Wu Yi Fan Interview untuk Majalah Grazia Edisi 221

2015 OG4

English Trans

Grazia Gallery

Sepertinya sejak tahun lalu kau lebih fokus untuk syuting film. Apakah kau punya rencana dibidang musik?

Masih terus [melanjutkan di bidang ini (syuting film)]. Aku sudah menulis beberapa lagu. Sebagai rencana baru aku harus melihat seberapa banyak waktu yang telah aku rencanakan untuk itu… (pembuatan album) sebenarnya aku tidak tahu apa yang harus kukatakan karena aku juga tidak yakin, haha.

Membicarakan mengenai musik, kalimat apa yang seketika terpikir olehmu?

Aku tak tahu… karena reaksiku termasuk lambat, mungkin aku bahkan tak memikirkan apapun.

Apa yang membuatmu gembira belakangan ini?

Mengunjungi Paris, makan escargot (bekicot) di restoran, ketika roti dicocolkan ke saus (escargot), itu sangat lezat! Kalian pernah mencobanya? (Grazia: kau sepertinya orang yang suka makan) Tentu! Sausnya terasa sedikit seperti sayuran Cina, meski aku tinggal di luar negeri untuk waktu yang lama tapi aku masih tertarik dengan makanan Cina. Saat itu aku mengambil sesuap dan aku sangat terkejut. Wow! Ataukah itu karena rotinya?

Apakah kau masih bermain basket?

Kadang aku bermain sangat keras, jika aku tak sedang bekerja, aku bermain setiap dua atau tiga hari sekali.

Apa tujuanmu saat bermain saat bermain basket?

Saat bermain basket aku harus konsentrasi untuk bermain bagus, apa yang aku pikirkan? Menikmati waktu berolahraga.

Bagaimana kau menghabiskan hari liburmu?

Sekarang? Tak seorangpun meneleponku, biarkan aku tidur.

Apakah menurutmu gaya berpakaianmu sekarang ini banyak dipengaruhi oleh tren Hallyu (Korean)?

Lebih ke gaya Amerika, karena aku suka music hip hop, aku lebih banyak memperhatikan tren Amerika dan Eropa.

Hari ini kau masih memakai tato palsu yang kau pakai untuk fashion week.

Aku sangat menyukai tato, mereka sangat artistik. (Grazia: Akankah kau mencobanya? (membuat tato) sekarang ini aku seorang aktor jadi tak nyaman. Jika aku tak bekerja di industri ini mungkin aku akan mentato seluruh tubuhku. (Grazia: Tato seperti apayang kau suka?) Aku tak suka yang besar. Tato-tato dengan kata-kata atau frase dengan makna tertentu dan gambar yang kecil.

Bagaimana gaya berbelanjamu?

Sangat cepat. Tak banyak keraguan.

Sebenarnya, apakah berbicara itu membuatmu stres?

Berbicara? Tidak. Mengapa kalian menyakannya?

Kami melihat disebuah wawancara di mana kau ditanyakan mengenai pertanyaan yang paling membuatmu tak nyaman yang pernah ditanyakan kepadamu dan kau menjawab semuanya.

Tidakkah kalian lihat kalau aku hanya bercanda? (Grazia: Tidak) saat kau mengerti, kau akan tahu kalau aku itu seorang tipe 4D. jika itu adalah sesuatu yang tidak ingin aku katakan, kenapa aku masih menjawabnya? Aku membuat candaan garing. Tidakkah kau berpikir kalau aku punya banyak hal untuk kukatakan?

Ya… lalu apakah biasanya kau juga melakukan pembicaraan dari hati ke hati dengan orang lain?

Ah, hari ini, semua yang aku bicarakan dengan kalian adalah pembicaraan dari hati ke hati, semua ini adalah apa yang ingin kukatakan. Jika pembicaraan dari hati ke hati yang kalian maksud adalah pembicaraan mengenai sesuatu yang bermasalah untukku, maka aku adalah seorang yang tanpa masalah.

Apa yang kau pikirkan dengan label “generasi 90-an” yang orang berikan padamu? Apakah ada arti tertentu untukmu?

Itu tak ada bedanya aku dengan generasi 80-an seperti kalian. Hahahaha. Tidak, aku sebenarnya lahir di era 90-an. Ini adalah sebuah awal, semuanya, mari kita bekerja keras bersama.

Sangat mudah untuk memuji anak ini karena dia sudah sangat populer, super populer. Tapi ia sendiri tidak berpikir demikian, hanya dengan sederhana menyatakan kalau ia berencana menjadi artis. Kata-kata ini mungkin terdengar seperti “chuunibyou” (sebuah idiom untuk sikap rendah diri padahal ia sok tahu atau seseorang yang percaya bahwa dirinya lebih baik dari orang lain), tapi Grazia merasa bahwa sesuatu yang objektif itu jelas batasannya, sederhana dan langsung, persisnya sebuah poin tambahan.

Selama Paris Fashion Week, kami memfoto dan wawancara dengan Wu Yifan. Saat ini adalah musim panas yang sangat panas, suhu di kota Paris mencapai puncak terpanasnya selama 30 tahun terakhir, dan semua orang harus memicingkan mata karena teriknya matahari. Memakai koleksi dari musim dingin dan gugur selama pemotretan, Wu Yifan tetap melakukan pemotretan dengan santai. Malah, “dilemanya” adalah; apakah bajunya dikancingkan sampai ke leher atau tidak, atau apakah kerah bajunya dimasukkan ke sweater atau tidak, dan akan berulangkali mencoba dari satu gaya ke gaya yang lain lagi dan lagi, setelah itu, ia bertnya mengenai pendapat fotografer, penata gaya dan manajer dengan serius. Mendapati area yang berbeda dengan pencahayaan yang lebih baik setelah syuting? Ayo kita lakukan sekali lagi! “Ini untuk keindahan, untuk seni, jadi semuanya mungkin.” Katanya.

Di hari sebelum pemotretan ini, Wu Yifan telah menyelesaikan 5 janji kerja dan itu sudah larut ketika ia kembali ke hotel. Ia bilang kalau ia punya banyak janji kerja dan ia tak ingat semuanya. “Pekerjaanku adalah hidupku. Aku dengan semangat mencintai pekerjaan ini, dan tak bisa membedakan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Banyak fotografer, artis yang mencintai pekerjaan mereka dan tinggal di studio seharian karena mereka menikmati hal itu daripada bekerja. Sama sepertiku. Jika kalian membicarakan mengenai ‘bekerja’, maka itu membuatku sangat capek, karena mereka *menunjuk ke staff* bahkan tak membiarkan aku istirahat, hahahaha. Melakukan sesuatu yang aku suka, tak ada yang perlu di komplain.”

Saat berbicara mengenai pekerjaan, siapapun bisa merasakan ‘sisi penuh semangatnya’; Peran di film (yang telah selesai syuting) semuanya sangat jelas, sangat berbeda, di Mr. Six karakterku bisa buruk (nakal) di Summer Tres, karakterku pendiam yang mementingkan emosi, di Never Gone karakterku adalah pria dewasa yang kadang-kadang kekaknak-kanakan dan di suatu waktu bisa menjadi pria yang bertanggung jawab. Ini sangat mrip denganku. Aku adalah seorang yang punya banyak sisi, hanya tergantung mereka punya kesempatan untuk menunjukkannya atau tidak. Aku menerima peran-peran itu karena ada satu kesamaan.”

Mengenai Mr. Six, ia menabahkan; “Itu merupakan proses belajar. Mr. Six juga merupakan kesempatan yang luar biasa yang memberiku banyak keuntungan. Aku belum pernah syuting genre ini sebelumnya. Aku sangat suka karakterku karena dia sangat maskulin dan apa adanya. Sebenarnya di dalam hatinya ia sungguh seorang tuan muda.” Ketika syuting di daerah utara dengan banyak pemeran pria lainnya, bukankah itu akan sulit untuk masuk di karakter? “Tidak, mungkin karena sejak kecil aku sudah tinggal di tempat-tempat yang berbeda, jadi aku beradptasi dengan cepat. Tentu saja, Sutradara Guan Hu dan Sutradara Feng Xiaogang sangat membantuku, mereka mampu membuatku masuk ke karakterku dengan cepat.” Dia tak bisa membocorkan lebih banyak lagi. “Aku tak bisa membocorkan lagi, hanya saja, pasti akan mengejutkan.”

Meski ia hanya baru menjadi aktor selama setahun, dia sudah membintangi banyak film. Summer Trees in Paradise, Never Gone, Mr Six, dan Journey to the West: Demon Chapter. “Sebagai aktor [prosesnya selalu] lebih dan lebih berarti. Saat pertama, itu adalah proses belajar, kemudian perlahan memasukkan perasaanmu sendiri, membentuk karakter itu sangat menarik, kadang kau akan punya perasaan ‘ah aku berhasil membuat karakter ini hidup’ itu membuatku sangat senang. Saat syuting Mr. Six, beberapa kali setelah syuting Sutradara Guan Hu mendekatiku dan mengatakan ‘Yifan, kerja bagus! Peran ini sungguh cocok untukmu.’ Saat itu aku merasa sangat senang, itu merupakan sesuatu yang sangat memotivasi.” Apakah kau sudah menemukan perasaan bahwa kau telah mencapai keberhasilan sebagai seorang aktor? “Siapa yang tak suka dipuji oleh sutradara? Aku masih baru mulai muncul sekarang. Aku telah mengalami perasaan mencapai keberhasilan sebelumnya dan akan ada rintangan di jalan ini sebagai progres nanti. Sekarang aku harus tetap rendah hati, aku akan menerima semua pembaharuan, terus berkembang dan tak berpikir macam-macam.”

Rencana hidup Wu Yifan untuk jangka panjang adalah untuk menjadi aktor yang bagus. Bagaimana untuk menjadi seorang “aktor yang bagus”? “Dihargai dengan penghargaan, sukses secara komersial dan dihargai di industri perfilm-an, ada tiga poin… kurasa sudah cukup bagus. ‘Komersial’ [sukses] mungkin aku tempatkan di poin terakhir. Seorang aktor yang bagus bergantung pada hasil karyanya [untuk membuktikan kemampuannya] dan tak bisa hanya melihat berdasarkan penjualan box office saja. Kuharap nanti ketika orang menyebut namaku, mereka akan memikirkan karakterku yang luar biasa di sebuah film atau mungkin punya kesan ‘Wu Yifan seorang aktor yang bagus’. Tahun ini berlalu dengan sangat cepat, jika aku tak bekerja keras ketika aku masih muda, aku akan menderita ketika aku tua nanti! Jadi kau bekerja keras, jadwalku padat; kuharap waktu yang kuhabiskan bisa lebih berarti. Berpikir ulang, aku juga merasa aku bisa mengatakan pada diriku sendiri; kau telah bekerja keras, kau telah bekerja keras. Tentu jalanku masih panjang, aku masih punya progres yang harus aku capai, perlahan. Yang paling penting adalah aku harus terus bersemangat dan tak melupakan sikapku ketika memulai berkarir di industri ini.”

Pernah di Date with Lu Yu, dia menyebutkan bahwa; “Tak yakin jika ia cocok dengan karir ini [sebagai aktor] ,” tapi sekarang ia berkata; “Sewaktu di Korea aku sama sekali tak punya gambaran aku akan berakhir seperti apa. Kemudian aku menemukan bahwa aku punya gairah dibidang ini, aku memutuskan bahwa aku akan melakukan apa yang aku suka, karena aku suka musik dan akting jadi aku harus meminggirkan keragu-raguan.”

Jadi, sekarang ia sudah yakin jika ia cocok sebagai aktor? “Kebalikannya, tidak. Ini sangat pribadi, sangat sulit untuk mengekspresikannya dengan tepat. Menjadi selebriti, idola, artis? Aku sungguh tak yakin jika aku cocok atau tidak karena aku lebih memilih kebebasan dan berharap bisa mengekspresikan diriku sendiri yang sebenarnya. Aku hanya tahu aku suka musik, film dan fashion, semua itu adalah perasaanku yang paling jujur.” Tambahnya. “Tapi aku tak khawatir mengenai semua itu lagi. Bagaimana aku mengatakannya, lebih dari semua itu aku ingin menjadi artis (seniman).”

“Aku sedikit tegas ketika aku menghadapi kesempatan, hahahahaha. Ketika kesempatan datang aku akan menyambarnya! Ketika aku kehilangan kesempatan, aku tak terlalu pusing mengenai apa yang kudapat atau apa yang hilang.” Pernahkah kau merasa sedih? “Sekali, dua kali. Orang lain tak tahu. Aku tak menunjukkannya.” Bagaimana kau mengatasi itu? “Menyendiri, melakukan hal yang aku suka, contohnya tidur.” Apa dengan begitu akan selesai? “Kenapa aku masih memikirkannya? Hanya tak perlu memikirkan hal itu lagi.”

Kita dapat merasakan perasaan murni, sikap positif yang tak pernah berakhir secara langsung, tak memberi diri sendiri stres secara emosional, tak takut apapun, sangat terbuka untuk hal-hal baru, yang ia jawab dengan; “Mengapa tidak?” mengenai hal-hal yang membuat stres secara emosional, jawabannya masih tetap sama dari waktu ke waktu; “Aku tak mau memikirkan hal itu. Aku akan memperhatikan tugas yang ada di tanganku dan berusaha sebaik mungkin untuk mengerjakannya.” Ketika ditanya apakah ia mempunyai kekhawatiran mengenai bekerja dengan bintang besar dari waktu ke waktu, ia secara langsung menjawab; “Kebalikannya, tidak (Yifan tidak khawatir ketika bekerja dengan bintang-bintang besar lainnya).”

Mengenai pakaian yang dipakai, dengan proporsi tubuh dan wajah yang tampan seperti dirinya, Wu Yifan tak perlu berdandan tapi berpakaian dengan gaya santainya untuk dengan mudah mendapatkan gaya terbaiknya. Namun, dia tak begitu, ia memilih untuk menata rambutnya dengan gayanya sendiri, mengambil jas dengan motif bunga yang unik dan berdandan secara khusus dengan gaya yang dramatik untuk menghadiri fashion week karena; “keberanian adalah hal yang penting ketika membicarakan fashion. Tahukah kalian, dulu ketika orang lain bertanya padaku jika ada fashion atau gaya tertentu yang aku tak akan pernah memakainya, aku memberi mereka jawaban. Namun sekarang, aku rasa aku tak punya jawaban untuk itu. Aku bisa mencoba apapun dan aku sadar juka aku sangat suka mencoba sesuatu yang baru!”

Apakah kau merasa populer? “Aku tak pernah memikirkan bahwa aku populer, aku tak merasa jika aku seorang selebriti. Aku tidak bercanda; aku benar-benar tak merasa seperti itu. Aku selalu berterima kasih terhadap fans-ku. Tak peduli aku pergi ke mana, mereka juga di sana. Hanya karena mereka di sini maka aku bisa membuat music yang lebih bagusm film atau memakai baju yang menarik ketika aku keluar jadi aku tak mengecewakan mereka.”

Di waktu mendatang apakah kau akan terus memenuhi jadwalmu dengan pekerjaan? “Aku tak bisa janji mengenai hal ini. Aku selalu merasa kalau sesuatu itu seharusnya punya jalan masing-masing, jumlah tidaklah penting. Hanya jika filmnya bagus dan berarti, dan aku merasa bisa memerankan peran itu dengan baik baru aku akan menerima peran itu.” Jadi, akankah kau terus melangkah (untuk mengembangkan diri)? “Ya, ya, aku tak akan pernah berhenti.” Maka teruslah melangkah dengan langkah besar anak muda, kami menanti untuk melihatmu berkreasi dengan baik.

Trans Inggris oleh Becca

Trans Bahasa oleh Tara Lee

Advertisements

One thought on “Wu Yi Fan Interview untuk Majalah Grazia Edisi 221

  1. Pingback: Wu Yi Fan Interview untuk Majalah Grazia Edisi 221 | kyufan's Kingdom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s