku-buku inspirasi lainnya. Begitu mendengar ini, SE Weekly bahkan lupa apa pertanyaan selanjutnya. Oh, benarkah? Kenapa begitu? Kris Wu mengaku; “Ketika aku masih muda, aku merupakan anak yang tidak punya banyak kepercayaan diri.” Di masa mudanya, Kris Wu bolak-balik di beberapa negara dengan Ibunya, Cina dan luar negeri dan pindah sekolah adalah hal yang sangat umum baginya, hanya ketika ia mulai akrab dengan teman sekelasnya, dia akan pindah lagi, karena itu kepercayaan dirinya rendah. “Contohnya, ketika istirahat makan siang semuanya berkumpul jadi satu namun aku sendirian.” Untuk Kris Wu proses ini berulang berkali-kali. Setelah beberapa waktu Kris Wu bertanya-tanya jika ini memang disebabkan olah dirinya yang tidak bisa akrab dengan orang lain. Masa remaja adalah masa yang sensitif dalam hidup dan kehidupan Kris Wu penuh dengan goncangan. Untungnya anak muda ini menemukan pertolongannya sendiri, sebagai remaja ia merupakan pembaca loyal buku Chicken Soup, buku filosofi, buku ispirasional, memulai perjalanan panjang untuk membaca penyembuhan diri sendiri.

Buku Chicken Soup? Apa mereka sungguh berguna? “Mereka berguna!” Kris Wu mendadak berubah menjadi pangeran Chicken Soup. Bagaimanapun juga pengalamannya menggunakan Chicken Soup yang benar adalah; “Ini hanya akan berguna (dalam membentuk pribadimu) ketika kau seperti kertas kosong, bukan untuk memperbaiki nilai kehidupan.” Tentu, Kris Wu mengaku meski Chicken Soup itu bagus, namun tidak semuanya bisa digunakan dan malah teorinya itu yang dipraktekkan.

Setelah menemukan penyembuhannya melalui Chicken Soup, Kris Wu akhirnya menemukan caranya untuk bersosialisasi—yaitu bola basket. Karena basket merupakan olahraga tim, di lapangan, kerja sama tim diperlukan untuk bisa bermain bagus dan di luar lapangan sangat mudah untuk meletakkan lengan di bahu yang lain (untuk menciptakan ikatan satu dengan lainnya) dan menjadi saudara. “Basket memberiku kembali kepercayaan diri yang sangat besar,” akunya Kris Wu. Setelah memasuki dunia hiburan, Kris Wu menjadi sangat sibuk dan sangat sulit untuk bahkan bermain basket sekali dalam sebulan. Namun teman-temannya basket yang dulu masih tetap menjadi teman baik hingga sekarang.

Hari ini anak muda itu telah menjadi pria dewasa, Kris Wu yang berusia 25 tahun. Dia telah lama berhenti membaca Chicken Soup tapi siapa tahu, mungkin beberapa tahun dari sekarang dia bisa menulis bukunya sendiri—Panduan Lengkap untuk Menjadi Idola.

Apa kau menonton film arahan Sutradara Guan Hu dan Feng Xiaogang sebelum berakting di Mr. Six?

Aku lebih mengerti filmnya Feng Xiaogang, The Dream Factory dan Asembly, aku menonton beberapa film barunya. Sedangkan Sutradara Guan Hu, aku hanya punya sedikit pengetahuan mengenai beliau, aku hanya tahu beliau adalah sutradara yang sangat berbakat.

Feng Xiaogang adalah seorang Lo Pao Er di industri film, bagaimana perasaanmu ketika beradu acting dengan beliau?

Ketika pertama aku bertemu dengan beliau, aku tidak berani membuat kontak mata, saat itu aku berpikir; “Aku harus syuting dengannya, karakterku masih harus menkonfrontasi beliau.” dan aku sangat gugup. Ditambah lagi, untuk scene antara aku dan Feng Xiaogang, kami harus membuat kontak mata yang cukup lama. Sutradara Guan Hu berkata padaku, kontak mata sangat penting untuk scene antar pria, jika ada sesuatu yang sedikit salah, ‘feel’-nya tidak akan tersampaikan dan scene itu tidak di syut dengan benar. Untungnya aku berakting dengan Sutradara Feng, ketika kau melihat beliau, kau akan merasa bahwa Liu Ye berdiri di sana, sangt mudah untuk masuk ke karakter juga. Bagaimanapun juga, secepat sutradara meneriakkan CUT aku tidak berani membuat kontak mata dengan Mentor Xiaogang lagi.

Di lokasi, apakah Feng Xiaogang membimbingmu (seperti senior membimbing juniornya)?

Tentu, kami berlatih dialog bersama, dan beliau akan mengingatkanku untuk mengatakan dialog tertentu dengan cara tertentu. Dalam hal berakting, Feng Xiaogang memberiku bantuan yang besar.

Dari film romansa idol seperti Somewhere Only We Know ke Mr. Six dan Journey to the West: Demon Chapter, kau sepertinya mengambil inisiatif untuk memperlebar jalanmu dia dunia akting.

Sebenarnya aku berharap untuk mencoba peran yang berbeda, aku sangat takut untuk membatasi diriku dengan tipe tertentu. Pertama karena aku tidak akan mendapat inspirasi jika aku tetap berakting di film bergenre sama. Sedua, aku khawatir jika pilihan aktingku akan terus terbatas dan tidak akan ada pembaharuan yang aku rasa sesuatu hal yang paling ditakuti para aktor. Karena itu, aku merasa jika melihat untuk jangka panjang, sangat dibutuhkan untuk mencoba peran yang berbeda-beda tipe.

Apa ini adalah hasil pemikiranmu sendiri atau diputuskan dengan tim-mu?

Utamanya ini adalah ideku, aku sedikit keras kepala, aku tahu betul arah tujuan hidupku dan apa yang kuinginkan. Sebenarnya sebelum syuting film pertamaku, aku sudah memikirkan ini, aku tidak bisa hanya syuting film tipe idola, aku tidak bisa mengandalkan penampilaku untuk hidup. Pertama, ini tidak akan bertahan lama dan kedua, aku merasa kita seharusnya tidak hanya melihat seseorang hanya dengan penampilannya saja melainkan kualitas pribadilah yang paling penting. Jika kau selalu membiarkanku berakting sebagai generasi kedua yang kaya raya, aku tidak tahu bagaimana harus berakting sebagai seorang yang tinggi, kaya dan tampan.

Namun di dua tahun ini, semua orang berbicara mengenai kau dan sesame generasi idola dengan menggunakan kata ‘daging baru yang segar’ bagaimana menurutmu label itu?

Sejujurnya aku tidak terlalu suka dengan istilah ‘daging baru yangsegar’. Belakangan senior di sekelilingku termasuk Feng Xiaogang merasa kalau menggunakan istilah itu sia-sia. Namun tidak peduli bagaimana yang lain mengatakannya, kau tidak bisa benar-benar menolak komentar mereka terhadapmu. Tentu, aku lebih suka lebel yang diberikan Feng Xiaogang ‘Xiao Ye’, karena penggambarannya benar-benar kongkret, penampilan seseorang tidak harus selalu menjadi titik utama karena setiap orang punya perbedaan preferensi mengenai penampilan seseorang, beberapa mungkin suka lobak dan yang lain memilih sayuran hijau, satu-satunya hal yang tidak bisa kau tinggalkan hanyalah pekerjaanmu.

Sekarang kau berakting di Journey to the West: Demon Chapter dan kau juga menjadi bintang tamu di Mermaid. Untukmu berakting di film komedi ini benar-benar jauh dari imej mu dingin dan penyendiri yang dulu.

Stephen Chow adalah idolaku, kali ini bekerja dengan Stephen Chow benar-benar menambah pasionku terhadap komedi. Komedi-komedi beliau berbeda dengan komedi kebanyakan. Komedi yang sekarang hanya ada untuk membuatmu tertawa, berakting bodoh hanya karena untuk menjadi bodoh. Aku merasa filmnya Stephen Chow masih punya emosi di dalamnya, bahkan masih ada beberapa selemen kesedihan juga. Karena inilah aku sangat mengidolakannya.

Bagaimana rasanya bekerja dengan Stephen Chow di Journey to the West: Demon Chapter?

Stephen Chow adalah produser, beliau tidak banyak mengunjungi lokasi. Namun aku bertemu Tsui Hark setiap hari, awalnya aku sangat gugup, kemudian aku sadar jika beliau hanya keras terhadap staf dan kru namun tak pernah sekalipun beliau marah terhadap aktor. Dengan aktor beliau selalu ‘kau bisa mencoba ini, ayo syut sekali lagi’, beliau adalah seorang sutradara yang memberi ruang kepada aktornya untuk mengembangkan akting mereka.

Selama dua tahun ini, dengan popularitasmu yang tinggi, tentunya banyak sutradara atau investor yang mendatangimu dan memintamu untuk berakting di produksi mereka, dan beberapa dari mereka tentunya hanya menggunakan popularitasmu. Bagaimana menurutmu mengenai hal ini?

Sebenarnya ada beberapa film semacam ini. Tapi seperti yang aku bilang di awal, aku akan mencoba untuk mengambil tipe film yang berbeda untuk mengurangi berakting di film yang bergenre mirip. Kenapa begini? Fans tidak akan mau melihatmu setiap waktu berakting mengenai hal yang sama. Jika kau berakting peran yang sama itu hanya akan menyia-nyiakan uang mereka. Jika kau berakting mengenai sesuatu yang berbeda, pertama-tama kau tidak bisa mengatakan itu bagus atau tidak, setidaknya mereka akan mengatakan; ‘Kali ini aku bisa melihat Kris Wu yang berbeda ketika aku pergi ke bioskop, tiketnya tidak sia-sia.’ Sekarang industri film Cina sedang berkembang sangat bagus, ada banyak film yang seperti makanan cepat saji, dibuat dengan cepat dan dibintangi idola muda yang sedang ‘hot’. Tentu, film tipe seperti ini tidak bisa semua dibilang ridak bagus, ada beberapa yang bagus juga. Tapi menurut pendapatku, aku lebih suka yang membutuhkan waktu yang lama untuk syuting dan menghasilkan karya yang bagus, dengan begini seseorang bisa membuat terobosan baru. Dengan melakukan hal begini aku merasa aku tidak bisa benar-benar mencegah, tapi setidaknya, banyak mengurangi kemungkinan untuk menyia-nyiakan uang fans.

Kris Wu  dan Rourou

Aku benar-benar ingin punya seekor anjing tapi aku tidak tahu jenis apa yang akan aku piara. Awalnya aku ingin seekor Husky atau German Shepard, tapi aku merasa dengan situasiku sekarang (dengan jadwal kerjanya) aku tidak akan punya banyak waktu untuk mengajaknya jalan-jalan. Jenis seperti mereka membutuhkan banyak latihan kalau tidak mereka tidak sehat. Akhirnya aku memutuskan untuk memelihara poodle, karena tidak membutuhkan banyak waktu untuk jalan-jalan, setiap jam longgar di rumah sudah cukup untuk bermain-main dengannya.

Hubunganku dengan Rourou sangat baik, hanya saja aku tidak bisa sering-sering bertemu dengannya. Rourou itu benar-benar seperti anak kecil jadi menjaganya bisa mengeluarkan perasaanku sebagai seorang ayah, setiap hari aku akan melatihnya, sekarang dia telah belajar beberapa trik, dia cerdas dan penurut.

English Trans by Becca

Bahasa Trans by Tara Lee

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s